20 October 2012

[Sinopsis] Nice Guy Episode 12 part 2


Pengacara Park datang menemui Ma roo untuk memberitahukan jadwal rapat. Dia meminta Ma roo untuk hadir menggantikan Eun gi. dia juga menyerahkan sebuah dokumen kepada Ma roo yang katanya dapat menyerang Jae hee saat rapat.

Document itu berisi kelemahan-kelemahan dari proyek yang dipimpin sendiri oleh Jae hee. Dia meminta Ma Froo untuk menyebutkan kelemahan-kelemahan tersebut saat rapat.





Jae hee dan Ma roo bertemu dalam perjalanan menuju rapat. Jae hee menyapa Ma roo lebih dulu. Jae hee bertanya apa Ma roo akan hadrir di rapat sebaga perwakilan Eun gi. ma roo membernarkan. Jae hee mengingatkan Ma roo bahwa perusahaan bukanlah sebuah permainan. “Lalu bagaimana denga Anda?” Tanya Ma roo balik.



Jae hee tersenyum. Dia lalu mengulurkan tangannya untuk menyalami Ma roo dan berkata, “Mari bekerja sama.” Tapi Ma roo berlalu tanpa menjabat tangan Jae hee.



Pengacara Ahn datang ke tempat tinggal Eun gi. Dia menemui Eun gi yang saat itu akan pergi bersama Sekertaris Hyun. Pengacara Ahn bertanya kemana mereka akan pergi. Eun gi berkata bahwa mereka ke RS. Pengacara Ahn bertanya apa Eun gi masih sakit sampai harus ke RS. Sekertaris Hyun menjawab bahwa Eun gi hanya perlu check-up.

Pengacara Ahn kemudian menyampaikan tujuan kedatangannya. Dia datang untuk membicarakan sesuatu dengan Eun gi sekaligus mengembalikan barangnya.



Di sebuah café, Sekertaris Hyun datang membawakan pesanan mereka. Dia kemudian duduk
di samping Eun gi tapi Pengacara Ahn memintanya untuk pergi ke tempat lain karena dia hanya ingin berbicara 4 mata dengan Eun gi (Ou ou...). Eun gi terlihat cemas begitu juga Sekertaris Hyun.



Pengacara Ahn menyerahkan buku Eun gi dan bertanya apa buku itu milik Eun gi. Cukup lama Eun gi menatap buku itu sebelum akhirnya mengakui bahwa buku itu memang miliknya.



Pengacara Ahn bertanya mengapa Eun gi menggunakan buku anak kecil. Terlebih ada banyak kesalahan penulisan di dalam buku itu. Eun gi berkata bahwa dia menggunakan buku itu sebagai terapi setelah kecelakaan. Pengacara Ahn kembali bertanya apa Eun gi sudah benar-benar sembuh. Eun gi mengiyakan. Pengacara Ahn meminta Eun gi untuk membuktikannya. Eun gi mulai ketakutan (gawat…gawat…gawat…)

Pengacara Ahn menjelaskan bahwa dia mengenal seorang direktur yang memiliki kasus yang sama dengan Eun gi. Orang tersebut terpaksa melepaskan posisinya sebagai CEO karena harus menjalani pengobatan di luar kota. Pengacara Ahn memberitahu Eun gi bahwa ada banya dewan direksi yang meragukan Eun gi.

Dia meminta Eun gi agar berterus terang saja kepadanya karena dia adalah orang kepercayaan ayahnya. Dengan begitu, dia akan bisa melindunginya.

Pengacara Ahn menyodorkan sebuah pulpen kepada Eun gi. Lama Eun gi terdiam. Pengacara Ahn memancingnya.


“Anda tahu saya kan?” Tanya Pengacara Ahn. Eun gi menatap Pengacara Ahn. “Siapa saya?” Eun gi masih belum menjawab. “Anda tidak ingat?”



Eun gi berusaha keras mengingat siapa pengacara Ahn, mengingat tulisan di dinding kamarnya. Sepintas ingatan sewaktu transaksi penjualan resort Aori juga terlintas di kepalanya. Eun gi berusaha mengendalikan dirinya.


