27 October 2012

[Sinopsis] Nice Guy episode 13 part 3



Tanpa sengaja Ma roo bertemu Pengacara Park di perusahaan. Pengacara Park bertanya mengapa Ma room au mengakui perbuatannya sendiri kepada Jaksa Choi. Apa dia sadar hukuman seperti apa yang akan menunggunya? Ma roo dengan santai menjawab bahwa dia sendiri juga tidak tahu.

“Kang Ma roo-shi,” panggil Pengacara Park. Dia ingin Ma roo tidak asal menjawab pertanyaannya.

“Anda pernah bilang kalau aku berhasil mengembalikan Eun gi ke posisinya, Anda akan memberikan setengah Tae San kepadaku kan? Karena imbalannya sangat besar, tentunya aku juga perlu mempertaruhkan hidupku.”



Saat akan pergi, keduanya bertemu Jae hee dan Pengacara Ahn. Jae hee berbasa-basi dengan bertanya apa mereka pulang dengan selamat kemarin. Ma roo mengiyakan. Jae hee kembali bersikap manis dengan berkata bahwa dia sangat sedih karena tidak akan bisa lagi bertemu dengan Ma roo di perusahaan (Ingat kan kalau Ma roo sudah mengundurkan diri dari perusahaan).

“Namun begitu, senang bertemu denganmu hari ini,” ucap Jae hee sambil mengulurkan
tangannya.





Ma roo menyalaminya sambil berkata, “benarkah? Tidak usah berpura-pura. Dengan adanya kamera CCTV, kami sedang mencari siapa orang mencurigakan yang pernah masuk ke rumah kami. Selain itu, FD dan hardisk yang ditemukan di rumah ku akan diselidiki kembali. Dan juga, aku merasa kalau aku harus memberitahukan kepada media sudah seberapa jauh perkembangan penyidikan atas kasusku. Karena itu, sore ini aku akan bertemu dengan mereka. Kalau media tahu, aku bisa dengan mudah membalikkan keadaan. Apa yang tersembunyi dengan rapih, akan terbuka dengan sendirinya.



Eun gi kembali menemui dokter Seo. Dokter Seo bertanya apa ada hal baru yang Eun gi ingat. Eun gi menceritakan tentang ingatannya saat dia mngendarai mobil di dalam terowongan. Dia melihat eksresi kesedihan, kemarahan, dan beberapa perasaan lain di dirinya saat itu.

Dokter Seo bertanya mengapa demikian.

Eun gi juga tidak tahu. Tapi yang Eun gi ingat dia sedang mengendarai mobilnya menuju mobil orang lain. Hanya saja dia tidak ingat siapa orang itu, dia juga tidak bisa melihatnya di dalam ingatannya. Yang Eun gi tahu, saat itu Eun gi mengubah jalurnya dan mempercepat laju mobilnya.

Dokter Seo kembali bertanya mengapa Eun gi melakukan itu.

Eun gi menutup matanya dan mencoba mengingat kejadian malam itu. Tapi dia tidak bisa mengingat apa pun.

Dokter Seo mengangguk. Dia berkata kalau pertemuan mereka untuk hari itu sudah cukup. Dia juga memberikan PR untuk Eun gi agar mengingat alasan mengapa dia sampai mengubah jalur mobilnya, dan siapa orang yang Eun gi lihat dalam ingatannya itu. Setelah Eun gi tahu, baru mereka akan bertemu kembali.



Pengacara Ahn menyuruh Sekertaris Jo untuk mencari laporan kesehatan Eun gi saat dia pertama kali menerima tindakan operasi setelah kecelakaan. Laporan itu perlu mereka periksa untuk mengetahui keadaan Eun gi yang sebenarnya. Pengacara Ahn curiga kalau-kalau laporan kesehatan Eun gi sudah dipalsukan. Jika keadaan Eun gi benar seperti dugaannya, dia sendiri juga akan memalsukan laporan itu.



Eun gi sedang duduk sendiri di kamarnya. Dia kembali berusaha mengingat kejadian pada malam dia kecelakaan. Kilasan bayangan yang muncul semakin panjang tapi wajah pengemudi mobil yang ada di depannya belum terlihat.

