Showing posts with label Indonesia-ku. Show all posts
Showing posts with label Indonesia-ku. Show all posts
21 September 2014
Catatan singkat ini kutulis hanya sebagai keluh kesahku atas apa yang kusaksikan hari ini
Siapa warga Sulawesi Selatan yang tak tahu dengan Pantai Losari. Sebuah lokasi kebanggaan warga Makassar, sebuah tempat hang out anak mudanya Makassar, sebuah tempat mengais rezeki bagi mereka yang ingin.
Pantai tak berpasir yang sudah mengalami sangaaat banyak perubahan sejak kedatanganku ke kota ini 10 tahun yang lalu. Dia semakin tertata dan indah, cocok memang menjadi tempat becengkrama bersama keluarga dan teman (spesial). Kalian tidak akan kelaparan dan kehilangan hiburan bahkan mendapatkan pemandangan yang eksotis jika kalian datang saat matahati tenggelam. Minggu pagi juga tak kalah menariknya. Car Free Day. Ribuan warga Makassar tumpah ke tempat ini sejak subuh hari.
Namun sayang seribu sayang, semua itu seakan pudar ketika kita berdiri di pagar tembok pmbatas dan memandang ke air laut. SAMPAH!!! Ya itu adalah pemandangan (mungkin sudah biasa) yang akan kalian dapati. Sayang bukan?
Sungguh aku hanya bisa tersenyum miris menatap 2 tugu adipura yang sengaja dibangun di sana. Hanya sebatas itu sajakah kepedulian warga kota ini akan kebersihan?
Memang, seharusnya tugas Pemerintah Kota lah untuk membersihkan sampah-sampah tersebut. Namun jangan lupa, kita pun sebagai warga kota yang baik untuk menjaga kebersihan kota. Tak akan cukup walau Pemkot mengerahkan TNI setiap minggu untuk menjaring sampah yang ada di laut Losari. Tidak akan cukup! Awareness dari kitalah yang harus lahir. Kesadaran untuk menjaga kota ini, membuatnya pantas untuk go Internasional!
Mulailah dari diri sendiri. Hanya itu yang bisa kusarankan di catatan ini. Mulailah tumbuhkan siri’ di dalam diri kita. Malu untuk mengotori lingkungan kita. Mulailah dari sendiri untuk menjadi contoh bagi orang lain agar tidak membuang sampah di sembarang tempat. Mulailah dari diri sendiri untuk menyimpan sementara pembungkus makanan di dalam tas, jika tak menemukan tempat sampah. Mulailah dari diri sendiri untuk tidak mencoreti tembok pembatas atau fasilitas umum yang tampak seperti media tulis di mata kalian.
Tak perlu suara keras untuk berkoar-koar tentang menjaga kebersihan lingkungan. Mulailah dari diri sendiri, semoga ada orang yang melihatmu melakukannya, melihatmu mencari tempat sampah hanya demi membuang sebotol kosong air mineral, dan akhirnya berkata kepada anaknya yang melempar bungkus rotinya ke pot tanaman yang ada di dekatnya, “Nak, itu di sana tempat sampahnya. Jadi sampahnya dibuang di sana ya?”
Labels:
Berbagi Pengalaman,
Indonesia-ku,
Makassar,
Share Pengalaman
09 August 2014
Surat keterangan domisili sementara adalah surat yang akan dibutuhkan oleh mereka yang kerja di sebuah kota namun KTPnya berdomisili luar daerah. Seperti saya. Saya bekerja di Makassar tapi KTP saya adalah KTP wilayah Palopo.
Buat mereka yang senasib dengan saya tidak perlu khawatir. Zaman tidak seperti dulu. Sekarang KTP bisa digunakan dimana saja. Tapi dengan syarat, harus ada surat keterngan domisili yang harus ikut dilampirkan dalam berkas saat akan mengurus, misalnya membuka rekening atau membuat NPWP.
Lalu apa yang dibutuhkan saat membuat surat ini? Hmm kalian harus siap-siap singgah di beberapa tempat. Mula dari RT – RW – Kantor Lurah.
1. Sebelum ke rumah Pak RT, siapkan foto copy KK dan PBB (yang ini kurang yang tahu) dari tuan rumah tempat kalian tinggal. Foto copy nya jangan satu lembar doang. Siapa tahu saja Pak RT/Pak RW nya ntar minta.
2. Lalu silahkan ke rumah Pak RT. Saat bertamu, bersikaplah seramah dan seakrab mungkin dengan beliau. Biar urusan bisa lebih lancar heheh.
3. Setelah mendapatkan surat pengantar dari Pak RT, kalian harus mengunjungi Pak RW lagi. Perlihatkan surat dari pengantar yang ada tanda tangan Pak RT tadi. Kalau bisa lakukan lagi saran pada poin ke 2, silahkan ;)
4. Jika sudah beres, silahkan ke kantor lurah. Harus kah surat dari RT dan RW tadi di foto copy? Kalau dari pengalaman saya sih tidak perlu. Karena nantinya yang akan dipakai adalah surat yang dari kantor Lurah.
5. Di kantor lurah, pegawai akan meminta ft copy KK dan PBB yang ada di poin 1. Dan juga, foto 3x4. Warna.
Jika sudah selesai, maka selesailah semuanya. Tidak lama asal ketiga orang penting di atas (Pak RT, Pak RW, dan Pak Lurah) ada di tempat. Adapun tentang biaya administrasi, hmm, siapkan saja dari rumah. Saya tidak tahu kebijakan setiap daerah seperti apa ;)
NB: surat keterangan ini hanya berlaku selama 1 bulan sejak tanggal pembuatan. Dan ini murni pengalaman pribadi saya ya, chingu. Kalau ada yang mau share pengalaman saat mengurus, boleh. Tulis di kolom komentar biar bisa jadi tambahan informasi buat yang lain. Terima kasih.
Buat mereka yang senasib dengan saya tidak perlu khawatir. Zaman tidak seperti dulu. Sekarang KTP bisa digunakan dimana saja. Tapi dengan syarat, harus ada surat keterngan domisili yang harus ikut dilampirkan dalam berkas saat akan mengurus, misalnya membuka rekening atau membuat NPWP.
Lalu apa yang dibutuhkan saat membuat surat ini? Hmm kalian harus siap-siap singgah di beberapa tempat. Mula dari RT – RW – Kantor Lurah.
1. Sebelum ke rumah Pak RT, siapkan foto copy KK dan PBB (yang ini kurang yang tahu) dari tuan rumah tempat kalian tinggal. Foto copy nya jangan satu lembar doang. Siapa tahu saja Pak RT/Pak RW nya ntar minta.
2. Lalu silahkan ke rumah Pak RT. Saat bertamu, bersikaplah seramah dan seakrab mungkin dengan beliau. Biar urusan bisa lebih lancar heheh.
3. Setelah mendapatkan surat pengantar dari Pak RT, kalian harus mengunjungi Pak RW lagi. Perlihatkan surat dari pengantar yang ada tanda tangan Pak RT tadi. Kalau bisa lakukan lagi saran pada poin ke 2, silahkan ;)
4. Jika sudah beres, silahkan ke kantor lurah. Harus kah surat dari RT dan RW tadi di foto copy? Kalau dari pengalaman saya sih tidak perlu. Karena nantinya yang akan dipakai adalah surat yang dari kantor Lurah.
5. Di kantor lurah, pegawai akan meminta ft copy KK dan PBB yang ada di poin 1. Dan juga, foto 3x4. Warna.
Jika sudah selesai, maka selesailah semuanya. Tidak lama asal ketiga orang penting di atas (Pak RT, Pak RW, dan Pak Lurah) ada di tempat. Adapun tentang biaya administrasi, hmm, siapkan saja dari rumah. Saya tidak tahu kebijakan setiap daerah seperti apa ;)
NB: surat keterangan ini hanya berlaku selama 1 bulan sejak tanggal pembuatan. Dan ini murni pengalaman pribadi saya ya, chingu. Kalau ada yang mau share pengalaman saat mengurus, boleh. Tulis di kolom komentar biar bisa jadi tambahan informasi buat yang lain. Terima kasih.
Labels:
Indonesia-ku,
Share Pengalaman
Pada postingan sebelumnya, saya menulis bagaimana cara membuat NPWP untuk peribadi. Kali ini saya mau menulis bagaimana jika ada kesalahan pada kartu NPWP yang diterima.
