Showing posts with label The life goes.... Show all posts
Showing posts with label The life goes.... Show all posts

05 June 2012

Nyari Penpal



Hi guys...
Beberapa hari ini lagi gencar-gencarnya bergabung dengan situs buat nyari teman overseas. Postcrossing adalah salah satunya. Keinginan buat punya teman dari overseas sudah lama (coz pengen banget ke luar negeri).

Tapi ternyata tidak semudah yang saya kira. Di my hometown, postcard susah banget ditemukan :( (udik banget ya heheh). Karena itu, lewat blog ini, saya pengen nyari teman buat berkorespondensi untuk bertukar apa pun (pengalaman, cerita, budaya, hobby, dsb). Saya mulai dari teman Indonesia dulu saja. Kalau minat, just send me your address on my email di dian_elite@yahoo.com. Dari sana baru kita tukar-tukaran alamat. OK? I'm looking forward to reading your email.

Thank you....

03 June 2012

Hati-Hati! Ekspansi Illuminati is Everywhere

Kontroversi konser Lady gaga memang sudah berlalu. Namun begitu, saya menulis ini karena kemarin saya menonton sebuah berita di sebuah stasiun tv yang membandingkan antara konser Lady Gaga dan konser penyanyi dangdut lokal yang terkadang tidak kalah erotisnya. Si Anchor terkesan menyayangkan pembatalan konser Lady gaga sementara konser penyanyi dangdut lokal tersebut tidak mendapat perhatian.

Saya agak tidak puas mendengar pemberitaan tersebut karena seolah-olah alasan para ormas menentang kedatangan Lady Gaga adalah karena pakaian dan penampilannya yang selalu vulgar (Maaf little Monster, tapi saya memang adalah salah satu masyarakat Indonesia yang menentang kedatangannya). Padahal, ada sesuatu yang lebih berbahaya di balik itu. apa itu? Paham atau ideology yang ada di lagu-lagunya dan penampilannya.

Illuminati

Ya, ini adalah salah satu ideology (ada juga yang mengatakan ini adalah sebuah organisasi besar yang tak terdeteksi) yang selalu terlihat dalam setiap video klip Lady Gaga. Jika sekedar penampilan, mungkin sebagian orang akan menganggap tak masalah. Tapi untuk lirik, maka kita perlu nerhati-hati.



Dalam lagu Bad Romance milik Lady Gaga, ada lirik seperti berikut:

Rah-rah-ah-ah-ah-ah!
Roma-roma-mamaa!
Ga-ga-ooh-la-la!
Want your bad romance


Kalimat di atas tersebut ternyata serupa dengan syair penyembahan terhadap Dewa Ra (dewa Matahari) yang sering dilambangkan dengan sebuah mata di atas Piramida. Liriknya yang lain pun masih memiliki makna yang lain. Tapi saya tak sanggup menejelaskannya. Terlalu panjang. Silahkan baca di sini saja.

Bisa dibayangkan apa yang akan terjadi jika Anda menyanyikan lirik ini. Bisa-bisa kita murtad tanpa disadari (Naudzubillah mindzalik). Amit-amit deh.

Ada yang salah memang dengan pakaian Lady gaga, tapi menurut saya lagu seperti tersebut di atas jauh lebih berbahaya mengingat akibat yang bisa ditimbulkan.

Penyanyi lain yang sering dikait-kaitkan dengan illumintai adalah Rihanna. Ada beberapa lagunya yang liriknya juga berbahaya, seperti Umbrella atau Disturbia.

Selain Lady Gaga, ternyata K-pop pun tak luput dari ekspansi kaum Illuminati ini. Saya juga baru tahu setelah baca blognya eonni Tirza. Setelah baca, saya lagsung meluncur ke Google untuk mencari informasi lebih dalam. Ternyata betul. K-pop adalah salah satu media untuk menyebarkan/memperkenalkan ideology ini.

Dari beberapa artikel yang saya baca, Narsha, 2ne1 dan Shinee menjadi beberapa grup yang agak mencolok dengan simbol-simbol illuminati. Namun ada juga artikel yang membantahnya. Entah benar atau tidak, entah mereka sadar atau tidak dengan simbol-simbol tersebut, kita semua (terutama saya) kini jadi harus semakin berhati-hati dalam mendengarkan lagu berbahasa asing. Jangan asal nyanyi terutama kalau tidak tahu artinya. Jangan sampai tanpa sadar kita murtad (dalam Islam berarti keluar dari agama) karena ini adalah bencana besar dalam kehidupan kita sekarang dan nanti.