Bel rumah berbunyi.



Eun gi mengecek siapa yang datang. Jae hee (omo….). Eun gi terkejut saat mengetahui siapa yang mengunjunginya.



Hp Eun gi berdering. Eun gi menjawab telepon dari Ma roo. di telepon Ma roo kembali mengajak Eun gi untuk kencan bersama di akhir pekan nanti. Eun gi tidak menjawab tapi memberitahukan kedatangan Jae hee. Ma roo langsung melarang Eun gi untuk membuka pintu sampai dia datang. Ma roo berjanji akan segera tiba.

Begitu menutup telepon, Ma roo langsung tancap gas.

Jae hee terus menekan bel. Dia berkata bahwa dia tahu Eun gi ada di rumah. eun gi jadi bingung harus berbuat apa. Tapi akhirnya dia membuka pintu rumah (aduuuhhhh…..)


Jae hee membawakan sesuatu untuk Eun gi. dia juga memberitahu Eun gi bahwa dia kecewa dengan sikap Eun gi malam itu, saat dia pulang tanpa berpamitan dulu kepadanya. Dia menjelaskan bahwa dia merasa bersalah karena Eun gi salah paham kepadanya. Jae hee berkata bahwa dia sama sekali tidak tahu kalau Eun gi tidak suka dengan menu ikan laut yang dia sediakan (hah! Kojimal!).


Jae hee melihat rumah terlihat sepi. Dia beranya dimana Choco dan Jae gil. Eun gi heran bagaimana Jae hee bisa tahu tentang Choco dan Jae gil.

“Apa kau mengenal mereka?” Tanya Eun gi pada Jae hee yang sedang melihat-lihat foto Ma roo dan adiknya.

“Tentu aku kenal mereka,” jawab Eun gi tanpa menatap Eun gi.

Eun gi bertanya kapan mereka bertemu. Jae hee akhirnya menoleh dan menatap Eun gi. dia berkata kalau tentu saja dia pernah bertemu dengan mereka. Mereka kan adik dan teman Ma roo. Eun gi tidak mengerti ucapan Jae hee.


Jae hee berjalan mendekati Eun gi dan mengajak Eun gi pulang bersamanya. Walaupun merek tidak saling suka, tapi tinggalnya Eun gi di rumah Ma roo, yang bukan suaminya, bukanlah hal yang benar (well, I have to agree with this part but not the part that Eun gi must live with her).

Eun gi menjawab bahwa dia merasa nyaman di rumah itu. Jadi dia akan tetap berada di samping Ma roo. jae hee bertanya dari semua pria yang ada di bumi, mengapa harus Kang Ma roo.



“Apa kau tidak kenal pria lain? Hanya karena kau membenciku, karena ingin menghancurkan hidup ibu tirimu ini, mengapa kau sampai mau menghancurkan hidupmu juga? Jangan lakukan ini Eun gi-ah,” pinta Jae hee.


Ingatan Eun gi saat dia dan Jae hee beradu mulut langsung muncul. Percakapan itu terjadi saat Jae hee juga meminta Eun gi memutuskan hubungannya dengan Ma roo atas perintah Presdir Seo.


Eun gi memegang ujung meja agar dia bisa tetap berdiri.

Jae hee mendekat dan meraih tangan Eun gi.



“Walaupun aku tidak menyukaimu, tapi aku tidak membencimu. Kalau saja kau memperlakukan lebih manusiawi, kalau saja kau memperhatikan Eun seok seperti kemarin, maka kita tidak akan seperti ini. Aku tidak ingin kau terluka (she said bleed which means berdarah) karena aku,” ucap Jae hee.


Ingatan Eun gi saat mereka ada di kamar ganti Gym kembali muncul. Saat itu Jae hee mengingatkan Eun gi bahwa jika dia tetap berhubungan dengan Ma roo maka Eun gi sendiri lah yang akan terluka.

Eun gi mulai terlihat pucat.