Saya isa menulis seperti ini karena saya sudah mengalaminya. Dengan begini, saya ingin kembali men-share pengalaman yang saya temui di lapangan *jiaahhh :D
Setelah mengurus NPWP di kantor pajak, petugas akan mengatakan bahwa kartu akan dikirim ke alamat tempat tinggal (tapi ada beberapa daerah yang mengatakan bahwa kartu bisa langsung diambil).
Selang beberapa hari, kartunya datang. Sayang nama saya salah. Nama lengkap saya MARDIYANAH NASTA. Tapi yang tercetak di kartu adalah MARDIYANA MASTA.
Saya pun segera konsultasi dengan Empu Google. Artikel-artikel yang diberikan menuliskan bahwa perubahan pada kartu NPWP bisa dilakukan di kantor pajak dengan mudah. Benarkah? Well pengalaman saya menjawab IYA.
Saya pun kembali mencari apa yang perlu saya persiapkan sebelum ke kantor pajak (soalnya tidak ada teman yang tahu karena mereka tidak mengalami hal seperti ini). Dan yang perlu dibawa adalah kartu NPWP yang salah dan KTP. Itu saja.
Kembali saya sarankan untuk datang agak pagi agar tidak antri dan pelayanan lebih memuaskan :)
Saat bertemu petugas, kalian akan diminta untuk mengisi sebuah form. Jangan khawatir petugas akan mencarikan dan menjelaskan apa-apa saja yang perlu diisi. Kalau mereka tidak menjelaskan, tanya dong. Jangan bengong heheh.
Setelah diisi, setor kembali form tersebut dan petugas akan langsung mencetak kartu baru. Selesai. Mudah kan?
NOTE: nomor wajib pajak kalian tidak akan berganti. Yang berubah hanya nama (atau alamat atau apalah yang salah)
Saya isa menulis seperti ini karena saya sudah mengalaminya. Dengan begini, saya ingin kembali men-share pengalaman yang saya temui di lapangan *jiaahhh :D
Setelah mengurus NPWP di kantor pajak, petugas akan mengatakan bahwa kartu akan dikirim ke alamat tempat tinggal (tapi ada beberapa daerah yang mengatakan bahwa kartu bisa langsung diambil).
Selang beberapa hari, kartunya datang. Sayang nama saya salah. Nama lengkap saya MARDIYANAH NASTA. Tapi yang tercetak di kartu adalah MARDIYANA MASTA.
Saya pun segera konsultasi dengan Empu Google. Artikel-artikel yang diberikan menuliskan bahwa perubahan pada kartu NPWP bisa dilakukan di kantor pajak dengan mudah. Benarkah? Well pengalaman saya menjawab IYA.
Saya pun kembali mencari apa yang perlu saya persiapkan sebelum ke kantor pajak (soalnya tidak ada teman yang tahu karena mereka tidak mengalami hal seperti ini). Dan yang perlu dibawa adalah kartu NPWP yang salah dan KTP. Itu saja.
Kembali saya sarankan untuk datang agak pagi agar tidak antri dan pelayanan lebih memuaskan :)
Saat bertemu petugas, kalian akan diminta untuk mengisi sebuah form. Jangan khawatir petugas akan mencarikan dan menjelaskan apa-apa saja yang perlu diisi. Kalau mereka tidak menjelaskan, tanya dong. Jangan bengong heheh.
Setelah diisi, setor kembali form tersebut dan petugas akan langsung mencetak kartu baru. Selesai. Mudah kan?
NOTE: nomor wajib pajak kalian tidak akan berganti. Yang berubah hanya nama (atau alamat atau apalah yang salah)
Labels:
Indonesia-ku,
Share Pengalaman
Hai semua. Lama tak jumpa. Maaf lama vakum dari dunia blog. Entah kenapa minat nulisnya menghilang selama beberapa saat.
Di postingan ini saya akan menulis, tidak ada kaitannya dengan Korea, sesuatu yang mungkin lebih kepada sharing pengalaman saya dalam mengurus sesuatu. Dengan harapan, kalau ada yang ingin mengurus hal yang sama, mereka bisa mendapatkan gambaran. Intinya semoga tulisan ini bermanfaat lah :)
NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
Buat kita yang sudah bekerja, ini adalah salah satu hal yang harus dimiliki jika ingin menjadi warga negara yang baik. Dan karena saya ingin menjadi warga negara yang baik tersebut, saya pun mengurus nomor ini beberapa waktu yang lalu.
Namun, sebagai orang baru yang tak tahu apa-apa soal perpajakan, saya bingung mau membawa apa saat akan ke kantor pajak. KTP saja kah? Atau ada berkas lain yang harus dilampirkan. Saya pun sibuk tanya kiri kanan. Menurut mereka memang hanya KTP. Tapi jangan lupa juga membawa surat keterangan kerja atau SK (buat yang PNS).
Tidak hanya segitu usaha saya. Saya pun bertanya ke Empu Google. Dan sebagian besar menjawab sama. KTP dan surat keterangan kerja atau SK.
Ok. Saya pun mempersiapkan semuanya dan berangkat ke kantor pajak. Semudah itu kah? Jawabnnya. IYA. Mengurus NPWP ternyata tidak rumit. Asal tidak ada antrian panjang, kalian tidak akan menghabiskan lebih dari 30 menit untuk mendapatkan nomor tersebut. Namun, ada beberapa hal yang perlu saya tambahkan.
1. Saya bekerja di Makassar dan ternyata di Makassar ada 3 kantor pajak, untuk Makassar wilayah Barat, Utara, dan Selatan. Kantor Pajak untuk Makassar Utara dan Selatan ada di Urip, dekat fly over. Yang mengurus NPWP di kantor ini adalah mereka yang bertempat tinggal (sesuai KTP) di beberapa kecamatan. Saya lupa mencatat daerah mana saja. tapi kalau kalian tinggal di sekitar Perintis, Daya dan tol, silahkan ke kantor yang menghadap ke jalan tol. Sedangkan buat kalian yang tinggal di kec. Rappocini, Kec. Mangasa, dan Urip, silahkan ke kantor yang menghadap ke fly over. Adapun buat kalian yang tinggal di kec. Tamalate, seputaran Cendrawasih, dan jalan Buruh, silahkan ke kantor Pajak yang ada di jl. Balaikota. Akses ke sana sangat mudah karena dekat dengan jalur transportasi umum.
2. Jikalau KTP kalian bukan KTP Makassar, maka ada berkas lain yang harus dibawa. Surat keterangan domisili sementara. Bagaimana cara mendapatkannya? Silahkan lihat di sini.
3. Saran saya, semua berkas yang akan disetor sebaiknya difoto copy sebelum ke kantor pajak. Karena biasanya agak sulit menemukan tempat foto copy yang dekat.
4. Datanglah pagi hari saat antrian masih kurang, yah sekitar pukul 8.30. Selain itu, dengan datang lebih cepat kita akan dilayani oleh petugas yang masih segar dan belum bertemu dengan banyak orang. Jadi pelayanannya bisa lebih ramah. Kalau siang, takutnya mereka sudah ketemua sama orang yang menyulut emosi dan imbasnya kena ke kita heheh
Itu sedikit pengalaman yang ingin saya share. Kalau ada yang ingin ditanyakan, silahkan ditulis di kolom komentar. Saya tidak janji bisa menjawab. Tapi kalau ada yang saya tahu, pasti saya jawab. Semoga informasinya bermanfaat dan terima kasih :)
NB: Mendaftar juga bisa dilakukan secara online. Tapi karena saya melakukan pendaftaran offline alias ke kantor perpajakan langsung, saya tidak menuliskan tentang hal tersebut. Harap maklum. Saya hanya share pengalaman ;)
Labels:
Indonesia-ku,
Share Pengalaman
16 June 2013
Berhubung masih dalam euforia kemenangan Indonesia di cabang Ganda Putra Djaum Indonesia Open Super Series, saya mau ngucapin selamat buat M. Ahsan dan Hendra Setiawan yang berhasil mengalahkan pasangan ranking 1 dunia, Lee Yong dae/Ko Song hyun
Permainannya benar-benar menarik, seru plus menegangkan. Kata komentatornya, permainan kelas dunia. Salut buat Ahsan dan Hendra.
