13 October 2012

[Sinopsis] Nice Guy Episode 10


Ma roo terus berjalan dan tiba di tempat Eun gi menggambar. Dia awalnya tidak mempedulikan anak-anak tersebut tapi ketika dia mendengar seorang wanita menyebut namanya, dia berhenti.





Kedua anak itu mengejek Eun gi yang salah dalam menulis nama Ma roo. Eun gi berkata kalau dia menulis Kang Ma roo tapi kenyatannya dia menulis Kang Roo Ma. Kedua anak itu menertawai Eun gi yang sudah besar tapi tidak bisa mengeja.



Ma roo berbalik.




Eun gi memperbaiki tulisannya. Tapi tetap saja salah. Kali ini dia menulis Roo Kang Ma. Kedua anak itu berkata kalau Eun gi benar-benar bodoh. (Wah kalau Eun gi yang dulu, pasti nih bocah tidak bakal selamat heheh. Tapi Eun gi yang ini malah kasihan ngelihatnya).

Ma roo kemudian mendekat dan menuliskan namanya. Eun gi melihatnya dan berkata, “Ah jadi ini tulisan yang benar. Aku baru ingat.”



Sekertaris Hyun sudah kembali tapi dia tidak mendapati Eun gi. Dia mulai panic dan berteriak memanggil Eun gi. Dia bertanya pada Jae suk yang baru keluar dari WC umum. Jae suk berkata kalau gadis yang dicaria Sekertaris Hyun sepertinya melihat sesuatu di sebelah sana. Sekertari Hyun pergi ke tempat yang ditunjuk Jae suk sambil berteriak, “Direktur…Direktur…” Jae suk merasa masih ada yang tidak beres dengan perutnya jadi dia kembali ke dalam WC.


Eun gi memperlihatkan kepada Ma roo foto mereka berdua bersama. Eun gi menjelaskan bahwa dia kehilangan ingatannya. Bahkan mempelajari namanya sendiri pun sangat sulit. Yang dia miliki hanya kamera itu dan semua fotonya adalah foto Ma roo.

Eun gi melanjutkan bahwa wanita yang merawatnya lah yang memberitahukan kepadanya bahwa pria di foto-foto itu adalah Ma roo. Karena itu dia datang untuk menemui Ma roo.



“Sebelum melihatmu, aku tidak tahu siapa Kang Ma roo, siapa pria yang ada di foto ini. Tapi setelah melihatmu, aku ingat,” ucap Eun gi. Eun gi mendekati Ma roo. “Aku ingat siapa kamu sekarang. Kita…saling mencintai kan?” Tanya Eun gi. Ma roo tidak berkata apa-apa dan hanya memandang Eun gi. Air matanya menggenang (aduuh peluk saja langsung heheh).


Tiba-tiba Sekertaris Hyun datang dan memanggil Eun gi (aaahh ada pengganggu). Ma roo langsung mengendalikan dirinya lagi.


Skertaris Hyun berlari mendekatinya. Dia menangis karena mengira Eun gi menghilang (kasihan juga dia. Berusaha mati-matian melindungi Eun gi). Dia menghapus air matanya lalu menyapa Ma roo dan memperkenalkan dirinya sebagai sekertaris Eun gi. Dia menebak kalau Ma roo pasti terkejut karena bertemu dengan Eun gi.



“Aku yang menemukanmu. Aku yang mengenalimu pertama kali, Kang Ma roo,” ucap Eun gi. Dia terlihat senang.



Eun gi sudah ada di rumah Ma roo. Dia melihat beberapa benda di rumah itu lalu menyebutkan namanya. Dia semakin yakin bahwa dia pernah ke tempat itu sebelumnya karena dia bisa mengingat semua benda tadi. Jadi dia meminta mereka untuk bersabar karena ingatannya pasti bisa segera kembali.


Sekertaris Hyun menjelaskan bahwa otak Eun gi terluka karena kecelakaan itu. Dan itu tidak hanya membuatnya kehilangan ingatannya tapi juga semua yang telah dia pelajari ikut menghilang. Itulah sebabnya mengapa Eun gi salah menuliskan nama Ma roo. Ma roo terkejut mendengar informasi itu.



Sementara itu Eun gi duduk dan memperhatikan sekeliling seperti anak kecil. Dia mencoba mengingat satu per satu apa yang ada di rumah itu.



Karena keadaan Eun gi yang tidak baik itu, Sekertaris Hyun menyembunyikan Eun gi. Jika Jae hee sampai mengetahui keberadaan Eun gi dengan keadaannya yang seperti itu, makan akan sulit untuk mengembalikan Eun gi ke tempatnya semula, bahkan mungkin nyawa Eun gi bisa terancam.