Penasaran apa itu Illuminati? Saya sendiri awalnya tahu tentang Illuminati saat membaca novel Dan Brown (lupa judulnya, tapi bukan Da Vinci Code). Yang saya tahu, salah satu ciri khas dari Illuminati adalah mata satu. Kasus mata satu ini pernah kok menjadi bahan perbincangan di dunia entertainment negeri kita. Dan ternyata lambang mata satu ini juga adalah simbol Dajjal. Kalau Anda muslim, Anda harusnya tahu siapa itu Dajjal dan kehancuran seperti apa yang akan terjadi dengan kemunculannya. Silahkan serach di Google untuk informasi lebih lanjut.

Akhir kata, saya tidak punya hak untuk melarang Anda sekalian untuk menjadi little Monster atau siapalah. Saya hanya ingin agar kita saling mengingatkan sebagai sesama. Tapi setidaknya, berhati-hatilah terhadap sesuatu yang kita hanya punya sedikit ilmu terhadapnya. Karena bisa jadi, ada hikmah atau justru bencana dari hal yang kita tidak tahu itu.

Credit: Mureo.com, kadorama-recaps.blogspot.com, dll...

04 January 2012

Hal Kecil yang Disepelekan

Sekarang lagi hangat-hangat di pemberitaan media cetak tentang pengumpulan sendal jepit sebagai ungkap keprihatinan atas apa yang menimpa AAL. AAL adalah seorang bocah yang dituduh mencuri sendal seorang aggota polisi yang kemudian mendapat perlakuan tidak pantas dari pihak kepolisian.

Miris memang mengetahui tindakan kasar perwira polisi kepada anak yang masih berumur 15 tahun (Kalau gak salah umurnya segitu). Harusnya bersikap yang wajar saja saat memeriksa/ meminta keterangan, tidak perlu sampai menyiksa.

Ada banyak komentar seputar kejadian yang dialami AAL. Namun yang jelas kesemuanya prihatin. Saya juga merasa demikian. Namun, ada satu hal yang saya perhatikan. Banyak komentar dari masyarakat yang menganggap kalau kasus AAL adalah kasus kecil yang tidak perlu terlalu dibesar-besarkan karena ada banyak kasus besar di negeri ini (seperti korupsi) yang luput dari perhatian.

Entah kenapa saya kurang setuju dengan mereka yang menyatakan kalau kasus AAL adalah hal yang sepele. Kenapa? Karena mencuri, ya, mencuri berapa pun nilai barang yang dicuri. Rasulullah tidak pernah membedakan antara pencuri besar dan kecil. Semuanya sama, hukumannya potong tangan. Bahkan beliau sendiri mengatakan bahwa seandainya Fatimah-darah dagingnya-yang mencuri, maka hukumannya tetap sama. Potong tangan. Hukuman yang saat ini pasti sudah dianggap sebagai sesuatu yang melanggar Hak Asasi Manusia.

Memang hukuman itu akan sangat sulit diterapkan dalam kehidupan sekarang. Namun, tolong jangan pernah sepelekan dan membeda-bedakan antara pencuri kecil dan besar. Itu karena pencuri kecil pun-jika terbiasa dan merasa kalau apa yang telah dilakukannya ternyata sangat mudah dimaafkan-kelak bisa menjadi seorang pencuri 'besar' (Koruptor). Right?!

Menulis seperti ini tidak berarti saya tidak kasihan sama sekali pada AAL. Saya prihatin, sangat prihatin pada apa yang menimpanya. Tapi prihatin saya itu dalam hal tindakan polisi yang semena-mena dalam memperlakukannya. Tapi, untuk tuduhan pencurian yang dialamatkan kepadanya tentu saja tetap butuh proses pembuktian. Karena itu tadi, jika disepelekan, hal kecil pun bisa menjadi kebiasaan dan menjadi sesuatu yang 'besar'.

17 November 2011

Be Punctual!


Beberapa hari yang lalu sempat menonton salah satu acara musik. Katanya sih ratingnya bagus tapi sayang ada hal-hal tidak bagus yang hostnya tampilkan. Apa itu? Tepat waktu.

Sebagai host yang merupakan 'tuan rumah' dari acara tersebut seharusnya mereka tiba tepat waktu. Biasanya sih hanya satu atau dua orang yang terlambat tapi hari itu semuanya belum datang. Alhasil, bintang tamu lah yang jadi host sementara untuk membuka acara.

Sepele mungkin tapi efeknya bisa besar karena mereka ditonton oleh may be jutaan rakyat Indonesia (atau negara tetangga juga?). Apa yang ditunjukkan itu semakin menunjukkan kelemahan orang Indonesia dalam ber-TEPAT WAKTU.