Dan satu lagi nih yang pantas dapat rasa terima kasih saya. Siapa? The supporters in Istora Senanyan. They’re the best. Tidak berhenti teriak untuk memberikan dukungan kepada AHsan dan Hendra. Bayangin bo, 39 menit teriak tanpa henti *agak hiperbola sih :D
Ahsan dan Hendra sendiri pun mengakui kalau supporter memberikan suntikan semangat yang besar kepada mereka. Ahsan yang merasa staminanya staminanya sudah habis jadi merasa mendapat suntikan tambahan dari dukungan penonton.
Ya, siapa yang tidak kenal dengan atmosfer penonton di Istora. Walau tidak pernah nonton langsung, tapi liat dan dengar chants mereka dari tv sudah kebayang gimana gemuruhnya stadion. Makanya banyak pemain dari negara lain yang merasa kalau mereka melawan tim dari Indonesia, itu berarti mereka tidak hanya melawan yang di lapangan tapi juga mereka yang di luar lapangan, alias pendonton.
Well timnas, you have to know. We always support you guys because we love Indonesia. Kami cinta negeri ini dengan segala kekurangan dan kelebihannya.
Sekali lagi, selamat buah Ahsan dan Hendra *lempar raket *pukul galon *tiup terompet \^^/
P.S: Maaf chingu, saya tidak tahu kapan Dating Agency : Cyrano ep 6 bisa saya posting. Besok dan 2 minggu ke depan adalah waktu final. Jadi saya akan sibuk dengan tetek bengek tentang final. Sekarang masih 45% yang jadi. Jadi harap bersabar ya?! Terima kasih :)
Labels:
Indonesia-ku
02 July 2012
Semua pecinta drakor (Drama Korea) atau K-pop pasti dah tahu lah kalau sebagian besar artis Korea tuh adalah produk Oplas (Operasi Plastik, red). Sampai-sampai kita jadi tidak tahu dengan pasti siapa yang cantik/tampan karena tangan Tuhan dan siapa yang cantik/tampan karena tangan manusia.
Katanya nih, operasi plastik tuh mulai mendapatkan kepopulerannya sejak akhir tahun 2003/awal tahun 2004, sejak hallyu wave mulai berkembang. Katanya wajah yang sempurna tanpa cacat itu adalah wajah yang berbentuk V, mata besar, hidung mancung, dan dahi yang bervolume penuh.
Saking terobsesinya masyarakat Korea dengan oplas, mereka (katanya) bahkan punya motto, “Mending miskin daripada jelek.” (Innalillah) Kalimat ini beralasan karena ternyata wajah cantik/tampan adalah salah satu poin penting dalam mencari pekerjaan. Hal ini diakui oleh warga Korea sendiri (pernah kok diberitain di acara Bukan Jalan-Jalan Biasa nya TV One saat mereka berkunjung ke Korea). Kalau mau lihat lebih detail (scary buat saya membacanya) bagaimana konsep cantik ala siswi di Korea sana, silahkan baca di sini.
Well, seperti apa sih wajah cantik yang diperoleh dari Operasi Plastik yang mereka agung-agungkan itu?
1. Mata bulat dengan double eyelid (mata punya lipatan)
Kalau kalian punya teman yang keturunan Tionghoa, mungkin kalian akan melihat kalau jarang diantara mereka yang punya double eye lid. Begitu juga dengan orang Korea. Namun, ternyata bagi mereka salah satu konsep cantik itu adalah memiliki double eyelid.
Cara lain dalah dengan memperbesar kelopak mata. Mau tahu caranya? Baca di sini saja
Kayaknya untuk yang satu ini, kita orang Indonesia bisa berbangga karena memilikinya langsung dari Tuhan.
2. Wajah berbentuk V
Wajah ini bisa diperoleh dengan operasi rahang.
Pada dasarnya, orang Korea itu memiliki rahang yang kotak atau bulat, dan lebar dengan tulag pipi yang menonjol. Sementara salah satu wajah sempurna adalah berwajah kecil. Nah, dengan oplas diharapkan wajah berbentuk V ini bisa didapat. Nih perubahan yang terlihat sebelum dan sesudah oplas.
3. Operasi hidung
Selain mata besar dan rahang yang berbentu V, orang korea juga mengidamkan hidung mancung lurus dan tidak bengkok serta mungil layaknya boneka. Operasiya bisa dengan penambahan silikon, atau mengecilkan nostril (lubang hidung) atau meluruskan hidung yang bengkok.
4. Menambahkan volume dahi
Dahi yang lebih berisi dan tinggi ternyata lebih diminati di Korea sana. Untuk cara ini, cukup ditambahin silikon. Katanya harganya lebih terjangkau namun juga beresiko (ya iya lah. Namanya juga buatan manusia. Tidak akan mungkin sesempuran pemberian Tuhan.)
Saya ngeri sendiri kalau ngebayangin wajah saya di bedah sana sini, terus dimasuki alat, dan kawan-kawannya. Tapi yah, itu lah. Masyarakat (lingkungan) memang sangat mempengaruhi pola pikir kita. Alhamdulillah saya hidup di negara yang bisa menerima saya apa adanya, yang lebih melihat inner dibanding outer beautynya.
Yang jadi pertanyaan di kepala saya adalah, jika ada dua sejoli yang wajahnya sempurna tapi hasil oplas terus nikah, tidakkah anak-anak mereka nanti akan berpikir bahwa mereka itu hanyalah anak pungut/adopsi lantaran wajah orang tua mereka yang sangat sempurna namun wajah mereka tidak demikian??????? Kan si anak akan mewarisi gen dari si orang tua, bukannya silikon yang disusupin ke wajah????? Ya nggak?!
Sumber: asfansclub.com
Labels:
Drama Korea,
Film Korea,
Indonesia-ku,
K Pop,
Tahukah Kamu?
06 June 2012

Dengar Leeteuk mengucapkan bahasa Indonesia saat lagi berada di Indonesia itu wajar. Tapi berikut ini, dia mengucapkannya saat lagi ngeDJ di Radio Sukira LOL
Siapaaaaa yang ngajarin dia nama Ice dan Kadir itu? Hehehe
Ada juga saat mereka menemani salah seorang anak dari Indonesia bernama Hakim.
Di video ini Sungmin menyebutkan kata 'kakak'. Si anak sepertinya menderita Katarak (tidak yakin karena tidak ada Eng subnya) dan Suju menemaninya saat mendapat perawatan di RS di Korea. Nama acara TV ini Request love. Tapi ta' cariin yang lengkapnya, tidak ketemu. Ada yang punya?
Labels:
Indonesia-ku,
K Pop
Kali ini pengen promosiin Agnes Monica, the most talented singer from Indonesia.
Siapa sih yang tidak tahu Agnes. Segudang prestasinya dah jadi bahan pemberitaan. Video yang posting ini adalah video dia saat penutupan Asian Song Festival South Korea 2009. Di sini dia sepanggung sama artis-artis Korea yang juga aku suka. Sebenarnya dah lama pengen lihat nih video semenjak saya nonton infotainment di stasiun Rajawali. Soalnya, saat itu video yang diputar pendek banget padahal saya pengen ngeliaht SNSD hahah. Tapi baru dapat videonya sekarang (entah karena gaptek atau karena emang gak terlalu ngotot buat nemuin videonya heheh).
Setelah menonton, saya jadi tambah bangga dengan Agnes. Kenapa? Gila, diantara banyaknya penyanyi papan atas Korea di panggung itu, hanya suara Agnes yang membahana. Entah karena emang seperti itu harusnya atau tidak. Tapi penyanyi Korea yang lain cuma senyum-senyum atau tertawa bersama sesama member mereka tanpa berusaha mengikuti lirik lagu. Padahal lirik lagunya meanignful banget. Agnes saja terlihat serius banget pas nyanyi. Salut buat dia.
Pokoknya Jjang buat Agnes deh. Mudah-mudahan kalau entar bisa berhasil di Hollywood sana, rasa Indonesia mu masih ada dan tidak berkurang atau terkikis.
Siapa sih yang tidak tahu Agnes. Segudang prestasinya dah jadi bahan pemberitaan. Video yang posting ini adalah video dia saat penutupan Asian Song Festival South Korea 2009. Di sini dia sepanggung sama artis-artis Korea yang juga aku suka. Sebenarnya dah lama pengen lihat nih video semenjak saya nonton infotainment di stasiun Rajawali. Soalnya, saat itu video yang diputar pendek banget padahal saya pengen ngeliaht SNSD hahah. Tapi baru dapat videonya sekarang (entah karena gaptek atau karena emang gak terlalu ngotot buat nemuin videonya heheh).