Sekertaris Hyun yakin kalau meninggalnya Presdir Seo ada kaitannya dengan Jae hee. Walau dia tidak punya bukti, dia yakin akan hal itu.


Eun gi masih sibuk mengelilingi halaman dan Ma roo memperhatikannya.



Sekertaris Hyun berkata bahwa sebenarnya dia ingin menyembunyikan Eun gi dari siapa pun sampai Eun gi bisa sembuh. Tapi kemudian dia melihat kamera tersebut di dalam mobilnya. Dia terus menerus meminta untuk bertemu dengan Kang Ma roo. Menurut dokter, pertemuan Eun gi dengan Ma roo dapat mempercepat pemulihan ingatan Eun gi. Oleh karena itu, dia datang untuk meminta bantuan Ma roo.


Ma roo lalu bertanya kenapa harus dia yang membantu EUn gi (Mulai lagi deh si Ma roo bersikap dingin padahal sejak tadi jelas-jelas dia selalu memperhatikan Eun gi dengan wajah khawatir saat mendenagrkan penjelasan dari Sekertaris Hyun).

Sekertaris Hyun menjawab bahwa Ma roo adalah satu-satunya orang yang Eun gi percayai dan juga cintai. Ma roo berkata kalau itu bukan urusannya.



Dia mendekati Eun gi yang duduk sambil memegangi kepalanya.

Ma roo berkata bahwa Eun gi menemui orang yang salah karena mereka sama sekali tidak punya hubungan.

“Kau bilang kita saling mencintai. Kita?” Ma roo tersenyum sinis. “Karena kita berfoto bersama, apa itu lantas membuat kita sebagai sepasang kekasih?”

Ma roo kini berbicara pada Sekertaris Hyun, “Selain itu, aku tidak punya waktu untuk mengurus perebutan kekuasaan orang lain.”

Sekertaris Hyun menjawab bahwa itu bukan perebutan kekuasaan tapi itu memang posisi yang seharusnya ditempati oleh Eun gi.


Tiba-tiba Jae suk datang. Dia mengenali Sekertaris Hyun saat tadi dia mencari-cari Eun gi. Dia bertanya apa Sekertaris Hyun sudah berhasil menemukan wanita yang dia cari.



Eun gi menoleh untuk melihat siapa yang datang tapi Ma roo segera menyembunyikan wajah Eun gi agar Jae suk tidak melihatnya (tuh kan otomatis melindungi Eun gi? Kenapa coba? Karena sayang tuh, takut kalau Eun gi akan berada dalam bahaya).



Jae suk bertanya bagaimana mereka bisa mengenal Ma roo. Dia berjalan sambil mendekati Ma roo. Ma roo langsung memeluk Eun gi. Jae suk menegurnya. Ma roo berkata kalau dia punya urusan dengan wanita yang ada di pelukannya. Jadi dia meminta Jae suk untuk datang lain kali.


Jae suk berkata bahwa dia akan mencarikan tempat yang bagus untuk Ma roo. Tapi Ma roo menatapnya tajam. Jae suk mengalah dan menyuruh Ma roo agar menghubunginya begitu urusannya dengan wanita itu selesai. Dia juga menyuruh Sekertaris Hyun agar meninggalkan mereka (Ma rood an Eun gi, red). Tapi sekertaris Hyun berkata kalau dia akan pergi nanti.


Jae suk merasa aneh dengan apa yang baru saja dia lihat.


Begitu Ma roo merasa Jae suk sudah agak jauh dari rumahnya, dia langsung melepaskan pelukannya dan mendorong tubuh Eun gi menjauh. Dia mengizinkan Sekertaris Hyun dan Eun gi untuk tinggal beberapa saat dirumahnya tapi dia harus pergi. Eun gi menahannya.

Eun gi bertanya apa Ma roo malu karena keadaan dirinya yang sekarang (karena Eun gi seperti orang bodoh yang tidak tahu apa-apa). Apakah karena keadaannya, makanya Ma roo tidak ingin bicara dengannya? Dia meminta Ma roo agar bersabar. Dia akan berusaha sangat keras agar segera sembuh.


Tapi Ma roo kembali bersikap dingin (aduh…hidup Ma roo memang penuh kepura-puraan. Mengatakan hal yang sama sekali tidak dia inginkan). Dia mengingatkan Eun gi bahwa mereka tidak punya hubungan apa-apa, selain seperti yang ada di foto. Dulu, mereka hanya mengenal untuk waktu yang singkat.


Eun gi kembali menahan Ma roo saat dia bernia ingin pergi.

“Tapi hati ku tahu. Hatiku mengingatmu. Hati ini, mengingatmu,” ucap Eun gi.