Untuk di daerah saya sendiri (Sulawesi Selatan), be punctual benar-benar adalah hal yang sulit. Semuanya serba ngaret. Maka tidak salah jika ada perkataan 'kalau mau buat acara pukul 9, maka undangannya harus tertulis pukul 8'. Atau ada juga yang bilang, 'undangannya jam 8, jadi kita datangnya jam 8.30 saja. Paling ngaret.' Parah banget kan?

Entah bagaimana agar hal ini bisa diubah. Saya cuma ingat perkataan aa Gym. Jika ingin mengubah sesuatu maka mulailah dari 3 hal. Mulai dari hal yang kecil, mulai dari diri sendiri, dan mulailah dari sekarang. Yah, mulailah dari dirimu sendiri.

Semoga kita semua bisa melakukannya. Be punctual!

02 October 2011

Dua Sudut Pandang

Saya memutuskan judulnya seperti itu. Semoga sesuai dengan cerita saya berikut ini.

Saat berkendara, pasti kalian sering tercegat di lampu merah. Kira-kira pemandangan seperti apa yang sering kalian dapati? Pengamen? Pedagangan Asongan? Atau Pengemis? Hari itu saya menjumpai pengamen. Lagunya tidak begitu saya tahu tapi suaranya lumayanlah. Karena terpikir bahwa orang ini bekerja untuk mendapatkan uang (bukan hanya 'meminta'), saya pun tergerak untuk memberikan selebaran. Yah tidak seberapa lah.

Setelah memberikan uang tersebut, dia pun pergi. Tiba-tiba penumpang lain ada yang nyeletuk, 'Langsung pergi pas di kasih' (dengan logat khas Makassar). Saya sedikit terhenyak. Itukah yang penumpang itu niatkan jika seandainya dia yang memberikan uang itu? Sekedar untuk menyuruh pengamen itu pergi?

Bukannya mau sombong dan semoga saya tidak riya', hanya saja pikiran seperti itu hanya membuat kita tidak akan mendapatkan apa-apa. Memang akan lebih baik jika kita selalu ber-positive thinking atas segala sesuatu. Toh, seperti yang saya tulis sebelumnya, pengamen itu 'berjuang' untuk mendapatkan uang itu. Setidaknya itu akan lebih baik dari pada mengemis atau mencuri.

What do you think?

18 August 2011

The Power of Money


Ei, jangan salah sangka sama judulnya. It has nothing to do with a negative thing. Saya menulis judulnya begitu karena baaruuuu saja saya diperlihatkan sebuah kejadian yang membuat saya benar-benar iri. Apa itu? And the story goes...

Di dekat rumah kost saya ada sebuah warung. Jualannya lumayan lengkap. Nah, tadi (beberapa menit yang lalu) saya singgah buat beli some stuff-lah. Ternyata saat itu, si empunya warung membagi-bagikan telur sama tukang becak yang 'bertugas' di lorong tempat tinggal saya. Sembari memberi, si empunya mengatakan, "TOlong di-do'a-in ya, semoga rezekinya bertambah jadi tahun depan bisa kasih lebih banyak. Subhanallah. Mana ini bulan Ramadhan. Bulan dimana doa-doa di-ijabah.

Melihat kejadian itu saya teringat ceramah Ust. Yusuf Mansur beberapa waktu lalu. Dia bercerita bagaimana triknya sampai dia berhasil membeli mobil. Beliau membeli beberapa motor pada tahun 1990-an kemudian membagi-bagikannya kepada para ustads agar bisa dimanfaatkan untuk berdakwah sembari meminta tolong agar dido'akan bisa segera membeli mobil. Subhanallah. Terkabul euy!

Ya, itulah kekuatan sedekah atau uang lebih yang dimanfaatkan untuk sebuah kebaikan. You see... Itulah alasan yang lebih baik untuk menjadi orang kaya. Bukan agar bisa membeli macam-macam yang kita mau. Tapi agar kita bisa meraup lebih banyak pahala yang berlipat dengan cara yang mudah (right?!)

Percayalah pada kekuatan sedekah dan keihklasannya. Karena Allah itu sesuai dengan apa yang engkau persangkakan. Hope I can do the same thing in the future or even better one. Amin.....

11 June 2011

Tuah Basmalah

Ini pengalaman yamg sudah lumayan lama, sekitar 2 atau 3 tahun yang lalu. Tapi karena saya menganggapnya unik dan apa ya? (saya tidak tahu pilihan kata yang tepat), jadi sy mau menuliskannya. Begini ceritanya...