Setelah menonton, saya jadi tambah bangga dengan Agnes. Kenapa? Gila, diantara banyaknya penyanyi papan atas Korea di panggung itu, hanya suara Agnes yang membahana. Entah karena emang seperti itu harusnya atau tidak. Tapi penyanyi Korea yang lain cuma senyum-senyum atau tertawa bersama sesama member mereka tanpa berusaha mengikuti lirik lagu. Padahal lirik lagunya meanignful banget. Agnes saja terlihat serius banget pas nyanyi. Salut buat dia.
Pokoknya Jjang buat Agnes deh. Mudah-mudahan kalau entar bisa berhasil di Hollywood sana, rasa Indonesia mu masih ada dan tidak berkurang atau terkikis.
Labels:
Indonesia-ku,
K Pop
FAME adalah salah satu boyband Indonesia yang sering banget nyanyiin lagu boyband Korea. Salah duanya adalah Suju dan Beast. Saya sudah menonton penampilan mereka saat bawakan lagu boyband Korea. Menurutku sih terlalu mirip dengan aslinya (dalam artian tidak ada improvisasi).
Saya nulis ini juga tanpa rencana. Baru saja saya browsing di Youtube mengenal Saranghae, I Love You. eh tau-taunya dapat video tentang video saat mereka tampil di Hitzteria (Kenapa ni acara dihentikan ya?).
Jadi iseng saja pengen upload di sini ^_^ Kali aja ada yang bakal komen (NOTE: komennya jangan harsh ya. Yang biasa-biasa saja. Ok?!)
Fiction - (Song by BEAST)
Mau ngebandingin dengan boyband aslinya? Nih MV original dari B2ST
Saya nulis ini juga tanpa rencana. Baru saja saya browsing di Youtube mengenal Saranghae, I Love You. eh tau-taunya dapat video tentang video saat mereka tampil di Hitzteria (Kenapa ni acara dihentikan ya?).
Jadi iseng saja pengen upload di sini ^_^ Kali aja ada yang bakal komen (NOTE: komennya jangan harsh ya. Yang biasa-biasa saja. Ok?!)
Fiction - (Song by BEAST)
Mau ngebandingin dengan boyband aslinya? Nih MV original dari B2ST
Lagu lain yang dicover adalah MR. SIMPLE dari Boyband SUper Junior itu loh...
The real one? Here it is....
What do you think? Tidak perlu membandingkan sama aslinya karena pada umumnya (umum itu termasuk saya) originalnya akan lebih kena di hati.
Satu hal mungkin yang positif dari FAME ini. Mereka menyanyikannya LIVE without lypsinc, sesuatu yang agak sulit dilakukan oleh boy or girlband di tanah air.
Ini adalah penampilan LIVE dari FAME sendiri
Labels:
Indonesia-ku,
K Pop
02 June 2012
Yup akhirnya kemarin lihat iklan drama Saranghae I Love You di stasiun TV Ikan Terbang. Excited pastinya karena drama ini merupakan kolaborasi dua negara, Indonesia dan Korea. Sebagaimana sudah diketahui kalau drama ini dibintangi oleh si cantik Revalina S. Temat dan singer asal Korea Tim hwang. Selain mereka berdua, ada juga member dari sebuah boyband baru, 7.9.4.2 (Baca: Seventy Nine Forty Two)
Kabarnya drama ini akan tayang mulai 16 Juli pukul 20:30 WIB (Yaaah masih agak lama). Episodenya sejumlah 30. Syutingnya sendiri bertempat di Korea, Jakarta, dan Bali. Dan bahasa yang digunakan juga ada 3 - Korea, Indonesia, dan Inggris. Selain di Indonesia, drama ini juga akan tayang di Malaysia, Singapura, Brunai, Australia & Slandia Baru (wow..) Mengenai penayangannya di korea, masih menunggu informasi lebih lanjut.
Berikut beberapa pic dari drama ini.
Reading Script
Syuting di Bali
Syuting di Korea
Action
Crew Indonesia dan Korea
Script drama Saranghae
Syuting Revalina & Rini Yulianti di Namsan Tower
Press Conference
Credit: twitter @SaranghaeILoveU (Silahkan difollow ^^)
Untuk foto terakhir, Credit: http://hiburan.plasa.msn.com
Labels:
Behind the Scene,
Drama Korea,
Indonesia-ku,
K-news,
sinopsis
04 January 2012
Sekarang lagi hangat-hangat di pemberitaan media cetak tentang pengumpulan sendal jepit sebagai ungkap keprihatinan atas apa yang menimpa AAL. AAL adalah seorang bocah yang dituduh mencuri sendal seorang aggota polisi yang kemudian mendapat perlakuan tidak pantas dari pihak kepolisian.
Miris memang mengetahui tindakan kasar perwira polisi kepada anak yang masih berumur 15 tahun (Kalau gak salah umurnya segitu). Harusnya bersikap yang wajar saja saat memeriksa/ meminta keterangan, tidak perlu sampai menyiksa.
Ada banyak komentar seputar kejadian yang dialami AAL. Namun yang jelas kesemuanya prihatin. Saya juga merasa demikian. Namun, ada satu hal yang saya perhatikan. Banyak komentar dari masyarakat yang menganggap kalau kasus AAL adalah kasus kecil yang tidak perlu terlalu dibesar-besarkan karena ada banyak kasus besar di negeri ini (seperti korupsi) yang luput dari perhatian.
Entah kenapa saya kurang setuju dengan mereka yang menyatakan kalau kasus AAL adalah hal yang sepele. Kenapa? Karena mencuri, ya, mencuri berapa pun nilai barang yang dicuri. Rasulullah tidak pernah membedakan antara pencuri besar dan kecil. Semuanya sama, hukumannya potong tangan. Bahkan beliau sendiri mengatakan bahwa seandainya Fatimah-darah dagingnya-yang mencuri, maka hukumannya tetap sama. Potong tangan. Hukuman yang saat ini pasti sudah dianggap sebagai sesuatu yang melanggar Hak Asasi Manusia.
Memang hukuman itu akan sangat sulit diterapkan dalam kehidupan sekarang. Namun, tolong jangan pernah sepelekan dan membeda-bedakan antara pencuri kecil dan besar. Itu karena pencuri kecil pun-jika terbiasa dan merasa kalau apa yang telah dilakukannya ternyata sangat mudah dimaafkan-kelak bisa menjadi seorang pencuri 'besar' (Koruptor). Right?!
Menulis seperti ini tidak berarti saya tidak kasihan sama sekali pada AAL. Saya prihatin, sangat prihatin pada apa yang menimpanya. Tapi prihatin saya itu dalam hal tindakan polisi yang semena-mena dalam memperlakukannya. Tapi, untuk tuduhan pencurian yang dialamatkan kepadanya tentu saja tetap butuh proses pembuktian. Karena itu tadi, jika disepelekan, hal kecil pun bisa menjadi kebiasaan dan menjadi sesuatu yang 'besar'.
Miris memang mengetahui tindakan kasar perwira polisi kepada anak yang masih berumur 15 tahun (Kalau gak salah umurnya segitu). Harusnya bersikap yang wajar saja saat memeriksa/ meminta keterangan, tidak perlu sampai menyiksa.
Ada banyak komentar seputar kejadian yang dialami AAL. Namun yang jelas kesemuanya prihatin. Saya juga merasa demikian. Namun, ada satu hal yang saya perhatikan. Banyak komentar dari masyarakat yang menganggap kalau kasus AAL adalah kasus kecil yang tidak perlu terlalu dibesar-besarkan karena ada banyak kasus besar di negeri ini (seperti korupsi) yang luput dari perhatian.
Entah kenapa saya kurang setuju dengan mereka yang menyatakan kalau kasus AAL adalah hal yang sepele. Kenapa? Karena mencuri, ya, mencuri berapa pun nilai barang yang dicuri. Rasulullah tidak pernah membedakan antara pencuri besar dan kecil. Semuanya sama, hukumannya potong tangan. Bahkan beliau sendiri mengatakan bahwa seandainya Fatimah-darah dagingnya-yang mencuri, maka hukumannya tetap sama. Potong tangan. Hukuman yang saat ini pasti sudah dianggap sebagai sesuatu yang melanggar Hak Asasi Manusia.