Ma roo berkata pada Sekertaris Hyun bahwa seharusnya dia membantu Eun gi menulis novel. Ma roo menepiskan tangan Eun gi dan pergi meninggalkan Eun gi yang terlihat sedih.


Sekertaris Hyun mengomel. Dia menyebut Ma roo sebagai orang yang kurang ajar. Dia yakin kalu dulu Eun gi bisa membedakan orang baik dan buruk. Tapi mengapa Eun gi bisa jatuh cinta pada pria itu (yah namanya juga cinta itu buta heheh).


Eun gi terduduk. Dia memukul-mukul kepalanya karena marah (saya sangat kasihan melihat Eun gi di scene ini). Sekertaris Hyun berusaha menghentikan Eun gi. Dia meyakinkan Eun gi bahwa itu bukan kesalahannya. Mereka hanya salah menemui orang. Tapi Eun gi berkata bahwa dia mengenal orang itu. Dia juga mengingatnya. Dia benar-benar mengingat Ma roo.


Eun gi dan sekertaris Hyun pulang. Eun gi beberapa kali berbalik ke arah rumah Ma roo.

Ternyata Jae suk belum pergi. Dia mengawasi Eun gi dan sekertaris Hyun. Dia teringat saat Sekertaris Hyun berkeliling mencari Eun gi sambil berteriak, “Direktur! Direktur!”. Dia juga ternyata semapt melihat wajah Eun gi saat Eun gi menoleh tadi. Jae suk mengeluarkan selebaran yang ada foto Eun gi. Dia yakin wanita yang bersama Sekertaris Hyun adalah Eun gi. Dia pun mengikuti mereka.



Jae hee sedang rapat. Jae suk menelepon Pengacara Ahn tapi dia tidak menjawab. Jae hee sedang mendengarkan presentasi tentang proyek Tae san di pulau Jeju yang sudah dilakukan sejak 3 tahun yang lalu. Jae hee terlihat suka tapi saat dia tahu kalau penanggung jawabnya adalah Eun gi, raut wajahnya berubah. Dia langsung meminta agar proyek itu segera dihentikan padahal keberhasilan proyek itu tinggal selangkah lagi. Semua langsung kasak kusuk.



Jae hee menyarankan agar proyek hotel itu dipindahkan ke daerah lain saja. Tapi yang memberikan presentasi berkata bahwa butuh perjuangan besar dari Eun gi untuk membuat proyek itu berhasil sampai ke titik yang sekarang. Selain itu, mereka tidak bisa menghentikan proyek itu begitu saja tanpa izin.

“Izin?” potong Jae hee. “Izin siapa? Seo Eun gi yang sudah hampir setahun menghilang?” si presententer berusaha menjelaskan menjelaskan tapi dia juga tidak tahu harus berkata apa. Jae hee berkata bahwa dia paham. Kalau memang seperti itu aturannya, dia tidak bisa berbuat apa-apa walaupun sekarang dirinya adalah Presdir Grup Tae San.

Jae hee berdiri dan berkata kalau repat hari itu sudah selesai dan meninggalkan ruangan. Pengacara Ahn menyusulnya.


Jae hee bertanya ada berapa banyak proyek yang berhubungan dengan Eun gi. Pengacara Ahn menjawab ada 5. Jae hee tidak sabar menunggu rapat dewan direksi karena dia ingin mengusulkan sesuatu. Pengacara Ahn bertanya usulan seperti apa yang ingin Jae hee ajukan.

“Pengusulan untuk pemecatan Direktur Tae San Seo Eun gi,” jawab Jae hee. Jae hee merasa geram dengan aturan yang ada karena masih harus bergantung pada orang yang sudah tidak ada lagi di dunia ini (hah, itu kan anggapanmu seorang Han Jae hee?)
Pengacara Ahn berkata bahwa sebagian besar dewan direksi mendukung Eun gi jadi usulan itu tidak akan mungkin disetujui.

“Mungkin atau tidak mungkin, kita lihat nanti,” ucap Jae hee.



Sekertaris Hyun dan Eun gi tiba di depan sebuah rumah. Eun gi meminta Sekertaris Hyun masuk lebih dulu. Dia tidak akan lari. Dia hanya perlu waktu untuk berpikir, semenit pinta Eun gi. Sekertaris Hyun berkata kalau dia akan menunggu Eun gi di dalam. Kalau dalam semenit Eun gi tidak muncul, maka dia akan keluar. Eun gi mengangguk.


Eun gi mengingat perkataan Ma roo bahwa mereka bukanlah sepasang kekasih. “Pembohong,” ucap Eun gi lalu memegang dadanya. Eun gi menghela nafas lalu masuk ke dalam rumah.