Kejadiannya saat saya berjalan pulang dari kampus menuju ke kosan. Waktu itu sudah sore. Jadi kampus sudah mulai sepi dan rental serta warung disekitar kampus sudah tidak seramai siang hari. Di dekat gerbang kampus ada sebuah telepon umum (TU). Di sana ada dua cewek yang niat nelpon. Salah seorang diantaranya memasukkan uang koin keTU itu. Tp terdengar 'cling'. Si TU menolak si koin ^.^ Padahal telepon itu tidak rusak. Cewek itu kembali mencoba. Nihil. Koinnya tetap tidak diterima.

Mereka mulai ribut. Sempat terpikir sih, jangan-jangan dia pake koin yangg tidak laku hehe. Tapi kemudian cewek yang satu lg berkata, "Kamu belum baca bismillah kali?" Cewek yang tadi memasukkan koin angkat bahu. Tapi kemudian dengan cuek dia mengucapkan "Bismillahirrahmanirrahim," sambil memasukkan koin yang sama ke telepon. Tidak ada bunyi cling. Artinya berhasil. Mereka tertawa girang.

Terhenyak. Subhanallah. Saya pulang sambil tersenyum saat itu.

Bismillahirrahmanirrahiim

Yap. Kalimatnya tidak sulit dan tidak panjang. Tidak sampai semenit untuk mengucapkannya. Tapi kita sering terlupa. Padahal, di balik kalimat ini, ada sebuah doa. Doa yang memang harus terlontar dari kita yang lemah ini kepadaNYA yang Maha Segala.


Ditulis pada 090611 dan kembali tersenyum dan semoga tersadar...

30 May 2011

Waktu


Sebagian orang menganggapnya berjalan sangat cepat, sebagian lagi menganggapnya berputar terlalu lama. Tergantung bagaimana suasana hatimu saat ini. Namun yang pasti, secepat atau selambat apa pun dia bergerak, dia tidak akan bisa kembali, tidak akan bisa mengulang kembali kejadian yang mungkin ingin sekali kita kunjungi agar hasilnya lebih baik.

Bagi orang western, time is money-waktu adalah uang. Tapi bagai orang Arab, waktu adalah pedang. Keduanya sama-sama memberitahu kita bahwa waktu jika dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya akan memberikan keuntungan buat diri kita sendiri. Tapi bila terlena, maka akan terjadi sebaliknya.

Beberapa hari yang lalu adalah hari ulang tahunku (Terus? ^^). Sejenak merenungi apa yang telah saya lakukan selama 24 tahun ini *sigh* Hati mengerucut karena belum ada hal berarti yang terjadi; belum bisa melakukan sesuatu yang bisa membanggakan orang tua. Berharap suatu hari nanti, saya bisa mewujudkannya, sebelum terlambat. Waktu, izinkan aku ya agar bisa melakukan banyak hal yang terbaik sebelum kamu pergi.

23 March 2011

Siapakah yang Lebih Baik?

Gerah saya melihat iklan 2 operator telepon. Secara terang-terangan saling sindir di media, di depan semua rakyat Indoensia. Entah apa yang dia dapat dari beriklan dengan gaya seperti itu. Pelanggan? Perhatian agar semua orang melihat iklannya?

Saya pribadi tidak suka dengan hal yang seperti itu. Menjatuhkan orang/pihak lain dan memperlihatkan seolah-olah mereka lebih baik dibandibngkan mereka. Kenapa mereka tidak membuat iklan yang memperlihatkan kelebihan-kelebihan yang dimiliki produk mereka saja tanpa perlu menyindir atau menjatuhkan pihak lain? Apa memang seperti ini pola pikir manusia Indonesia zaman sekarang? Agar terlihat baik maka orang/pihak lain harus terlihat atau menjadi jelek? What a pathehtic, you know.

Saya rasa kita yang menjadi sasaran iklan juga bukan orang bodoh-bodoh amat. Bodoh karena langsung terbius oleh janji-janji dalam iklan mereka. Ada banyak sumber lain yang bisa memberikan informasi yang lebih akurat dan terpercaya dibandingkan iklan. Katanya tanpa syarat. Tau-tau harus pake segini baru dapat bonus. Katnya telepon murah segini rupiah per menit, ternyata hanya sampai jam segini. Mana janji ‘tanpa syarat’nya? Muluk-muluk amat. Saya sih nyadar, mana ada zaman sekarang yang kasih gratisan tanpa syarat. Zaman lagi susah. Tapi kan tidak perlu mengumbar janji…..

Menurut kalian?