Memang hukuman itu akan sangat sulit diterapkan dalam kehidupan sekarang. Namun, tolong jangan pernah sepelekan dan membeda-bedakan antara pencuri kecil dan besar. Itu karena pencuri kecil pun-jika terbiasa dan merasa kalau apa yang telah dilakukannya ternyata sangat mudah dimaafkan-kelak bisa menjadi seorang pencuri 'besar' (Koruptor). Right?!
Menulis seperti ini tidak berarti saya tidak kasihan sama sekali pada AAL. Saya prihatin, sangat prihatin pada apa yang menimpanya. Tapi prihatin saya itu dalam hal tindakan polisi yang semena-mena dalam memperlakukannya. Tapi, untuk tuduhan pencurian yang dialamatkan kepadanya tentu saja tetap butuh proses pembuktian. Karena itu tadi, jika disepelekan, hal kecil pun bisa menjadi kebiasaan dan menjadi sesuatu yang 'besar'.
11 December 2011
Nulisnya telat banget sih, tapi tak apalah. Pengen nyampein uneg-uneg. Minggu lalu M-net Asian Awards digelar di Singapura. Awalnya excited banget pengen nonton, sampai rela begadang untuk lihat performance artis-artis Korea. Padahal hasilnya sudah ketahuan. Maklum stasiun ikan terbang menyiarkannya tidak langsung.
Walau penampilan mereka - para artis Korea itu - keren, tapi rada kecewa karena nominasinya kok kebanyakan dari Korea ya? Bukannya 'nama' yang mereka usung itu ASIAN? Itu berarti se-Asia dong. Semaki kecewa karena tidak ada artis negeri sendiri yang masuk. Padahal, kalau mau menghitung penyanyi taraf internasional kita juga punya. Agnes Monica dan Anggun, misalnya.
Kekecewaan lainnya adalah bahasa. Tidak satu pun ucapan pembaca awards yang dimengerti, kecuali mereka yang pake bahasa Inggris. Jadinya agak aneh saat pembaca nominasinya mencoba bercanda dan tertawa sendiri sedangkan kita yang nonton tidak mengerti apa yang mereka katakan. M-net Asian Music Awards adalah event internasional. Itu berarti penontonnya akan berasal dari berbagai negara, bukan hanya Korea. Kita yang nonton re-play nya saja bingung dengan apa yang mereka katakan (ditambah lagi stasiun ikan terbang setengah-setengah menerjemahkannya), apalagi yang malam itu menonton live ya?
Yah, setiap event pasti sulit untuk menjadi sempurna. Semoga saja kalau tahun depan digelar acara yang serupa nominasinya akan lebih 'internasional' dan bahasanya juga 'internasional'.
Labels:
Indonesia-ku,
K Pop,
K-news
14 May 2011
Beberapa hari yang lalu sempat baca sebuah artikel tentang ulang tahun tokoh-tokoh animasi terkenal di seluruh dunia.
Dari Amerika, siapa yang tidak mengenal Disney family. Mickey Mouse, Winnie the Pooh, dkk.
Dari Jepang, wow bejibun tokoh kartun dihasilkan negera ini. Diantaranya adalah Doraemon (yang paling tua-mungkin), Sinchan, Avatar, Naruto, Detektif Conan, dan si Hello Kitty....
Dari negara tetangga juga ada. Malaysia baru-baru ini menggempur negeri kita si Ipin Upin-nya. Dua anak kembar dengan suara yang lucu.
Lalu bagaimana dengan negeri kita tercinta ini? Adakah yang kalian tahu tentang boneka yang boleh menjadi ciri khas agar tidak kalah dengan negara lain?
Pasti ada dong. Tokoh boneka yang juga sudah lama banget ini kembali wara-wiri di salah satu stasiun TV. Dia lah si Unyil-seorang anak yang selalu memakai kopiah dan sarung yang diselempangkan seperti si pitung.
Hanya itu saja kah? Tidak. Masih ada si komo yang dulu dipopulerkan oleh Kak Seto dan juga Susan yang selalu bersama Kak Ria Enes. Walaupun sekarang mereka sudah tidak pernah lagi tampil di TV, tapi waktu jaman saya kecil, mereka itu sangat terkenal. Sampai-sampai si komo sendiri punya lagu. Jalanan jadi macet gara-gara si komo lewat. Pak Polisi jadi bingung.. Orang-orang ikut bingung..
Si Komo
Kak Ria dan Susan
Dari Amerika, siapa yang tidak mengenal Disney family. Mickey Mouse, Winnie the Pooh, dkk.
Dari Jepang, wow bejibun tokoh kartun dihasilkan negera ini. Diantaranya adalah Doraemon (yang paling tua-mungkin), Sinchan, Avatar, Naruto, Detektif Conan, dan si Hello Kitty....
Dari negara tetangga juga ada. Malaysia baru-baru ini menggempur negeri kita si Ipin Upin-nya. Dua anak kembar dengan suara yang lucu.
Lalu bagaimana dengan negeri kita tercinta ini? Adakah yang kalian tahu tentang boneka yang boleh menjadi ciri khas agar tidak kalah dengan negara lain?
Pasti ada dong. Tokoh boneka yang juga sudah lama banget ini kembali wara-wiri di salah satu stasiun TV. Dia lah si Unyil-seorang anak yang selalu memakai kopiah dan sarung yang diselempangkan seperti si pitung.
Hanya itu saja kah? Tidak. Masih ada si komo yang dulu dipopulerkan oleh Kak Seto dan juga Susan yang selalu bersama Kak Ria Enes. Walaupun sekarang mereka sudah tidak pernah lagi tampil di TV, tapi waktu jaman saya kecil, mereka itu sangat terkenal. Sampai-sampai si komo sendiri punya lagu. Jalanan jadi macet gara-gara si komo lewat. Pak Polisi jadi bingung.. Orang-orang ikut bingung..
Si Komo
Kak Ria dan Susan
Labels:
Indonesia-ku
23 March 2011
Siapakah yang Lebih Baik?
Gerah saya melihat iklan 2 operator telepon. Secara terang-terangan saling sindir di media, di depan semua rakyat Indoensia. Entah apa yang dia dapat dari beriklan dengan gaya seperti itu. Pelanggan? Perhatian agar semua orang melihat iklannya?
Saya pribadi tidak suka dengan hal yang seperti itu. Menjatuhkan orang/pihak lain dan memperlihatkan seolah-olah mereka lebih baik dibandibngkan mereka. Kenapa mereka tidak membuat iklan yang memperlihatkan kelebihan-kelebihan yang dimiliki produk mereka saja tanpa perlu menyindir atau menjatuhkan pihak lain? Apa memang seperti ini pola pikir manusia Indonesia zaman sekarang? Agar terlihat baik maka orang/pihak lain harus terlihat atau menjadi jelek? What a pathehtic, you know.
Saya rasa kita yang menjadi sasaran iklan juga bukan orang bodoh-bodoh amat. Bodoh karena langsung terbius oleh janji-janji dalam iklan mereka. Ada banyak sumber lain yang bisa memberikan informasi yang lebih akurat dan terpercaya dibandingkan iklan. Katanya tanpa syarat. Tau-tau harus pake segini baru dapat bonus. Katnya telepon murah segini rupiah per menit, ternyata hanya sampai jam segini. Mana janji ‘tanpa syarat’nya? Muluk-muluk amat. Saya sih nyadar, mana ada zaman sekarang yang kasih gratisan tanpa syarat. Zaman lagi susah. Tapi kan tidak perlu mengumbar janji…..
Menurut kalian?
Saya pribadi tidak suka dengan hal yang seperti itu. Menjatuhkan orang/pihak lain dan memperlihatkan seolah-olah mereka lebih baik dibandibngkan mereka. Kenapa mereka tidak membuat iklan yang memperlihatkan kelebihan-kelebihan yang dimiliki produk mereka saja tanpa perlu menyindir atau menjatuhkan pihak lain? Apa memang seperti ini pola pikir manusia Indonesia zaman sekarang? Agar terlihat baik maka orang/pihak lain harus terlihat atau menjadi jelek? What a pathehtic, you know.
Saya rasa kita yang menjadi sasaran iklan juga bukan orang bodoh-bodoh amat. Bodoh karena langsung terbius oleh janji-janji dalam iklan mereka. Ada banyak sumber lain yang bisa memberikan informasi yang lebih akurat dan terpercaya dibandingkan iklan. Katanya tanpa syarat. Tau-tau harus pake segini baru dapat bonus. Katnya telepon murah segini rupiah per menit, ternyata hanya sampai jam segini. Mana janji ‘tanpa syarat’nya? Muluk-muluk amat. Saya sih nyadar, mana ada zaman sekarang yang kasih gratisan tanpa syarat. Zaman lagi susah. Tapi kan tidak perlu mengumbar janji…..