“Eun seok terus mencarimu. Jadi, ayo pulang ke rumah Eun gi-ah,” ajak Jae hee.

“Ma roo-shi, kenapa kau tidak menyetujui hubungan kami?” Tanya Eun gi

“Ada apa dengan wajahmu? Apa kau sakit?” Tanya Jae hee. Dia mencoba menyentuh wajah Eun gi tapi Eun gi menyingkirkan tangannya.

“Aku tanya, mengapa kau sangat tidak menyukai Ma roo?” ulang Eun gi. “Aku sangat menyukainya dan tidak bisa hidup tanpanya. Tapi kenapa kau menentang hubungan kami?”


Ma roo membunyikan klaksonnya karena mobil di depannya jalannya sangat lambat.



“Apa kau bertanya karena kau tidak tahu? Karena kau benar-benar tidak tahu?” Tanya Jae hee. Eun gi mengangguk (aduuuhhh).

“Alasan Kang Ma roo mendekatimu, kau pastinya tahu kan? Kalau kau sudah tahu, kenapa kau masih saja…” Jae hee tidak menyelesaikan kalimatnya karena mulai khawatir melihat wajah Eun gi yang pucat. Kembali dia mencoba menyentuh wajah Eun gi tapi Eun gi lagi-lagi menahan tangan Jae hee.

“Aku tidak tahu. Aku benar-benar tidak tahu,” ucap Eun gi. “Aku tidak tahu alasannya mendekatiku. Tolong katakan padaku. Katakan apa alasan dia mendekatiku,” pinta Eun gi pada Jae hee.


Tiba-tiba ingatan Eun gi saat berbicara dengan Pengacara Park juga muncul. Saat itu Pengacara Park memberitahu masa lalu Ma roo kepadanya.



Eun gi sudah tidak tahan. Jae hee semakin khawatir. Dia mengajak Eun gi ke RS karena Eun gi bertingkah semakin aneh.

Eun gi terduduk sambil memegang kepalanya. Jae hee terus memanggilnya. Eun gi semakin tidak tahan dengan rasa sakit dikepalanya.


Tepat saat itu Ma roo datang. Dia langsung mendorong Jae hee menjauh dari tubuh Eun gi.

“Eun gi-ah..Eun gi-ah..sadarlah,” Ma roo berusaha menyadarkan Eun gi. tapi Eun gi tidak menjawab. “Seo Eun gi!” panggil Ma roo.



“Ma roo-ah,” panggil Jae hee.

“Pergilah,” jawab Ma roo. dia menoleh kepada Jae hee, “Aku bilang enyah kau dari sini.” Tatapan mata Ma roo is no kidding…



Ma roo mengangkat Eun gi dan membawanya ke RS. Sambil menyetir, Ma roo menggenggam tangan Eun gi yang sudah tidak sadarkan diri.


Sementara itu Jae hee masih berada di posisinya, terduduk di lantai.


Di RS, Ma roo dengan setia menjaga Eun gi. Dia mngusap pelan wajah Eun gi. dia menatap wajah Eun gi dan kembali menggenggam tangannya.


Di rumah, Choco dan Jae gil kena semprot Sekertaris Hyun. Sekertaris Hyun marah-marah dan kembali mengingatkan mereka berdua bahwa dia sudah meminta mereka untuk menjaga Eun gi karena malam sebelumnya dia sudah punya firasat buruk.

Choco membela diri dengan berkata bahwa dia hanya pergi sebentar karena agency nya memintanya untuk menyerahkan foto. “Ah, kenapa kejadiannya harus terjadi saat itu?” Choco kesal sendiri. Tapi Choco sadar kalau dia belum meminta maaf atas kesalahannya.

Sekertaris Hyun lalu menyerang Jae gil. Menurutnya seorang pengangguran harusnya tidak berkeliaran dan tetap tinggal di rumah. tapi Jae gil membantah bahwa justru seorang pengangguran itu harus sering keluar untuk mencipatakan link yang luas agar mempermudah dirinya mendapatkan pekerjaan.


Sekertaris Hyun mengomel tentang siapa lagi yang bisa dia percayai.