Eun gi lalu mengambil pulpen Pengacara Ahn dan menulis sesuatu.


Pengacara Ahn membaca apa yang ditulis Eun gi.
“Dangsineun nappeun saramminida (Anda adalah orang jahat)”
(Hah!)



Eun gi pamit dengan alasan Sekertaris Hyun akan marah jika dia terlalu lama menunggu. Pengacara Ahn menghela nafas karena dugaannya salah.



Di luar café, kilasan memori saat transaksi penjualan Resort Aori di Jepang kembali muncul. Akibatnya kepala Eun gi sakit.



Sekertaris Hyun berlari menghampirinya. Sayangnya, Pengacara Ahn melihat mereka.



Rapat dimulai. Mereka sedang membicarakan proyek Yesung Medical yang ditangani oleh Jae hee. Direktur Kim (yang pernah menantang Jae hee di rapat sebelumnya) kembali angkat bicara pada rapat ini.

Direktur Kim mengatakan bahwa Ye sung Medical awalanya sudah dijuanl kepada Grup Jae il (Hampir saya menulis Jae gil heheh). Mereka bahkan sudah membuat MOU. Tapi dia heran mengapa pihak Ye sung langsung berbalik kepada perusahaan mereka.

Jae hee menjawab karena Ye sung medical lebih menyukai proposal yang mereka buat.
Direktur Kim mengingatkan Jae hee bahwa Tae San sudah lama bekerja sama dengan Grup Jae il. Jadi dia tidak setuju jika karena proyek ini hubungan kerja sama mereka malah rusak.



Pengacara Park mengirimkan sms kepada Ma roo dengan berkata bahwa sepertinya mereka hanya perlu diam pada rapat kali ini karena Direktur Kim sudah mengambil peran mereka.

Pertanyaan lain yang diungkapkan oleh Dir. Kim adalah tentang dana pengambialihan Ye sung Medical (saya tidak begitu mengerti masalah bisnis jadi tidak bisa begitu menjelaskan dengan detail tapi intinya ada masalah pendanaan pada proyek ini).



Tapi tiba-tiba Ma roo angkat bicara. Dia mengatakan bahwa besarnya biaya yang dihabiskan tidak lah sebanding dengan tujuan utama Grup Tae san yang ingin lebih meng-global.

Ma roo juga mengingatkan Direktur Kim tentang kejadian setahun yang lalu dimana Grup Jae il sebenarnya pernah menusuk Tae San dari belakang. Direktur Kim ingin menjelaskan tapi Jae hee memotongnya. Jae hee berkata bahwa apa yang dikatakan oleh Ma roo adalah hal yang ingin dia katakana (Ma roo kenapa malah balik membela Jae hee ya?)



Jae hee menjelaskan bahwa untuk masa depan Tae San apa yang sudah dia lakukan adalah hal yang benar. Tapi kali ini Ma roo lah yang memotong ucapan Jae hee. Ma roo berkata bahwa sepertinya Jae hee salah paham atas apa yang akan dikatakannya. Menurut Ma roo justru masalah yang akan dia ungkapkan dalam rapat ini lebih dari apa yang tadi Direktur Kim sebutkan. Semua orang menunggu penjelasan Ma roo.

Ma roo menjelaskan bahwa ada persyaratan dalam pengambilalihan Ye sung Medical. Yaitu mereka harus menyediakan dana rahasia untuk mereka. Ma roo mengingatkan bahwa hukum akan selalu mengawasi kesepakatan mereka. Jadi Ma roo berkata kalau sampai para penegak hokum mengetahui mengenai transaksi ilegal tersebut, maka itu akan sangat merugikan Tae San karena mereka juga akan ikut diinvestigasi.



“Sebagai pemilik perusahaan, sepertinya Anda tidak mempersiapkan dan memikirkan hal ini dengan matang ya?” Tanya Ma roo pada Jae hee sambil tersenyum sinis. Jae hee terdiam tidak bisa berkata apa-apa sementara para dewan direksi mulai kasak kusuk (Dimana tuh pengacara Ahn??? ^,^)

Jae hee mencoba memenangkan mereka. Dia meminta mereka untuk tidak khawatir. Tapi Ma roo kembali menyerang Jae hee. Dia meminta Jae hee untuk tidak lagi menutu-nutupi hal ini karena ke depannya Tae San lah yang akan jadi taruhannya.