Dari jauh Jae suk merekam Eun gi. Dia kemudian menghubungi Pengacara Ahn (nama Pengacara Ahn di hp Jae suk adalah ‘kaki tangan Jae hee’ hahah). Tapi teleponnya tidak diangkat. Jae suk mengomel bahwa mereka akan sangat menyesal karena ini.

Begitu Jae suk pergi, Pengacara Park datang. Dia membawa seikat bunga.



Kamar Eun gi penuh tempelan perkalian dan hapalan kosa kata. Di dindingnya juga ada tulisan namanya dan nama Ma roo. Eun gi sedang belajar menulis. Seseorang mengetuk pintu.


Eun gi bertanya pada orang yang mengetuk tadi apa benar dulu dia adalah wanita yang cerdas. Pengacara Park membenarkan bahkan menurutnya Eun gi adalah anak ajaib. Eun gi tersenyum saat tahu kalau ternyata orang yang mengetuk pintu adalah Pengacara Park.
Pengacara Park menyerahan bunga yang dibawanya dan menanyakan pelajaran Eun gi. Eun gi menjawab kalau biasa saja. Pengacara Park menyemangati Eun gi. Dia berkata bahwa jika Eun gi sudah sembuh, ada banyak hal yang harus dia katakan kepadanya. Eun gi merasa penasaran dan meminta Pengacara Park mengatakannya saja sekarang. Pengacara Park menolak dan berkata nanti saja begitu Eun gi bisa menerima semua yang akan dia katakan, tanpa ada lagi yang perlu disembunyikan.

Eun gi menatap tulisan namanya dan Ma roo. Dia merasa ragu apakah dia bisa kembali lagi seperti dirinya yang dulu. Pengacara Park meyakinkannya. Eun gi mengangguk dan melanjutkan pelajarannya.


Ma roo sedang bersama Tuan Jeong. Tuan Jeong menangis. Ma roo menunggu. Tuang Jeong mengeluarkan sebuah FD dari saku jasnya. Ma roo ingin mengambil FD itu tapi untuk sesaat Tuan Jeong enggan menyerahkannya tapi akhirnya Ma roo mengambilnya.

Tuang Jeong menangis lagi. Dia berkata bahwa dirinya bukanlah manusia. Demi menghidupi keluarganya, dia sampai tega mengkhianati perusahaannya. Ma roo menghiburnya. Dia berkata tidak ada yang perlu disesali oleh Tuang Jeong. Demi istrinya yang sekarat dan anak-anaknya, hati nurani dan prinsip terkadang perlu disingkirkan.



Tuan Jeong berkata bahwa dia akan menerima karma karena apa yang dia lakukan. Ma roo berkata dia tidak percaya kalau Tuhan itu memang ada (weleh weleh…Ini jangan ditiru y chingu) Kalau memang Tuhan ada, DIA tidak akan membiarkan dunia jadi seperti ini.


Ma roo berkata kalau dia sudah tidak bisa minum. Jadi dia pamit. Sebelum pergi dia memberitahu Tuan Jeong bahwa jika nanti dia mendengar berita bahwa Kang Ma roo terkena petir, maka percayalah kalau Tuhan itu ada (hati-hati loh Ma roo. Ucapan adalah doa).

Dalam perjalanan Ma roo menerima telepon dari seseorang. Dia meminta Ma roo segera ke RS. Jika tidak, dia akan menghubungi Choco dan menceritakan semuanya.


Yang menelepon Ma roo adalah seorang dokter, senironya saat masih kuliah. Dari dokter itu kita bisa tahu kalau ternyata ada pendarahan di otak Ma roo karena ada artery yang rusak akibat kecelakaan itu. Ma roo harus segera dioperasi. Si dokter memarahi Ma roo karena dia yakin kalau sebenarnya Ma roo tahu akan hal itu. Hanya saja dia tidak pernh ke RS jika kepalanya sakit atau muntah-muntah. Ma roo terlihat cuek dengan perkataan senironya itu.


Si dokter menyarankan agar Ma roo segera di operasi untuk menghentikan pendarahan itu. Ma roo berkata bahwa dia harus memikirkannya dulu. Menurutnya setelah dioperasi, aka nada efek samping seperti kelumpuhan, infeksi, atau bahkan tidak sadar sama sekali. Ma roo tidak mau mengambil resiko sebesar itu.

Si dokter mengingatkan apa Ma room au meninggal saat sedang berpikir. Ma roo berkata bahwa resiko kematian sekitar 20%. Tapi sambil bercanda Ma roo berkata bahwa dirinya adalah pria yang tidak punya nasib baik. Jadi persentasinya pasti lebih besar dari 20% itu.