Jae gil berkata bahwa sejak awal dia sudah mempercayakan Eun gi pada mereka. Jadi, dia meminta Sekertaris Hyun agar percaya pada mereka hingga akhir. Apa yang terjadi hari ini memang karena kesalahan mereka. Jadi mereka berjanji, lain kali mereka akan terus mengawasi Eun gi tanpa berkedip sedikit pun (Yaksu?)

Sekertaris Hyun tidak berkata apa-apa.



Choco berbisik kepada Jae gil bahwa Sekertaris Hyun terlihat seperti Hulk terlebih saat marah (hahaha disempatkan untuk tertawa ^_^). Dialeknya juga lucu. Tapi kemudian Sekertaris Hyun menoleh kepada mereka dan berkata kalau dia bisa mendengar apa yang baru mereka katakan (*kaburrrr)

Kembali ke RS.



Ma roo masih terus menggenggam tangan Eun gi.



Eun gi terlihat gelisah. Dia kembali teringat kejadian malam dirinya kecelakaan. Siluet wajah pengemudi mobil yang ada di depannya sudah terlihat tapi wajahnya masih kabur.



Eun gi membuka matanya. Ma roo bertanya apa Eun gi baik-baik saja, apa Eun gi mengenali dirinya. Eun gi hanya menatap Ma roo.

“Maaf, aku datang terlambat,” ucap Ma roo. Eun gi hanya menatapnya lalu kembali menutup matanya.



Pengacara Park datang untuk melihat keadaan Eun gi tapi dia tidak jadi menemuinya saat dia melihat Ma roo mengusap lembut rambut Eun gi (Now you know he’s sincere, don’t you Pengacara Park?) Pengacara Park membalikkan badannya dan meninggalkan RS.


Ma roo masih terus menjaga Eun gi.


Jae hee minum seorang diri di ruangannya. Pengacara Ahn datang menemuinya. Jae hee mengajak Pengacara Ahn untuk minum bersamanya tapi Pengacara Ahn menolak. Dia bahkan menyingkirkan botol minuman yang ada di atas meja. Dia melarang Jae hee minum di dalam perusahaan walaupun saat ini perasaannya sedang tidak bagus. Dia berkata bahwa Jae hee terlihat lemah dan menyedihkan.


Pengacara Ahn menyerahkan laporan kesehatan dan buku catatan Eun gi kepada Jae hee. Pengacara Ahn menjelaskan bahwa laporan kesehatan Eun g itelah ditukar dengan sengaja oleh Pengacara Park. Jae hee tidak mengerti maksud ucapan Pengacara Ahn. Dia juga menanyakan alasan Pengacara Park melakukannya. Tapi kemudian Jae hee teringat sesuatu.

Dia langsung memeriksa buku catatan Eungi dan juga laporan kesehatannya.



“Menurut perkiraan saya, sepertinya Direktur Seo mengalami kerusakan otak yang parah. Kehilangan ingatan dan juga tidak mampu menulis serta membaca. Dia sedang menerima pengobatan dari dokter lain dan sekarang dia hanya berpura-pura kalau keadaannya baik-baik saja,” jelas Pengacara Ahn.

“Tidak mungkin,” kata Jae hee. Dia meletakkan kembali apa yang dia pegang.

“Berlindung di balik Kang Ma roo dan tidak pernah pergi tanpa dirinya, mungkinkah karena dia takut ketahuan?” lanjut Pengacara Ahn.


Jae hee kemudian teringat hari dimana Eun gi mampir ke rumah mereka dan menanyakan kamar ayahnya. Saat itu, dia bertanya mengapa Eun gi menanyakan sesuatu yang seharusnya sudah dia tahu. Dan yang menjawab adalah Ma roo, bukan Eun gi.


Dia juga teringat keanehan sikap Eun gi saat dia berkunjung ke rumahnya dimana dia bermain bersama Eun seok dan memakan makanan yang sebenarnya tidak boleh dia makan.

Jae hee menyadari sesuatu.