Ma roo bahkan mempertanyaakan kurangnya kekhawatiran Jae hee akan kerugian yang mungkin terjadi pada perusahaan. “Apa Anda percaya kalau orang ini adalah orang yang bersih dan tanpa dosa?” ucap Ma roo sambil terus menatap tajam kepada Jae hee. (Kalimat ini saya terjemahkan kata per kata makanya mungkin agak rancu, mianhae).


Di kamar mandi Pengacara Park bertanya kepada Ma roo bagaimana Ma roo bisa tahu tentang dana gelap milik Ye sung Medical. Ma roo berkata kalau dia hanya menebak-nebak setelah mendengar rumor di perdagangan saham kemarin. Untungnya rumor itu benar. Pengacara Park bertanya bagaimana jika ternyata rumor itu salah. Dengan cueknya Ma roo menjawab, “Kalau tidak benar ya tidak benar.” (hahah)



Pengacara Park memperhatikan Ma roo dengan seksama lalu bertanya mengapa dulu Jae hee sampai meninggalkan Ma roo. Padahal Jae hee bisa mendapatkan lebih dari yang sekarang dan akan lebih bahagia jika dia bersama Ma roo. ma roo bertanya apa itu sebuah pujian untuknya. Pengacara Park dengan jujur menjawab ya. Ma roo tersenyum.

Ma roo meminta Pengacara Park berhenti memujinya karena dia sendiri sudah tahu akan hal itu (maksudnya Ma roo sadar akan kelebihan yang dia miliki, red) dan dia juga bangga pada dirinya sendiri (hahah Ma roo narsis juga). Kalau Pengacara Park terus memujinya, dia takut malah dirinya akan berbalik sial. Pengacara Park tersenyum mendengar candaan Ma roo.


Eun gi dan Sekertaris Hyun menemui seorang dokter. Ternyata dokter yang merawat Eun gi adalah dokter yang pernah membimbing Ma roo. Dia memuji Eun gi yang terlihat jauh lebih baik dari sebelumntya. “Apa ini karena kekuatan cinta?” tanyanya sambil tersenyum.

Sambil memeriksa laporan kesehatan Eun gi, dokter Seo memuji kemajuan yang Eun gi namun begitu, mereka tidak boleh berharap terlalu besar dulu.

Dokter Seo memuji tunangan Eun gi. Menurutnya, peran Ma roo dalam proses penyembuhan Eun gi sangat besar, terlebih karena dia pernah kuliah kedokteran. Jadi untuk menyembuhkan orang yang dia sayangi, menurut dokter Seo, tunangan Eun gi pasti sudah bekerja keras. Eun gi hanya tersenyum.

Eun gi kemudian menceritakan bahwa beberapa ingatan masa lalunya mulai muncul sedikit demi sedikit. Eun gi menceritakan bahwa dia tadi bertemu seseorang dan dia bisa mengingat sebuah kejadian di masa lalu dimana dia bersama orang itu. Juga tentang lagu yang dia dengarkan. Sekertaris Hyun tersenyum senang mendengar Eun gi mulai bisa mengingat sedikit-demi sedikit.



Kembali dokter Seo memuji usaha keras Eun gi karena sudah bisa mengingat beberapa hal. Karena itu dia meminta Eun gi agar tidak lagi melarikan diri. “Berhentilah berlari, buka matamu, dan bawa kembali ingatan itu,” ucapnya.

“Ne?” Tanya eun gi, dia tidak mengerti ucapan dokter Seo.

Menurut dokter Seo alasan mengapa ingatan Eun gi masih belum bisa kembali adalah karena Eun gi terus berlari dari kenyataan di masa lalunya yang sangat menyakitkan. Karena tidak ingin terluka lagi, Eun gi sepertinya bersembunyi di tempat yang aman dengan kondisinya yang biasa dikenal dengan istilah “Hilang Ingatan”. Eun gi masih belum mengerti ucapan dokter Seo.