08 February 2011

Di sana Mereka Ada

Awal bulan ini saya dan teman-teman di tempat kerja mengadakan kunjungan kerja ke luar kota Makassar. Selama perjalanan pulang, banyak hal yang jadi bahan obrolan. Tidur tidak bisa dijalani karena jalanan sepanjang Pangkep-Barru lagi direnovasi dan belum juga selesa-selesai. Sebagai salah satu peserta perjalanan yang tidak mengenal tempat dan daerah yang dilalui, saya hanya bisa mengangguk dan meresapi dalam-dalam semua info yang diberikan oleh teman.

Begitu tiba di perbatasan Pangkep dan Barru, jalanan rusak parah. Banyak lubang dan saat itu juga hujan rintik-rintik. Kemudian, seorang teman nyeletuk, "Pantas jalanannya rusak. Habisnya banya mobil truk yang singgah." Beberapa teman tertawa. Awalnya saya tidak mengerti, tapi ketika saya menebarkan pandangan ke sisi kanan saya "Astagfirullah..."

Yang tampak adalah gadis-gadis dengan tank top ketat dan rok mini yang sedang nongkrong di depan rumah (kalau tempat kecil itu boleh saya anggap rumah). Malah ada sebuah 'bangunan' yang menyatakan dirinya sebagai cafe padahal besarnya hanya seperti warung kecil di pinggir jalan.

Saya teringat perjalanan saat kami berangkat dari Makassar. Saat itu tidak ada celotehan seperti ini karena kami melewati tempat ini pada saat hari sudah gelap.

Saya kembali beristighfar saat mobil kami melambat karena macet dan tiba-tiba mata saya melihat seorang gadis yang sedang bergoyang ngebor di dalam rumah dengan pakaian minimnya itu. Entah, sedang latihan atau memang di depannya sedang ada orang. Salah seorang teman berkata, "Dia pasti tidak nyadar kalau kelihatan sama orang-orang di jalan."

Ya Allah, berulang kali saya mendengar dan membaca tentang daerah yang seperti ini. Hanya saja, inilah pertama kalinya saya melihat dengan mata kepala sendiri lingkungan itu. Kumuh, sepi, tapi dengan pemandangan yang indah (buat kaum Adam tentunya). Teman saya berkata kalau sebenarnya tempat ini sudah jadi rahasia umum karena yang memperkenalkan tempat itu kepada dirinya juga adalah teman-temannya di kantor (dia bukan pegawai tetap di tempat kami bekerja bersama-sama). Tapi kok masih bisa eksis ya? ~bingung sendiri atas siapa yang seharusnya bertanggung jawab~

19 November 2010

Kekuatan Do'a

Alhamdulillah, they're back....

Setelah semalaman saya meyakinkan diri sendiri dnan berusaha bersabar karena kedua hp ku 'hilang', pagi ini saya merasa sangat lega dan sangat berterimakasih pada semuanya. Ternyata mereka (kedua hp tersebut) masih berjodoh dengan saya. Rasa syukur benar-benar tidak terkira kepadaNya karena masih memberikan saya kesempatan untuk bertemu mereka.

Ada beberapa hal yang tentunya bisa dan harus menjadi pelajaran buat saya dari kejadian ini.

1. Tidak lagi - harus tidak lagi - teledor dan menyimpan hp (atau benda berharga lainnya) di laci meja saat kuliah. Tentunya supaya tidak lupa lagi dan (menurut saya ini teguran) supaya mata, tangan, dan pikiran hanya tertuju pada kuliah, bukan SMS atau status FB. (^^)

2. Hp saya ini ditemukan dan disimpan oleh seorang pegawai bersih-bersih di kampus. Salut dan terima kasih buat Bapak itu karena bersedia untuk tidak tergoda menjual atau menjadikannya milik pribadi. "Terima kasih, Pak..."

3. Saya punya teman kelas yang baik dan perhatian. Semalam saya menelepon nomor saya sebanyak lima kali dan semuanya tidak bisa nyambung. Saat itu, saya mulai yakin kalau mereka benar-benar telah 'raib'. Tapi paginya, saat saya ke kampus, ternyata mereka (tanpa sepengetahuan saya) berusaha menelepon dan menyisir ruang kelas dimana saya meninggalkan kedua hp saya. Dari mereka lah saya kemudian tahu kalau ternyata hp saya masih aktif. Saat itu, harapan saya untuk menemukan kedua benda itu muncul lagi.

4. The most important thing adalah kekuatan sebuah do'a dan keyakinan. Seorang pegawai kampus kemarin meyakinkan saya dengan berkata bahwa jika memang keduanya masih ingin bertemu, maka mereka akan kembali. Dan tadi pagi saya juga menonton sebuah acara penyegaran rohani di TV yang menjelaskan tentang apa yang sebaiknya dilakukan saat seseorang tertimpa musibah.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibah yang menimpaku dan berikan kepadaku ganti yang lebih baik darinya

Dan ada satu do'a yang paling mustajab (menurutku). Dialah do'a ibu. Ternyata, semalam ibu saya berdoa jika uang yang dia pakai untuk membeli kedua hp tersebut (ketahuan kalau keduanya hanya pemberian ortu ^^) adalah uang haram, maka mereka tidak perlu kembali. Namun, jika memang uang yang dia pakai adalah uang halal, maka dia berharap agar keduanya bisa kembali. Subhanallah...