Menurut kalian?
Labels:
Berbagi Pengalaman,
Indonesia-ku,
The life goes...
20 February 2011
Film yang Orang Korea Nonton dalam Setahun
Berdasrakan artikel di The Hollywood Reporter, disebutkan bahwa wanita yang umurnya antara 19-23 tahun rata-rata menonton film sebanyak 11.4 film per tahun. Sementara pria yang berumur antara 24-29 tahun menonton setidaknya 19.1 film per tahun. Berita tersebut berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Korean Film Council yang menjadikan sekitar 2000 orang Korea berumur antara 15 dan 49 sebagai samplenya.
Sebanyak 47% responden menyatakan kalau mereka lebih suka menonton film Korea di bioskop daripada film produksi Hollywood (38,1%)dan jenis film yang paling banyak dinonton adalah Action (gue banget tuh ^^)
Artikel tersebut juga menuliskan bahwa 27,5% orang Korea mengisi waktu liburnya dengan pergi ke bioskop.
Hmmm...jadi iri sama mereka karena bisa dengan bangganya mengatakan kalau ternyata film buatan dalam negeri mereka lebih diminati daripada karya Hollywood. Kenapa saya singgung masalah ini? Soalnya sekarang 'kan lagi HOTnya tuh pemboikotan film-film asing.
Saya pribadi sih tidak setuju banget dengan pemboikotan itu. Sangat merugikan kita-kita yang suka dengan kualitas or MUTU. Why did I say that?
Katanya alasan pemboikotan dilakukan agar sineas-sineas Indonesia bisa lebih produktif dan lebih punya kesempatan untuk berkarya. But, wait a minute...That's really a good reason. However, there must be qualification. No ghosts, no porn, no 'lebay' story, great animation effect and many more...Can they fulfill that? (Still in doubt)
Source: HanCinema Weekly
Sebanyak 47% responden menyatakan kalau mereka lebih suka menonton film Korea di bioskop daripada film produksi Hollywood (38,1%)dan jenis film yang paling banyak dinonton adalah Action (gue banget tuh ^^)
Artikel tersebut juga menuliskan bahwa 27,5% orang Korea mengisi waktu liburnya dengan pergi ke bioskop.
Hmmm...jadi iri sama mereka karena bisa dengan bangganya mengatakan kalau ternyata film buatan dalam negeri mereka lebih diminati daripada karya Hollywood. Kenapa saya singgung masalah ini? Soalnya sekarang 'kan lagi HOTnya tuh pemboikotan film-film asing.
Saya pribadi sih tidak setuju banget dengan pemboikotan itu. Sangat merugikan kita-kita yang suka dengan kualitas or MUTU. Why did I say that?
Katanya alasan pemboikotan dilakukan agar sineas-sineas Indonesia bisa lebih produktif dan lebih punya kesempatan untuk berkarya. But, wait a minute...That's really a good reason. However, there must be qualification. No ghosts, no porn, no 'lebay' story, great animation effect and many more...Can they fulfill that? (Still in doubt)
Source: HanCinema Weekly
Labels:
Indonesia-ku,
K-news
08 February 2011
Di sana Mereka Ada
Awal bulan ini saya dan teman-teman di tempat kerja mengadakan kunjungan kerja ke luar kota Makassar. Selama perjalanan pulang, banyak hal yang jadi bahan obrolan. Tidur tidak bisa dijalani karena jalanan sepanjang Pangkep-Barru lagi direnovasi dan belum juga selesa-selesai. Sebagai salah satu peserta perjalanan yang tidak mengenal tempat dan daerah yang dilalui, saya hanya bisa mengangguk dan meresapi dalam-dalam semua info yang diberikan oleh teman.
Begitu tiba di perbatasan Pangkep dan Barru, jalanan rusak parah. Banyak lubang dan saat itu juga hujan rintik-rintik. Kemudian, seorang teman nyeletuk, "Pantas jalanannya rusak. Habisnya banya mobil truk yang singgah." Beberapa teman tertawa. Awalnya saya tidak mengerti, tapi ketika saya menebarkan pandangan ke sisi kanan saya "Astagfirullah..."
Yang tampak adalah gadis-gadis dengan tank top ketat dan rok mini yang sedang nongkrong di depan rumah (kalau tempat kecil itu boleh saya anggap rumah). Malah ada sebuah 'bangunan' yang menyatakan dirinya sebagai cafe padahal besarnya hanya seperti warung kecil di pinggir jalan.
Saya teringat perjalanan saat kami berangkat dari Makassar. Saat itu tidak ada celotehan seperti ini karena kami melewati tempat ini pada saat hari sudah gelap.
Saya kembali beristighfar saat mobil kami melambat karena macet dan tiba-tiba mata saya melihat seorang gadis yang sedang bergoyang ngebor di dalam rumah dengan pakaian minimnya itu. Entah, sedang latihan atau memang di depannya sedang ada orang. Salah seorang teman berkata, "Dia pasti tidak nyadar kalau kelihatan sama orang-orang di jalan."
Ya Allah, berulang kali saya mendengar dan membaca tentang daerah yang seperti ini. Hanya saja, inilah pertama kalinya saya melihat dengan mata kepala sendiri lingkungan itu. Kumuh, sepi, tapi dengan pemandangan yang indah (buat kaum Adam tentunya). Teman saya berkata kalau sebenarnya tempat ini sudah jadi rahasia umum karena yang memperkenalkan tempat itu kepada dirinya juga adalah teman-temannya di kantor (dia bukan pegawai tetap di tempat kami bekerja bersama-sama). Tapi kok masih bisa eksis ya? ~bingung sendiri atas siapa yang seharusnya bertanggung jawab~
Begitu tiba di perbatasan Pangkep dan Barru, jalanan rusak parah. Banyak lubang dan saat itu juga hujan rintik-rintik. Kemudian, seorang teman nyeletuk, "Pantas jalanannya rusak. Habisnya banya mobil truk yang singgah." Beberapa teman tertawa. Awalnya saya tidak mengerti, tapi ketika saya menebarkan pandangan ke sisi kanan saya "Astagfirullah..."
Yang tampak adalah gadis-gadis dengan tank top ketat dan rok mini yang sedang nongkrong di depan rumah (kalau tempat kecil itu boleh saya anggap rumah). Malah ada sebuah 'bangunan' yang menyatakan dirinya sebagai cafe padahal besarnya hanya seperti warung kecil di pinggir jalan.
Saya teringat perjalanan saat kami berangkat dari Makassar. Saat itu tidak ada celotehan seperti ini karena kami melewati tempat ini pada saat hari sudah gelap.
Saya kembali beristighfar saat mobil kami melambat karena macet dan tiba-tiba mata saya melihat seorang gadis yang sedang bergoyang ngebor di dalam rumah dengan pakaian minimnya itu. Entah, sedang latihan atau memang di depannya sedang ada orang. Salah seorang teman berkata, "Dia pasti tidak nyadar kalau kelihatan sama orang-orang di jalan."
Ya Allah, berulang kali saya mendengar dan membaca tentang daerah yang seperti ini. Hanya saja, inilah pertama kalinya saya melihat dengan mata kepala sendiri lingkungan itu. Kumuh, sepi, tapi dengan pemandangan yang indah (buat kaum Adam tentunya). Teman saya berkata kalau sebenarnya tempat ini sudah jadi rahasia umum karena yang memperkenalkan tempat itu kepada dirinya juga adalah teman-temannya di kantor (dia bukan pegawai tetap di tempat kami bekerja bersama-sama). Tapi kok masih bisa eksis ya? ~bingung sendiri atas siapa yang seharusnya bertanggung jawab~
Labels:
Berbagi Pengalaman,
Indonesia-ku,
The life goes...
25 January 2011
Beberapa Fakta tentang Crop Circle
(Foto diambil dari REPUBLIKA.co.id)
Hari Minggu kemarin (23/1) ditemukan sebuah pola unik di sebuah area persawahan di Sleman, DIY. Pola itu dikenal dengan nama Crop Circle. Sebuah fenomena yang baru pertama kali terjadi di Indonesia.
Fenomena ini sendiri bukanlah hal baru. Fenomena ini sudah sering kali terjadi di berbagai belahan dunia lain. 80% terjadi di Inggris dan itu sudah dimulai sejaka ratusan tahun yang lalu.