“Saat ini kita hanya memiliki pernyataan dari ahli, dan bukan bukti yang kuat. Jadi aku akan terus mencari. Jika kecurigaanku betul, aku ingin menyatakan bahwa Seo Eun gi tidak berkompeten untuk menjadi pewaris Grup TaeSan. Kalau dia menjadi pewaris tae San, maka seluruh harta dan aset akan menjadi milik Eun gi dan akan berada di bawah pengawasannya,” jelas Pengacara Ahn.



Eun gi membuka matanya dan melihat Ma roo yang sedang tertidur di samping tempat tidurnya.


Saat Ma roo bangun Eun gi sudah tidak ada. Ma roo langsung berlari mencari Eun gi.


Dia mendapati Eun gi sedang tidur di bangku taman di luar RS. Ma roo membangunkan Eun gi. dia juga melepaskan jas yang dia pakai untuk dipakaikan kepada Eun gi.



Ma roo memberitahu Eun gi bahwa dia sangat khawatir karena Eun gi menghilang begitu saja. Eun gi diam saja. Ma roo hampir memarahi Eun gi karena sikapnya itu tapi kemudian dia meminta maaf. Dia lalu mengajak Eun gi agar masuk bersamanya karena dia khawatir kalau-kalau Eun gi kena flu.



Tapi tanpa diduga-duga, Eun gi melemparkan jas Ma roo. ma roo terkejut karenanya. Eun gi menatap Ma rood an berkata, “Kau siapa?” (Mwo????)

Ma roo mengira Eun gi hanya bercanda. Tapi Eun gi kembali bertanya siapa Ma roo.

“YA, Seo Eun gi!” panggil Ma roo. dia menatap Eun gi tidak percaya.


“Aku tanya kau siapa?” Tanya Eun gi lagi. Nada suaranya mulai meninggi.


-- Episode 13 끝 --

Woaaah finally, it's done. Silahkan chingu berkomentar tentang episode ini dan menebak kira-kira akan seperti apa episode 14 nantinya....

14 comments:

  1. udah nonton yg episode 14 saking penasarannya, tpi g ngerti maksudnya karna g da teksnya :D
    menyentuh banget pokonya.. semangat y... ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga kemarin begitu. Saking penasaran bela2in nonton y g ada subnya. Hasilnya malah semakin bingung dan g ngerti heheh.

      Delete
  2. ditungggu loooo ep 14nya
    seru bgt critanya

    ReplyDelete
  3. Begitu terlukakah Eun Gi sampai dia harus kehilangan ingatan untuk kedua kalinya?
    Drama ini sungguh bikin penasaran, karena problem drama ini diungkap secara tarik ulur.,

    Thanks, buat Dian unnie, karena selau mengupdate recapanya!

    ReplyDelete
  4. eungi itu ilang lagi tah ingatannya?-_-waaah, ksian bngt yah maroo TT

    ReplyDelete
  5. @zulfa n nurul: Jawaban pertanyaan kalian ada di ep 14 :)

    ReplyDelete
  6. iya aku udah liat episode 14, tapi g dong pada ngomong apa -,- tapi di episode 14 Eung Gi kasihan banget T.T, nggat tega liatnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget. Scene dimana MaRu dan EunGi nangis itu benar-benar sesuatu...

      Delete
  7. berapa episode sih semuanya??
    btw, semangat terus y Mbak :D
    *lul

    ReplyDelete
    Replies
    1. Katanya sih 20. Ok, thank you ya.. ^_^

      Delete
  8. Hwaaaaaa,,, nih drama ngenes amat yah,,, SW nya tega amat sich buat karakter eun gi seperti itu? Kasian kan maru nya,,, jd ikut stress mikirin eun gi,,,
    Sini maru, klw g kuat lg ma eun gi ma qita2 aj, qita mah ga amnesia ky eun gi #plakditabokeungi :P

    ReplyDelete
  9. mbk ep 14nya kpn nih? aku udh gak sabar TT

    ReplyDelete
    Replies
    1. 잠깐만 기다려주세요 (jamkkanman gidalyeo juseyo). Silahkan tunggu sebentar :)

      Delete