Kembali sebuh kekuatan doa terlihat. Tidak butuh sehari bagi Dia untuk menjawabnya.
Engkau memang Maha Mendengar dan Maha Berkuasa, ya Allah. Engkau yang selalu mendengarkan permiantaan hamba-hambaMu.


Makassar, 18112010 (dua hari setelah Idul Qurban)

10 September 2010

Dar..Der..Dor..Petasan Bergembira

Ramadhan, malam takbiran, apalagi malam Tahun Baru adalah beberapa hari diantara hari-hari besar lain dimana 'firework' dan petasan merajalela. Menjengkelkan sebenarnya. Suaranya itu..Memekakkan telinga+mengagetkan jantung.

Pada awal-awal puasa, kita sering mendengar berita tentang peraturan penjualan petasan. Tapi sepertinya kelakar yang berkata 'aturan dibuat untuk dilanggar' terwujud.

Sepanjang malam Ramadhan ini (1431 H/2010 M), bunyi petasan terdengar berantai. Belum lagi klau ke (pasar) sentral. Di sepanjang jalan, berjejer meja-meja kecil yang di atasnya bertengger petasan. Hah! Mana kerja aparat kalau begini?

Penjelasan itu kemudian kudapat pada malam-malam terakhir kami shalat tarawih. Seorang pejabat teras kota ini (Palopo) berkata bahwa sangat sulit melarang orang menjual petasan. Kenapa? 'Cari nafkah' katanya. Bahkan ibu saya di rumah juga berkata demikian saat saya menggerutu dan mengelus dada karena petasan yang meledak tiada henti itu.

Nonsense buat saya. Dalih sebagai mata pencaharian, aparat jadi 'lemah' dengan praturan yang mereka buat sendiri. Kalau alasannya demikian, maka ibu yang mencuri susu disupermarket demi menghidupi anaknya atau penjual miras bahkan narkoba mungkin bisa lolos dengan alasan yang sama. Kan merasa ber'motivasi' sama? Cari Nafkah.

Di dalam agama kita, tujuan yang baik harus diawali dengan hal yang baik pula. Robin Hood saja yang mencuri harta orang ber'uang' demi kemaslahatan 'rakyat kecil' bersama tetap salah dalam kacamata Islam. Kenapa? Karena uang yang ia berikan untuk sesuatu yang saaangat baik berasal dari sesuatu yang tercela

Memang sulit untuk menghilangkan sesuatu yang sudah mengakar. Harus ada kerjasama. Kerjasama antara pemerintah dan orang tua. Percuma ketika orang tua berkoar-koar di rumah melarang anak-anak mereka membeli petasan jika di sepanjang jalan yang terlihat adalah penjual petasan.

Trus bagaimana dengan kembang api. Hmm..ya, itu boleh lah. Toh bisa membuat langit lebih berwarna ^^

01 September 2010

Fenomena 10 Hari Terakhir Ramadhan

Fenomena 10 hari terakhir Ramadhan:
- pasar dan tempat-tempat belanja diborong; puasa jadi bolong
- THR dapat tapi kok zakat telat
- ramainya terminal bikin pening tapi mesjid jadi kering
- ramai hunting resep kue dan masakan tapi tadarrus ditinggalkan
- aktivitas dunia yang melelahkan membuat i'tikaf pun terabaikan

Padahal sepuluh hari terakhir ini sangat istimewa karena ada satu malam yang mana lebih baik dari 1000 bulan (1000 bulan bo', bukan 1000 hari. Kebayang gak berapa tahun tuh?). Dialah malam Lailatul Qadar.

“Allah memiliki di bulan Ramadhan suatu malam yang lebih baik dibandingkan 1000 bulan. Barang siapa yang dihalangi (dari kebaikannya), maka ia akan dihalangi (dari kebaikan)”. [HR. An-Nasa’iy dalam Al-Mujtaba (2106), dan Ahmad dalam Al-Musnad (7148). Hadits ini dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib) (999)]

Semoga persiapan menjelang 1 Syawal yang suci yang memang tinggal sebentar lagi tidak membuat kitalupa pada Ramadhan penuh berkah yang akan segera pergi.

23 August 2010

Rapatkan Shaf or Sajadah?