Berikut beberapa fakta unik tentang Crop Circle:
1. Sampai sekarang tidak ada jawaban pasti tentang siapa yang membuatnya.
2. Alien dikait-kaitkan dalam fenomena ini
3. Batang padi atau gandum yang direbahkan tidak patah
4. Umumnya berbentuk lingkaran (terkadang juga berwujud makhluk aneh)dan simetris
5. Umumnya terbentuk di ladang yang siap panen
6. Muncul pertama kali di Inggris
7. Desain awalnya sederhana, tapi semakin lama desainnya semakin rumit
8. Tidak jejak pelaku yang ditinggalkan (seandainya pelakunya adalah manusia)
9. Pembuatnya dianggap sebagai sese'orang' yang cerdas dan kreatif
10. Membutuhkan ladang atau sawah yang luas untuk membuatnya (yang si Sleman diperkirakan seluas 70 m).
Well, menurut Anda siapa pelakunya?
Ini tampak dekatnya
Pic: davidpratt.info
Hari Minggu kemarin (23/1) ditemukan sebuah pola unik di sebuah area persawahan di Sleman, DIY. Pola itu dikenal dengan nama Crop Circle. Sebuah fenomena yang baru pertama kali terjadi di Indonesia.
Fenomena ini sendiri bukanlah hal baru. Fenomena ini sudah sering kali terjadi di berbagai belahan dunia lain. 80% terjadi di Inggris dan itu sudah dimulai sejaka ratusan tahun yang lalu.
Berikut beberapa fakta unik tentang Crop Circle:
1. Sampai sekarang tidak ada jawaban pasti tentang siapa yang membuatnya.
2. Alien dikait-kaitkan dalam fenomena ini
3. Batang padi atau gandum yang direbahkan tidak patah
4. Umumnya berbentuk lingkaran (terkadang juga berwujud makhluk aneh)dan simetris
5. Umumnya terbentuk di ladang yang siap panen
6. Muncul pertama kali di Inggris
7. Desain awalnya sederhana, tapi semakin lama desainnya semakin rumit
8. Tidak jejak pelaku yang ditinggalkan (seandainya pelakunya adalah manusia)
9. Pembuatnya dianggap sebagai sese'orang' yang cerdas dan kreatif
10. Membutuhkan ladang atau sawah yang luas untuk membuatnya (yang si Sleman diperkirakan seluas 70 m).
Well, menurut Anda siapa pelakunya?
Ini tampak dekatnya
Pic: davidpratt.info
Labels:
Indonesia-ku,
Tahukah Kamu?
10 January 2011
Bukan Jalan-Jalan Biasa TvOne
Kembali kemarin malam Bukan Jalan-Jalan Biasa (BBJB) TvOne kembali ke Jepang setelah sebelumnya pernah menyiarkan seorang Indonesia yang berhasil menjadi juragan tempe di Jepang. (Saya pernah menulis tentang itu di sini) Kali ini, BJJB mengajak pemirsanya melihat pementasa gamelan yang murni dimainkan oleh orang-orang Jepang yang sayangnya tidak dihadiri (satu pun) oleh orang Indonesia (ckckckck) dan juga dua orang Indonesia yang berhasil menaklukkan Jepang.
Yang pertama adalah Bapak Professor Ken Soetanto. Beliau adalah seorang dosen di Waseda University (aduh saya lupa jabatan yang dia pegang di kampus itu). Beliau memiliki 4 gelar Doktor (wow) di empat bidang yang berbeda (wowwwwww), yaitu farmasi, kedokteran, teknik, dan pendidikan (tidak tahu mau berekspresi seperti apa lagi). Beliau sudah 36 tahun di Jepang dan masih mempertahankan kewarganegaraan Indonesianya (salut!). Saat ini beliau lebih banyak memberikan mata kuliah yang memberikan motivasi kepada mahasiswanya. Lucu saat mendengar hal ini. Orang Indonesia memberikan motivasi kepada orang Jepang? Hmm..bahkan Alvito sendiri tidak percaya hehehe....
Yang kedua adalah seorang pemuda bernama Batara Kusuma asal Sumatera. Dia adalah pencipta status jejaring sosial buat orang Jepang yang bernama mixi. Dia ke Jepang saat berumur 20 tahun dan magang di salah satu perusahaan di sana. Seorang pekerja magang yang kemudian menjadi direktur. Wow... Sayangnya dia sekarang adalah warga negara Jepang. Katanya sih biar prosesnya lebih mudah saat mengurus sesuatu. Tapi dia berencana kok untuk kembali ke Indonesia.
Salut banget sama BJJBtvOne karena menampilkan sisi yang berbeda dari sebuah negara. Kalau siaran lain hanya menampilkan keindahan negeri itu, BJJB berusaha mencari sesuatu yang bisa menginspirasi banyak orang, misalnya dengan menampilkan orang-orang Indonesia yang bisa unjuk gigi di negeri asing itu.
Saat menonton acara ini, saya sangat terharu dan senang melihat keberhasilan orang-orang itu. Hmmm....giliranku kapan ya? Semoga saya punya kesempatan itu...Amin
Yang pertama adalah Bapak Professor Ken Soetanto. Beliau adalah seorang dosen di Waseda University (aduh saya lupa jabatan yang dia pegang di kampus itu). Beliau memiliki 4 gelar Doktor (wow) di empat bidang yang berbeda (wowwwwww), yaitu farmasi, kedokteran, teknik, dan pendidikan (tidak tahu mau berekspresi seperti apa lagi). Beliau sudah 36 tahun di Jepang dan masih mempertahankan kewarganegaraan Indonesianya (salut!). Saat ini beliau lebih banyak memberikan mata kuliah yang memberikan motivasi kepada mahasiswanya. Lucu saat mendengar hal ini. Orang Indonesia memberikan motivasi kepada orang Jepang? Hmm..bahkan Alvito sendiri tidak percaya hehehe....
Yang kedua adalah seorang pemuda bernama Batara Kusuma asal Sumatera. Dia adalah pencipta status jejaring sosial buat orang Jepang yang bernama mixi. Dia ke Jepang saat berumur 20 tahun dan magang di salah satu perusahaan di sana. Seorang pekerja magang yang kemudian menjadi direktur. Wow... Sayangnya dia sekarang adalah warga negara Jepang. Katanya sih biar prosesnya lebih mudah saat mengurus sesuatu. Tapi dia berencana kok untuk kembali ke Indonesia.
Salut banget sama BJJBtvOne karena menampilkan sisi yang berbeda dari sebuah negara. Kalau siaran lain hanya menampilkan keindahan negeri itu, BJJB berusaha mencari sesuatu yang bisa menginspirasi banyak orang, misalnya dengan menampilkan orang-orang Indonesia yang bisa unjuk gigi di negeri asing itu.
Saat menonton acara ini, saya sangat terharu dan senang melihat keberhasilan orang-orang itu. Hmmm....giliranku kapan ya? Semoga saya punya kesempatan itu...Amin
Labels:
Indonesia-ku,
Tahukah Kamu?
28 December 2010
Serumpun tapi Seteru
Final leg 1 AFF Suzuki Cup 2010 kembali mengobarkan api yang sudah lama bersembunyi dalam sekam. Pertandingan yang dilangsungkan pada Ahad malam (26 Desember 2010) itu dituding penuh kecurangan dari para pendukung Timnas Malaysia. Mulai dari sinar laser dan petasan yang masuk ke tengah lapangan dianggap menjadi biang keladi kekalahan telak Timnas Indonesia (0-3).
Tidak hanya supporter Malaysia yang dianggap curang, tapi PSSI pun tidak luput dari tudingan. Membawa timnas wara-wiri kesana-kemari juga dianggap salah satu faktor penyebab kekalahan Timnas. Yah, mungkin sudah sifat bangsa kita, jika dapat hal jelek maka cara termudah untuk melampiaskan kekesalan ialah dengan mencari kambing hitam.
Hanya saja, menurut saya, bukan saatnya kita melihat ke belakang. Nasi sudah jadi bubur. Kalah tetap saja kalah. Tidak peduli seberapa banyak dan seberapa pedis kritik dan komentar yang keluar, toh, semuanya sudah terjadi dan tidak mungkin diubah lagi. Yang perlu kita lakukan sekarang (sebagai pendukung) hanyalah berdo'a kepada Yang Di Atas. Karena no matter how hard we try, DIA juga lah yang menentukan. Jadi teringat dengan apa yang Ahmad Bustomi tulis dalam akun twitternya, Sebuah tamparan dr Alloh untuk kta semua bahwa kta blm juara blm apa2 tp sdah byk yg takaburrr.......!!!.