“Ma roo-ah,” panggil si dokter. Dia ingin Ma roo berhenti bercanda. Ma roo menenangkan seniornya itu. Dia berjanji akan dioperasi. Tapi dia harus menyelasaikan beberapa urusan terlebih dahulu. Setelah itu, dia akan kembali. Jadi dia meminta agar si dokter memberikannya obat penghilang rasa sakit (merecap scene membuat saya menghela nafas panjang. Sepertinya harus mempersiapkan kemungkinan terburuk pada akhir episode T_T)



Eun gi menulis diary.

“Hari ini aku bertemu Kang Ma roo. Aku bisa langsung mengenalinya. Tapi dia terus berbohong…”

Eun gi berhenti lalu merobek halaman itu.



Eun seok juga menulis di bukunya. Jae hee membacanya.

“Ibu sibuk tiap hari jadi dia tidak bisa bermain denganku. Dia tidak lagi membacakan buku untukku. Aku merindukan Eun gi noona. Akan menyenangkan kalau dia pulang dan bermain denganku.”


Eun seok selesai mandi. Jae hee memakaikan lotion ke wajah Eun seok sambil bertanya mengapa Eun seok rindu kepada kakaknya padahal kakaknya itu tidak suka padanya, bahkan sering memarahi dan berteriak kepada Eun seok. Dengan polosnya Eun seok menjawab bahwa bagaimana pun Eun gi adalah kakaknya.

Eun seok bertanya apa ibunya tidak merindukan Eun gi. Jae hee tersenyum dan menjawab kalau dia rindu tapi kalau Eun gi pulang, maka mereka dalam bahaya.


Eun seok bertanya kenapa bisa demikian. Jae hee tersenyum dan menenangkan anaknya. Dia memluk Eun seok. “Jangan berharap kakakmu kembali. Kalau dia kembali, mungkin, akan sulit bagimu.”

“Aku akan melakukan apa pun agar dia tidak kembali,” kata Jae hee di dalam hatinya.



Ma roo pulang. Di pintu pagarnya dia melihat sebuah catatan tertempel.
“Kang Ma roo, jika nanti kau mengingatku, telepon aku. Seo Eun gi 010-1124-4211”


Ma roo masuk ke rumahnya. Di halaman Jae gil duduk sendiri.

Jae gil melemparkan kaleng minuman kepada Ma roo. Dia bertanya apa seharian ini Ma roo kembali menipu orang-orang lemah dan tidak berdaya.

Ma roo tidak menjawab. Dia hanya bertanya dimana Choco.

“Dia pergi,” jawab Jae gil, singkat. Ma roo kaget mendengarnya.

Jae gil memberitahu Ma roo bahwa Choco sudah mengepak semua pakaiannya dan pergi. Selain itu, dia tidak mau lagi menerima uang kotor dari Ma roo. Siang tadi, Choco menarik semua uang asuransi yang Ma roo berikan untuknya dan memberikannya kepada ayah siswa yang datang ke rumah mereka beberapa hari yang lalu. Dengan uang itu, ayah si siswa bisa diobati. Dia juga akan menggunakan uang itu sebagai modal untuk membuka toko.

Ma roo bertanya mengapa Jae gil tidak mencegahnya.


“Untuk apa aku menghentikannya. Aku malah salut dengan apa yang dia lakukan,” jawab Jae gil. Ma roo marah dan meraih kera baju Jae gil. “Aku tidak tahu dari mana anak itu mempelajarinya, tapi dia punya akal sehat. Aku tidak mengerti bagaimana kau bisa punya adik sebaik dia,” lanjut jae gil.

Ma roo marah dan bertanya apa Jae gil tidak tahu apa yang sudah dia lakukan agar mendapatkan uang itu. Jae gil menjawab bahwa dia tahu semuanya.

“Menjual tubuhmu saja sudah cukup. Tapi ini, kau mendapatkannya dengan menjual jiwamu. Kalau kau adalah dia, apa kau mau memakai uang itu? Aku lebih memilih mati,” ucap Jae gil. Ma roo memukul wajah Jae gil. Saking kerasnya kepala Jae gil sampai membentur pinggiran tempat duduk mereka. Ma roo terlihat menyesal dengan apa yang sudah dia lakukan.


Jae gil memutuskan untuk meninggalkan rumah Ma roo. Sejak pulang dari rumah si siswa, Jae gil merasa menghirup udara yang sama dengan Ma roo jadi terasa sangat berat. Jae gil pergi.



Jae gil menemui Choco di tempat pemandian umum. Wajah Choco terlihat pucat. Chock beralasan kalau hatinya sakit karena itu badannya juga ikut sakit. Dia kemudian menanyakan keadaan kakaknya kepada Jae gil. Jae gil berkata kalau memang dia khawatir, kenapa dia sampai pergi meninggalkan rumah. choco menjawab bahwa dia melakukan itu agar kakaknya bisa sadar akan perbuatannya.