Bulan Ramadhan identik dengan Tarawih berjama'ah. Mesjid-mesjid ramai dengan jama'ah. Tapi di dalam pelaksanaan ibadah yang agung ini, ada 1 hal yang membuat hati saya miris.

SHAF

Sebelum takbir tanda shlat dimulai bergema, seorang imam harus mengingatkan jama'ahnya agar meluruskan dan merapatkan shaf. Ya, merapatkan shaf (barisan), bahu bertemu bahu dan kaki bertemu kaki. Tapi apa yang terlihat? Yang ada adalah 'merapatkan sajadah'.

Sedih melihat sajadah yang lebarnya kira-kira setengah meter itu berderet rapat dengan hanya 1 jama'ah di atas setiap sajadah. Padahal hadist Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menyebutkan:

dari Anas Radhiallahu 'Anha, "Dan salah satu dari kami menempelkan bahunya pada bahu temannya dan kakinya pada kaki temannya" (HR. Al Bukhari)

Hadits lain menyebutkan:
dari Umar bin Al Khaththab bahwasanya Nabi bersabda:
"Tegakkan shaf-shaf kalian dan rapatkan bahu-bahu kalian dan tutuplah celah-celah
dan jangan kalian tinggalkan celah untuk syaithan, barangsiapa yang menyambung
shaf niscaya Allah akan menyambungnya dan barangsiapa memutus shaf niscaya
Allah akan memutuskannya". [HR. Abu Dawud dan dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah dan Al Hakim ]


Selama ini kita mungkin senang dan bangga ketika hadir di mesjid dan melihat jumlah jama'ah yang 'membludak'. Namun benarkah demikian adanya? Katakanlah kepada mereka untuk merapatkan shaf sesuai dengan yang dicontohkan Nabi dan lihatlah sendiri 'jumlah sebenarnya'.

Apa yang tergambar di mesjid sedikit banyak juga telah menggambarkan keadaan kita umat muslim yang sebenarnya. Kita mungkin terlihat banyak tapi sebenarnya kita 'sedikit' karena kita semua tercerai berai dan tidak lagi memiliki ukhuwah yang kuat seperti ketika Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan sahabat-sahabtnya masih ada. Karena itu, 'MARI RAPATKAN SHAF!'

31 July 2010

DPR Malas

Itulah juduh Highlight Metro TV malam ini (Sabtu 31 Juli 2010). Ditambah lagi dengan ulah Pong Hardjatmo yang menuliskan JUJUR, ADIL dan TEGAS di atap gedung DPR. Benar-benar sebuah 'strike' buat (anggota) DPR.

Bukannya mau so' jadi komentator. Hanya ingin menyampaikan pikiran. Dua hari ini gambar dan video tentang tingkah anggota DPR ketika rapat wara wiri diTV (walaupun masih kalah populer dengan si Keong Racun). Menarik ketika melihat yang 'terpilih' duduk berpangku tangan (dalam arti yang sebenarnya a.k.a tidur), atau kepala manggut-manggut (tapi bukan karena mengerti), atau tangan yang menutupi wajah (tapi bukan karena berpikir), atau sibuk meng-up date status (sempat banget ya?!). Ulah titip tanda tangan jadi tambahan daftar hitam. Aduh, Bapak/Ibu yang terhormat ini bukan kuliah lagi. Ini rapat, rapat untuk membahas masalah rakyat.

Is..is..is..gaji berjuta-juta dan fasilitas mewah jadi tak sebanding

WAKIL RAKYAT SEHARUSNYA MERAKYAT
JANGAN TIDUR WAKTU SIDANG SOAL RAKYAT
WAKIL RAKYAT BUKAN PADUAN SUARA
HANYA TAHU NYANYIAN LAGU 'SETUJU'
(surat buat wakil rakyat, Iwan Fals)

29 May 2010

Perubahan itu Selalu Ada

Sudah sering aku melewati gerbang lorong tempat aku tinggal sekarang tapi baru beberapa hari belakangan aku menyadari kalau ada yang berubah di sana. Dulu di kiri kanannya, ada gerombolan becak yang 'nangkring' menunggu penumpang. Tapi sekarang, mereka menghilang, tergantikan oleh yang lebih keren dan modern. Dialah si 'bentor'- becak motor. Senang sih melihatnya karena daya jangkau bentor emang lebih jauh dibandingkan becak yang hanya menggunakan tenaga manusia. Dan lagi-lagi, mesin mengerus yang 'manual'.