Yah, kita terlalu bergembira-berlebihan malah-padahal piala itu belum ada di genggaman. Jadi, marilah kita bersama-sama berdo'a. Semoga DIA memberikan keajaibannya pada kita semua. Karena jika ingin realistis, angka 4-0 bukanlah angka yang mudah. Tapi, nothing is impossible jika DIA menghendaki.
Berjuanglah Timnas! Doa kami selalu untukmu....
Tidak hanya supporter Malaysia yang dianggap curang, tapi PSSI pun tidak luput dari tudingan. Membawa timnas wara-wiri kesana-kemari juga dianggap salah satu faktor penyebab kekalahan Timnas. Yah, mungkin sudah sifat bangsa kita, jika dapat hal jelek maka cara termudah untuk melampiaskan kekesalan ialah dengan mencari kambing hitam.
Hanya saja, menurut saya, bukan saatnya kita melihat ke belakang. Nasi sudah jadi bubur. Kalah tetap saja kalah. Tidak peduli seberapa banyak dan seberapa pedis kritik dan komentar yang keluar, toh, semuanya sudah terjadi dan tidak mungkin diubah lagi. Yang perlu kita lakukan sekarang (sebagai pendukung) hanyalah berdo'a kepada Yang Di Atas. Karena no matter how hard we try, DIA juga lah yang menentukan. Jadi teringat dengan apa yang Ahmad Bustomi tulis dalam akun twitternya, Sebuah tamparan dr Alloh untuk kta semua bahwa kta blm juara blm apa2 tp sdah byk yg takaburrr.......!!!.
Yah, kita terlalu bergembira-berlebihan malah-padahal piala itu belum ada di genggaman. Jadi, marilah kita bersama-sama berdo'a. Semoga DIA memberikan keajaibannya pada kita semua. Karena jika ingin realistis, angka 4-0 bukanlah angka yang mudah. Tapi, nothing is impossible jika DIA menghendaki.
Berjuanglah Timnas! Doa kami selalu untukmu....
Labels:
Indonesia-ku
06 December 2010
Tempe Dangdut
Pernah mendengar Kopi Dangdut? Kali ini saya ingin kenalkan Anda semua pada istilah baru, Tempe Dangdut ^^ Istilah ini terinspirasi dari acara Bukan Jalan-Jalan Biasa di TV One malam tadi (051210).
Dangduters
Ternyata di Jepang ada loh grup nyanyi yang namanya Om hati 93 (tidak tahu tulisannya benar atau tidak). Uniknya, karena mereka ini membawakan musik khas Indonesia. Yap, Dangdut. Wow...
Grup ini dipelopori oelh sepasang suami istri asal Jepang. Mereka pertama kali mendengar musik dangdut di angkot yang mereka tumpangi saat berbulan madu di Bali. Anggotanya ada 7 orang dan ternyata hanya ada 1 orang yang berasal dari Indonesia. Selebihnya, orang Jepang tulen.
Tempe
Rustoh tempeh. Itulah nama merk tempe yang beredar di supermarket di Jepang. Hebatnya, pembuatnya adalah orang Indonesia asli, Rustono. Dia sudah 13 tahun tinggal di Kyoto, Jepang. Senyum-senyum sendiri saat melihat Alvito makan tempe goreng plus sambel (Indonesia banget) di Jepang.
Dangdut dan tempe. Dua hal yang boleh dibilang merupakan ciri khas bangsa ini ternyata bisa dikenal sampai di Jepang, bahkan disukai. Tapi, apakah kita yang lahir dan besar di Indonesia juga bangga akan keduanya?
Hmm,,,mungkin kebanggaan itu sedikit berkurang.
Sekarang ini, dangdut lebih dianggap sebagai musik buat orang "kampung". Anak-anak muda Indonesia sepertinya lebih tersihir dengan lagu Barat atau K-pop atau mungkin dengan band-band Indonesia sendiri. Terbukti, dari sekian banyak stasiun TV yang menyelenggarakan ajang pencarian bakat (khususnya penyanyi), hanya ada stasiun TV yang memilih Dangdut sebagai temanya. Dan kalau ada yang nyanyi lagu dangdut pasti bakal diteriakin, "iiihaaaa.." ^^
Saya pribadi suka dengan lagu dangdut, tapi hanya lagu dangdut tempo doloe. Aduh buyung, kope dangut, dkk. Kalau dangdut zaman sekarang lebih mengumbar goyangan, bukan suara. Padahal, kita semua tahu kalau ciri khas dangdut itu ada di cengkok (suara) dan sulingnya (musiknya).
Lalu bagaimana dengan tempe?
Kalau ada angket tentang siapa peng-konsumsi tempe terbanyak di Indonesia, bisa jadi MAHASISWA akan ada di puncak klasemen. Walaupun mungkin alasan utamanya adalah 'keterpaksaan' a.k.a 'penghematan'
Yah, tapi semoga ketka kita semua (saya juga masih mahasiswa kasihan) sudah punya 'duit' untuk membeli makanan yang lebih, tempe tetap ada dalam daftar menu pilihan.
Jadi, kalau orang Jepang saja bisa mengenal Tempe Dangdut, mengapa kita malah melupakan?
Dangduters
Ternyata di Jepang ada loh grup nyanyi yang namanya Om hati 93 (tidak tahu tulisannya benar atau tidak). Uniknya, karena mereka ini membawakan musik khas Indonesia. Yap, Dangdut. Wow...
Grup ini dipelopori oelh sepasang suami istri asal Jepang. Mereka pertama kali mendengar musik dangdut di angkot yang mereka tumpangi saat berbulan madu di Bali. Anggotanya ada 7 orang dan ternyata hanya ada 1 orang yang berasal dari Indonesia. Selebihnya, orang Jepang tulen.
Tempe
Rustoh tempeh. Itulah nama merk tempe yang beredar di supermarket di Jepang. Hebatnya, pembuatnya adalah orang Indonesia asli, Rustono. Dia sudah 13 tahun tinggal di Kyoto, Jepang. Senyum-senyum sendiri saat melihat Alvito makan tempe goreng plus sambel (Indonesia banget) di Jepang.
Dangdut dan tempe. Dua hal yang boleh dibilang merupakan ciri khas bangsa ini ternyata bisa dikenal sampai di Jepang, bahkan disukai. Tapi, apakah kita yang lahir dan besar di Indonesia juga bangga akan keduanya?
Hmm,,,mungkin kebanggaan itu sedikit berkurang.
Sekarang ini, dangdut lebih dianggap sebagai musik buat orang "kampung". Anak-anak muda Indonesia sepertinya lebih tersihir dengan lagu Barat atau K-pop atau mungkin dengan band-band Indonesia sendiri. Terbukti, dari sekian banyak stasiun TV yang menyelenggarakan ajang pencarian bakat (khususnya penyanyi), hanya ada stasiun TV yang memilih Dangdut sebagai temanya. Dan kalau ada yang nyanyi lagu dangdut pasti bakal diteriakin, "iiihaaaa.." ^^
Saya pribadi suka dengan lagu dangdut, tapi hanya lagu dangdut tempo doloe. Aduh buyung, kope dangut, dkk. Kalau dangdut zaman sekarang lebih mengumbar goyangan, bukan suara. Padahal, kita semua tahu kalau ciri khas dangdut itu ada di cengkok (suara) dan sulingnya (musiknya).
Lalu bagaimana dengan tempe?
Kalau ada angket tentang siapa peng-konsumsi tempe terbanyak di Indonesia, bisa jadi MAHASISWA akan ada di puncak klasemen. Walaupun mungkin alasan utamanya adalah 'keterpaksaan' a.k.a 'penghematan'
Yah, tapi semoga ketka kita semua (saya juga masih mahasiswa kasihan) sudah punya 'duit' untuk membeli makanan yang lebih, tempe tetap ada dalam daftar menu pilihan.
Jadi, kalau orang Jepang saja bisa mengenal Tempe Dangdut, mengapa kita malah melupakan?
Labels:
Indonesia-ku
Subscribe to:
Posts (Atom)










