Jae gil menasehati Choco bahwa seharusnya Choco tidak pergi meninggalkan kakaknya. Walaupun seluruh dunia mengkritik, menghina, dan menyalahkan kakaknya, Choco adalah orang yang seharusnya tetap berada di sisi Ma roo. Dia meminta Choco berpikir dari sisi Ma roo. Dia yakin kalau Ma roo juga tidak senang dengan pekerjaannya sekarang. Dia juga menyesalkan sikap Choco yang langsung saja memberikan semua uang hasil kerja keras Ma roo kepada bapak si siswa. Choco memintanya berhenti memihak kakaknya.

“Baiklah, Ma roo adalah iblis dan kau malaikat. Lakukanlah semaumu,” Jae gil menyentil dahi Choco sebelum pergi.



Ma roo tinggal sendiri. Seseorang meneleponnya tapi dia mematikan hp nya (saya tidak tahu siapa yang menelepon karena tulisan di hp Ma roo tidak terlihat jelas). Dia melihat kembali catatan Eun gi.

Eun gi menyatukan kembali halaman yang tadi dia sobek dengan isolasi.


Jae hee tertidur di samping ranjang Eun seok.

Ma roo tidak masuk ke kamarnya dan hanya berbaring di halaman.



Jae suk membuat keributan di perusahaan. Petugas keamanan melapor kepada Pengacara Ahn yang baru saja datang bahwa Jae suk datang mencarinya.

Pengacara Ahn berniat memberikan uang kepada Jae suk tapi Jae suk berkata kalau dia bukan pengemis. Jadi Pengacara Ahn bertanya seberapa banyak yang dia mau. Jae suk menjawab bahwa dia tidak meminta dengan percuma.

Dia memperlihatkan rekaman Eun gi kepada Pengacara Ahn sambil berkata bahwa Pengacara Ahn dan Jae hee tidak akan bernasib baik kalau wanita itu kembali. Pengacara Ahn menanyakan tempat dimana Jae suk mengambil rekaman tersebut. Jae suk tertawa dan menjawab kalau Pengacara Ahn jadi dirinya, apakah dia akan menjawab pertanyaan Pengacara Ahn begitu saja.


Jae hee sedang berpikir di ruangannya. Seseorang mengetuk pintu.

Sekertaris Jo melaporkan bahwa para dewan direksi saat ini sangat terkejut karena mengetahu bahwa Seo Eun gi menulis Orient report untuk mengawasi mereka (saya kurang mengerti apa itu Orient report tapi sepertinya laporan tahunan gitu). Jae hee menanyakan dewan direksi yang mendukung Eun gi. Sekertaris Jo menjawab bahwa mereka lebih shock lagi. Tapi masih banyak diantara mereka yang masih meragukan laporan tersebut. Jae hee memegang kepalanya.

Penagcara Park menelepon Sekertaris Jo. Jae hee mengizinkannya untuk menjawab teleponnya. Pengacara Park minta bertemu dengan Sekertaris Jo.



Jae hee datang menemui Pengacara Park di ruangan Eun gi. Jae hee berkata bahwa dia memerintakan Sekertaris Jo untuk melakukan hal lain. Jadi dia yang menggantikannya untuk menemui Pengacara Park.

“Apakah hard disk komputer direktur SeoEun gi, kalian yang memindahkannya. Begitu juga dengan Oriental Report yang ada di dalamnya, apaka kaliah yang memberikannya kepada direksi?” Tanya Pengacara Park. Jae hee hanya tersenyum kecil. “Jadi jika semua direksi berbalik menentang Eun gi, kira-kira apa yang akan terjadi?” lanjut Pengacara Park. Dia percaya kalau Eun gi bukanlah pelakunya karena Eun gi langsung membuang laporan itu begitu dia menerimanya setelah kematian ayahnya. Karena itu, dia penasaran bagaimana caranya laporan yang sudah dibuang bisa kembali.

Jae hee mengingatkan ala san mengapa dia masih membiarkan Pengacara park bekerja di perusahaan itu padahal dia tahu kalau pada akhirnya Pengacara Park akan mengkhianatinya. Selain itu, Pengacara Park adalah orang yang bersemangat untuk bekerja dan juga pintar.

“Kau sudah tahu kan apa yang bisa aku lakukan agar hidupku menjadi lebih mudah. Seperti yang ayahmu lakukan,” ucap Jae hee. Dia juga meminta Pengacara Park agar menunjukkan sikap hormat kepadanya dengan tidak memanggil dirinya ‘Kau’.