Dokter Seo melanjutkan penjelasannya.
“Kenangan dalam hidupmu yang sangat menyakitkan, bawa dia kembali. Jangan takut. Karena jalan untuk mengembalikan ingatanmu akan dimulai dari kenangan tersebut.” (Andweeeee…… Jadi dilema antara ingin ingatan Eun gi kembali atau tidak)


Ma roo pulang. Sebelum keluar dari mobilnya dia kembali teringat perkataan Pengacara Park bahwa jika ingatan Eun gi kembali maka tidak akan ada lagi tempat untuknya di hati Eun gi (Really?? I hope it’s not true).



Ma roo masuk ke rumah. Dia lalu naik ke kamar Eun gi dan mendapati Choco sedang bercerita kepada Eun gi tapi mereka tidak menyadari kehadirannya.

“Jae gil oppa tidak tahu kalau sebenarnya aku sudah menciumnya (di bibir) sebanyak tiga kali,” cerita Choco kepad Eun gi, yang juga didengar oleh Ma roo. Ekspresi wajah Ma roo terlihat kaget mendengar pengakuan itu hahaha



“Dan aku juag berusaha sesering mungkin agar bisa menyentuhnya. Begini...dan begini,” Choco memperagakannya dengan boneka sebagai modelnya. Eun gi tersenyum mendengar cerita Choco.

Choco lalu menyarankan agar Eun gi bepergian bersama kakaknya karena ada perasaan lain jika mereka pergi berdua. Katanya dua akan terasa hanya milik mereka (*ngekk!)

“Apa unni pernah pergi liburan bersama kakakku?” Tanya Choco. Eun gi menggeleng. Choco tidak percaya kalau kakaknya yang seorang playboy tidak pernah pergi bersama Eun gi.



“Aku tidak ingat. Tidak satu pun,” jawab Eun gi. Ma roo mentapa Eun gi yang tertunduk sedih. Choco merasa kasihan pada Eun gi karena menurutnya alasan orang bisa bertahan hidup di dunia adalah karena memori dan juga cinta. Karena itu, dia lalu menyarankan Eun gi agar mengulang kembali kenangannya yang dulu.

“Berusahalah hanya mengingat kenangan yang baik-baik, yang membahagiakan, dan menyenangkan. Ajak oppa untuk pergi bersama,” Choco memberi saran. Eun gi menggeleng. Choco bertanya mengapa Eun gi tidak mau. Ma roo juga terlihat penasaran.

“Unni, kau juga harus mengajak kakaku untuk pergi berkencan,” ucap Choco lagi. Eun gi hanya tertunduk dan kembali menggeleng. “We yo? (kenapa?)” Tanya Choco.
Ma roo menanti jawaban Eun gi.



“Karena aku malu,” jawab Eun gi malu-malu.

“Eh?” Tanya Choco tidak mengerti.

“Aku malu,” ucap Eun gi lagi. Ma roo tersenyum mendengar alasan Eun gi (gyaaaaa… I love this scene)



Pengacara Ahn datang ke ruangan Jae hee. Dia melihat Jae hee duduk sendiri di dalam gelap. Dia berniat menyalakan lampu tapi Jae hee melaranganya.

Jae hee memberitahu Pengacara Ahn bahwa proyek Ye sung Medical sudah dihentikan. Karena itu dia terlihat tidak bersemangat. Pengacara Ahn mengingatkan Jae hee bahwa Kang Ma roo tidak datang ke perusahaan dengan tangan kosong. Jae hee memegang kepalanya.


Kini mereka duduk berdua (tapi berjauhan) di dalam gelap.

“Kursi itu adalah milikmu Pengacara Ahn. Jangan kemana-mana dan tetaplah di sana. Kalau kau mendekat maka posisimu juga akan akan terancam. Aku akan mengurus urusanku sendiri. Jadi kau, tetaplah di tempatmu,” ucap Jae hee. Jae hee memberikan perumpamaan dengan jarak tempat duduk mereka sekarang.



Pengacara Ahn berdiri dan berjalan mendekati Jae hee.

“Aku akan menyelesaikan urusan ku sendiri. Jadi Presdir tetaplah dengan jarak seperti ini dari ku. Jangan pergi menjauh,” ucap Pengacara Ahn (ckckckck orang ini betul-betul menyayangi Jae hee).