Sebuah perkembangan yang baik tapi uang selalu punya dua mata sisi. Mungkin segalanya jadi akan lebih mudah sekarang. Tukang becak tidak perlu lagi menguras kerngat untuk mengayuh becaknya. Hanya saja, apakah semua tukang becak yang dulunya sering nangkring memiliki kemampuan untuk membeli atau menyewa sebuah bentor? Jika jawabannya tidak, kemanakah mereka sekarang mencari lahan nafkah?

Pertanyaan di atas hanyalah sebuah pengantar agar kita untuk beberapa saat merenungi segala perubahan yang terjadi. Mungkin dia ada dalam diri kita sendiri atau orang terdekat kita. Yah, perubahan itu akan selalu ada. Walaupun tidak semua perubahan itu 'baik'. Namun yakinlah...jika ingin menjadi lebih baik, maka sesuatu itu harus berubah.

17 May 2010

Hide and seek vs P.S

Pada suatu malam beberapa teman kost dan aku ngumpul-ngumpul. Sunnatullah, kalau cewek-cewek pada ngumpul cerita pun bermula dan menjalar seperti jaring laba-laba, dari tema yang satu ke tema berikutnya. Dan akhirnya, sampailah kami di tema permainan masa kecil. Mulai dari bongkar pasang a.k.a jiji, wayang, kuartet, lompat tali, bola kasti, boy, ampang, cukke', kelereng, galacang, serta hide and seek. Mengenang semua tawa keceriaan serta keluguan saat itu sangat menyenangkan apalagi di antara masalah hidup yang selalu saja ada.

Dan hari ini, aku duduk di angkot 'mendengarkan' celoteh dua anam SMP yang hanya berkisar seputar facebook, twitter, dan PS alias play-station. Permainan tradisional sudah tergerus oleh teknologi. Tidak ada jerit tawa saat tertangkap atau halaman hijau tempat berlari dan bersembunyi atau pertengkaran kecil sesama teman karena tidak menerima kekalahan. Yang ada hanya kotak bergambar dan dunia maya.

16 May 2010

Si Pelapor, sang 'Juru Selamat'

'Natau mi ibu kos kalau kunci rumah hilang.'
'Apa?'
'Matimi ja,'
'Dari mana mu tau?'

Berita itu menggegerkan penghuni kos. Bangkai yang selama ini tersimpan baik-baik tercium juga pada akhirnya.
'Ada bd yang melapor,' tambah si pembawa berita. Semua yang ada dikamar no 6 sontak berucap, 'siapa?'
Tp si pembawa berita hanya geleng kepala. Katanya ibu kos tidak mau memberi tahu.
Tersangka si pelapor, si pembawa malapetaka. Ya, pembawa bencana.
'Yah, siapkan saja mental kalian besok,' ucap kami pasrah. Rasa jengkel terhadap si pelapor menggumpal.

Ibu kos kami cukup killer. Sebenarmya maksud dan tujuannya baik, hanya saja suaranya yang menggelegar dan kata-katanya yang menusuk menjadi momok menakutkan bagi kami. Sekali marah, suaranya bisa kedengaran sepanjang lorong dan ceramahnya bisa berdurasi sampai2 jam.

Tapi keesokan harinya, menunggu dengan hati dag dig dug, beliau tidak kunjung nongol.

'Sepertinya ibu pengen kita pengakuan dosa langsung dihadapannya.' Hati kami serasa menciut mendengar saran tersebut tapi jika dibandingkan penantian yang tak menentu ini, sarannya masuk akal.

Jd keesokan paginya, kami ber-enam memberanikan diri pergi ke sarang macan, menghadap ke beliau. Dengan saling dorong sampai juga kami di depannya. Alhamdulillah, apa yang kami takutkan tidak terjadi. Tidak ada suara mengglegar atau kata-kata yang menusuk. Malah pada akhirnya, beliau memberikan kunci serepnya walaupun dengan sedikit ancaman.

Masalah yang berbulan-bulan tertahan pun selesai dengan happy ending.

Tanpa kami sadari, si pelapor yang awalnya kami anggap sebagai prmbawa bencana ternyata adalah penyelamat kami. Dialah yang membuka pintu penyelesaian masalah 'besar' tersebut. Sayangnya, kami tidak mengetahui siapa dia.

24 April 2010

Pelajaran Pertama!



Mata dah berat, kepala dah panas, argonya naik terus....(taxi kali) tapi tulisan yang rencananya pengen diposting sebagai artikel pertama gagal...akh!
Alhasil tulisan inilah yang mendapatkan 'award' itu. Gak bermakna? G mutu? Whatever! At least I try to learn, right?! Yes aja deh! ^^

Satu hal menjadi pelajaran hari ini. Tak ada yang mudah pada awalnya....But, don't give up! Keep trying...Hope you know the answer one day...yup, one day!