Hari sudah pagi tapi Ma roo belum bangun. Dalam tidurnya dia teringat lagi kenangannya bersama Eun gi di pantai dan juga saat mereka tabrakan. Ma roo terbangun. Dia mencuci mukanya.



Sekertaris Hyun keluar. Sementara itu Jae suk ada di luar dan mengawasi rumah Eun gi. Saat sekertaris hyun sudah menjauh, dia keluar dari mobilnya.


Eun gi sedang memotret di halaman sambil belajar mengingat nama-nama benda. Sayang, kata awan dan film pun sulit untuk dia ingat.



Eun gi kembali melihat foto-foto Ma roo. Tiba-tiba bel berbunyi. Awalnya Eun gi tidak membuka pintu. Tapi kemudian Jae suk berkata bahwa dia datang karena dikirim oleh Kang Ma roo. Eun gi akhirnya membuka pintu. Jae suk memperkenalkan dirinya sebagai kakak Ma roo.

Jae suk berkata bahwa Ma roo mengirimnya untuk menjempu Eun gi karena ada hal yang ingin dia katakana kepada Eun gi. Tapi dia tidak punya banyak waktu. Jadi dia meminta Eun gi agar ikut bersamanya saat itu juga. Karena akan bertemu Ma roo, Eun gi merasa harus mengganti pakaiannya. Jadi dia meminta agar Jae suk menunggu sebentar.


Eun gi berlari ke dalam kamarnya dan memilih baju untuk dia kenakan. Dia juga memilih aksesoris yang akan dia kenakan. Dia terlihat sangat bahagia. Sementara itu Jae suk berkata bahwa tugasnya itu ternyata sangat mudah.



Pengacara Ahn melihat Jae hee yang sedang sendiri. Dia mengingat percakapannya dengan Jae suk. Jae suk bertanya jika dia bisa membuat Eun gi tidak kembali lagi ke Grup Tae San, berapa uang yang bisa dia dapatkan.

Pengacara Ahn mendekati Jae hee dan bertanya apa ada yang membuat Jae hee kahawatir. Jae hee menjawab tentu saja ada. Pengacara Ahn berkata bahwa dia sudah mendengar tentang kekacauan akibat Oriental Report. Laporan itu telah membuat perpecahan di dewan direksi. Jika terus berlanjut, maka keinginan Jae hee untuk memecat Eun gi dari jabatannya bukan lagi hal yang tidak mungkin.

Namun begitu, masih ada dewan direksi yang merasa perlu membalas kebaikan Presdir Seo dengan cara melindungi Seo Eun gi. Dan tidak akan mudah untuk mengubah pikiran orang-orang itu.



Jae hee berkata bahwa baginya tidak pernah ada kata mudah. Tapi pada akhirnya dia selalu berhasil, seperti sebuah keajaiaban.


Dalam perjalanan, Eun gi selalu tersenyum karena mengira akan segera bertemu Ma roo. Jae suk bertanya apa hubungan Eun gi dengan Ma roo. Eun gi menjawab bahwa mereka saling mencintai. Jae suk heran apa yang Eun gi begitu sukai dari Ma roo padahal dia lebih jelek dari dirinya (yang dimaksud Jae suk adalah sifat Ma roo). Eun gi dengan polosnya berkata bahwa Ma roo lebih tampan dari Jae suk hahah.

Jae suk memberikan sebuah minuman kepada Eun gi. Eun gi berterima kasih karenanya. Jae suk melirik Eun gi saat dia meminum minuman itu.


Sekertaris Hyun datang ke rumah Ma roo untuk menjemput Eun gi. Dia mengira Eun gi ada di rumah Ma rook arena Eun gi menulis pesan bahwa ada orang yang datang menjemputnya untuk bertemu Ma roo. Dia memperlihatkan pesan Eun gi kepada Ma roo.

Ma roo berkata bahwa dia tidak pernah menyuruh siapa pun untuk menjemput Eun gi. Sekertaris Hyun mulai panik. Ma roo bertanya siapa yang datang menjemput Eun gi.

Sekertaris Hyun menggeleng. Dia juga tidak tahu karena saat itu dia sedang ke pasar.

Ma roo yakin kalau orang itu mengenal dirinya. Ma roo tiba-tiba teringat saat Jae suk datang ke rumahnya dan Eun gi juga ada di sana. Saat itu, Eun gi sempat menoleh. Dia menghubungi Jae suk.


Jae suk sedang menghubungi seseorang yang bernama Chun Jeong. Dia berkata bahwa dia akan membawakan orang itu seorang wanita yang sangat cantik. Jadi dia meminta bayaran yang tinggi untuk itu. Eun gi tidak mendengar pembicaraan mereka karena sedang tertidur(sepertinya ada obat tidur yang Jae suk masukkan kedalam minuman yang dia berikan kepada Eun gi karena Eun gi tertidur pulas padahal suara Jae suk saat menelepon lumayan keras).

