30 December 2017

[Sinopsis] Tunnel [Korean Movie] [part 1]



Chingu deul, sudah pada nonton drama Tunnel belum? Kalau kalian kdrama freak, harusnya sudah heheh. Soalnya dramanya keren. Two thumbs up! Pilihan drama yang tepat oleh Choi Min hyuk setelah dia wamil.

Eh tapi di postingan ini saya bukan mau menuliskan sinopsis tunnel yang itu. Tapi Tunnel kmovie. Yup, Tunnel movie dirilis tahun 2016. Dan genrenya jauh beda dengan Tunnel drama ya.

So, the story was started like this....


Lee Junsu sedang mengisi bensinnya. Kebetulan yang isi itu sudah tua dan rada budeg. Jadinya dia mengisi bensin lebih banyak dari permintaannya. Sepertinya sih sampai full tangki soalnya harga yang harus dia bayar sangat mahal. Petugas lain yang ada di sana segera meminta maaf kepada Junsu sembari menjelaskan kalau bicara sama si bapak memang harus keras suaranya. Walau tadi sempat kesal, tapi Junsu memaafkan.



Dan sebelum meninggalkan pom bensin, si bapak manggil dia. Dia bilang air mineralnya ketinggalan. Dia pun dengan tergopoh-gopoh mengantarkan air 2 botol itu ke Junsu. Junsu yang kembali terhenti menerimanya dan langsung melemparkannya ke jok belakang, bersama satu kotak kue tart.

Perjalanan dilanjutkan sambil dia menelepon (hpnya dicas) istri dan kliennya (dia bekerja sebagai sales mobil). Tidak ada informasi yang cukup penting kecuali bahwa anaknya minta hadiah anak anjing.


There is a tunnel ahead.

Junsu masuk ke dalamnya. Saat mencari nomor lain untuk ditelepon, tiba tiba dia mendengar suara berdentum. Awalnya seperti guntur tapi makin lama makin keras. Dia mulai cemas. Dia melihat ke depan, belakang. Tak ada mobil lain. Dan tiba-tiba, lampu terowongan mati. Gelap gulita!


Untungnya setelah beberapa saat, lampu kembali menyala. Tapi tiba-tiba, langit terowongan di belakangnya runtuh!!!!


Di depannya juga sama!!! Dan semuanya kembali gelap.


Junsu akhirnya membuka matanya. Wajahnya sudah dipenuhi debu dan pasir. Mobilnya penyot tertimpa beton dari langit-langit terowongan. Di sekelilingnya adalah batu dan beberapa ujung besi mencuat dari balik reruntuhan. Dia mencari hpnya (yang untungnya juga selamat) lalu segera menghubungi 119.



Tapi, sayang tak ada sinyal >_< Dia mengulurkan tangannya ke sekitar tempat duduknya, berharap bisa mendapatkan sinyal. Dapat! Di jok belakang.


Tapi begitu dia mau bergerak, pasir kembali berjatuhan dan terdengar bunyi berderak dari atas mobilnya. Dia diam sejenak, berpikir. Dia lalu menarik tuas di tempat duduknya agar seatnya bisa mundur ke belakang. Sayang. Karena banyak puing, seatnya tidak bisa mundur terlalu jauh ke belakang. Tapi tak apa. Setidaknya dia bisa mendapatkan sinyal. Junsu melaporkan kepada petugas bahwa ada terowongan runtuh. Si petugas tidak bisa mendengarnya dengan baik. Dia memintanya berbicara lebih keras!


“Terowongan! Terowongan!”

“Maksud Anda longsor batu di dalam terowongan?”

“Bukan. Terowongannya runtuh! Baru saja.”

“Runtuh?”

“Ya, tolong segera selamatkan aku.”

Si petugas menanyakan terowongan yang Junsu maksud. Junsu butuh waktu sesaat untuk mengingat nama terowongannya. “Hado. Terowongan Hado.” Jawabnya begitu dia mengingatnya.

Si petugas lalu memberikan kepada petugas utama yang kemudian kembali memperjelas laporan Junsu. “Maksud Anda bebatuan menimpa mobil Anda?”

“Bukan cuma batu. Terowongannya runtuh! Sekarang aku dikelilingi bebatuan.”

“Sejauh mana runtuhnya?”

“Parah, Pak. Aku terkubur di bawah bebatuan sekarang. Pak, bisakah kau berhenti bertanya dan segera datang menolongku?”

Sebelum memutuskan teleponnya, si petugas meminta Junsu untuk menunggu di tempat yang aman.

“Tempat aman apanya...”


Junsu lalu menggunakan lampu flash hpnya untuk melihat sekitarnya. Bebatuan, kaca pecah, dan gelap. Dia mengambil air botol dan meneguk 3/4 nya. “Kalau saja dia mengisi sedikit saja tadi, aku pasti tidak akan terjebak di sini.” Yang dia maksud adalah Bapak petugas pom bensin. Karena dia mengisi penuh, makanya tadi dia cukup lama menghabiskan waktu di pom bensin.



Sebuah mobil petugas penyelamat tiba di lokasi. Sepertinya mereka meremehkan laporan Junsu karena hanya mengirim satu mobil penyelamat. Dan begitu mereka tiba, semua petugas ternganga melihat apa yang ada di hadapan mereka.


Heol!!!!

0 comments:

Post a Comment