Ada panggilan yang masuk di hp Jae suk. Dari Ma roo. Jae suk berkata bahwa dia akan menghubungi Chun Jeong begitu dia sudah ada di kapal. Begitu jae suk menutup teleponnya dia pun langsung mematikan hp nya.


Ma roo mencoba menghubungi lagi hp Jae seuk tapi sudah tidak tersambung.



Sekertaris Hyun ingat bahwa setelah kecelakaan itu dia sudah memasang GPS di hp Eun gi. Jadi mereka bisa melacaknya. Ma roo merebut hp Sekertaris Hyun. Sekertaris Hyun bertanya apa mereka perlu melapor ke polisi. Ma roo berkata tidak perlu karena dia akan pergi mencari Eun gi.

Ma roo berlari menuju mobilnya sambil membawa hp Sekertaris Hyun. Sekertatir Hyun berteriak memanggil Ma roo. “Bagaimana kau bisa menghubungiku nanti?” tapi Ma roo tidak mngiraukannya.

Ma roo mengecek keberadaan Eun gi dan mulai mengendarai mobilnya. Ma roo masih mencoba menghubungi Jae suk tapi hp Jae suk masih belum aktif. Ma roo menambah kecepatan mobilnya.


Jae suk berhenti di sebuah mini market. Dia (maaf) buang air dan membeli sebuah kaset (sepertinya perjalanannya masih panjang). Eun gi masih tertidur.



Ma roo melacak keberadaan Eun gi. Dia sudah semakin dekat.


Ma roo tiba di tempat yang sama dengan Eun gi. Dia mulai mencari satu per satu di mobil yang parkir.



Ma roo kali ini mencoba menghubungi Eun gi lewat hp Sekertaris Hyun. Tapi Eun gi masih tertidur. Jaesuk membuka tas Eun gi dan mematikan hpnya. Dia memasang sabuk pengamannya dan mulai menjalankan mobilnya.



Dia lewat di belakang Ma roo. Untungnya dan tepat saat itu Ma roo membalikkan badannya. Dia sempat
melihat Eun gi yang sedang tertidur.


Dia pun menyusul mobil Jae suk dengan kecepatan penuh (adegan ini harus cingu nonton sendiri biar merasakan sendiri keseruannya heheh).

Ma roo berhasil menyusul Jae suk. Dia menyuruh Jae suk menghentikan mobilnya tapi Jae suk malah menambah kecepatannya. Ma roo juga membunyikan klakson mobilnya keras-keras tapi Eun gi tidak bangun-bangun (gemeeeesssss…)



Ma roo akhirnya memutuskan untuk menyalip mobil Jae suk dan berhenti didepannya. Jae suk mengerem mendadak mobilnya. Itulah yang berhasil membuat Eun gi terbangun.



Ma roo keluar dari mobilnya. Eun gi senang melihatnya.

Episode 11

12 comments:

  1. huwaaaaaa..... cepet bangetupdatenya. thanks sinopsisnya. bacanya aja geregetan apalagi nontonnya.juga ada firasat buruk bakal sad ending. huffftt

    ReplyDelete
    Replies
    1. cepat tdknya sebenarnya tergantung y upload videox. Semoga next week video ber sub eng nya juga bs cepat diupload supaya buat sinop-nya juga bisa cepat.

      Delete
  2. wahhhhhh,,, thanks keren lebih update sinopsisx,,, fighting ditunggu sinops selanjutx,,,

    ReplyDelete
  3. aaaaaa.....khawatir bakal sad ending

    tp walaupun bgtu masih pengen tetap berharap bakal happy ending

    ReplyDelete
  4. Semoga. Kira2 kalau kita buat petisi ke sutradara, bakal didengerin g ya? *ngarep..

    ReplyDelete
  5. seru......bikin penasaran jadi geregetan hehehe

    thanks you diana ^__^

    ReplyDelete
  6. uwaah.. gak sabar mau lihat sinopsis selanjutnya..
    *berharap semoga happy-ending
    thanx ya untuk sinopsis nya..
    fighting ^^

    ReplyDelete
  7. lanjut okay... ku selalu mendukungmu... ayo cemungut.. thank's up datenya.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih ^^ Terimakasih jg dah mampir dan ngasih spirit buat ngelanjutin nulis sinopnya :)

      Delete
  8. Ka diana mksiih yaa update sinopsis nice guy nya.. walaupun skrg lg nonton dvd nya sampai episode 13 tapi aq tetep suka baca sinopsisnya lagi hehheee..Joong ki oppa emang ganteng bgt jadi smangat nontonnya..Ah-ja fighting...!

    ReplyDelete