Pengacara Ahn kembali ke ruangannya. Dia lalu menelepon Sekertaris Jo. Dia menyuruh Sekertaris Jo untuk menjalankan rencana yang sudah mereka susun selama ini, rencana untuk menyingkirkan Ma roo (Andwee…apa lagi ini T_T)


Ma roo berbaring di tempat tidurnya. Dia mengingat percakapan Choco dan Eun gi. Saat itu Choco menyuruh Eun gi untuk mengajaknya berkencan tapi Eun gi menolak karena malu. Ma roo kembali tersenyum.



Tiba-tiba dia mendengar suara siulan. Ternyata Jae gil sedang bersiul untuk gadis yang diteleponnya (mmm kali ini siapa ya gadis nya Jae gil?)

Ma roo meminta Jae gil bangun karena ada hal yang ingin dia tanyakan.



Jae gil tersedak saat mendengar pertanyaan Ma roo. ma roo meminta saran darinya tentang tempat yang bagus untuk bepergian bersama seorang gadis (^,^). Ma roo juga bertanya apa yang biasa Jae gil lakukan saat bepergian bersama kekasihnya (gyaaaaa…. ^,^) Jae gil (dan saya tentunya) tertawa mendengar pertanyaan Ma roo.

Ma roo kembali bertanya hal-hal apa yang gadis sukai. Apakah bersiul seperti yang tadi Jae gil lakukan (saya kembali tertawa geli. Wajah Ma roo polos sekali saat bertanya pada Jae gil). Jae gil hanya garuk-garuk kepala mendengar pertanyaan Ma roo. Ma roo bertanya mengapa Jae gil tidak menjawab.

“Mungkin, kau sudah gila Kang Ma roo,” ucap Jae gil. Dia tidak percaya seorang play boy bertanya hal seperti itu kepadanya. Ma roo hanya menatap Jae gil dan tidak membalasa perkataannya. Jae gil heran dengan ekspresi di wajah Ma roo.



“Apa kau benar-benar ingin tahu?” Tanya Jae gil. Ma roo mengangguk. Jae gil tersenyum. “Apa kau bertanya karena kau ingin pergi bersama Eun gi?” tebak Jae gil.
Ma roo kembali mengangguk. Jae gil mulai paham kalau sekarang Ma roo ingin serius dalam berhubungan dengan wanita dan wanita itu adalah Eun gi.

Jae gil memberikan saran agar Ma roo melakukan seperti apa yang dia lakukan saat pacaran dengan Jae hee. Ma roo tersenyum kecil dan berkata bahwa dia sudah tidak ingat. Jae gil tidak percaya.


Ma roo mengulangi ucapannya bahwa dia sama sekali tidak ingat, benar-benar tidak ingat lagi. Ma roo terlihat mencoba meyakinkan dirinya sendiri saat mengucapkan kalimat itu.


Eun gi kaget karena terbangun bukan di kamarnya melainkan di dalam mobil Ma roo. Ternyata Ma roo membawanya pergi saat Eun gi masih tidur. Dia melihat Ma roo sedang duduk di pinggir laut.



Eun gi keluar dari mobil dan menghampiri Ma roo. ma roo menyapanya, “Selamat pagi Nona Tukang Tidur.” Ma roo juga memperlihatkan baju yang sudah dia persiapkan untuk Eun gi.

Dan jadilah kencan mereka yang kedua. Keduanya menghabiskan hari dengan berjalan-jalan, hanya berdua. (I really love this scene).





“Abeoji, suatu hari ada seorang wanita datang dalam kehidupanku. Aku menyakitinya dengan mengucapkan kata-kata yang sangat kasar. Aku mendorongnya sejauh mungkin dari diriku. Tapi, dia tetap kembali kepadaku.

Wanita ini sangat mirip dengan ku. Aku seperti melihat diriku sendiri dalam dirinya. Dia memiliki luka yang sama denganku. Air mata yang ada dalam pikiranku juga mengalir di dalam hatinya. Aku sudah menyakitinya. Aku telah membuatnya menangis.

Aku seharusnya tidak bertemu dengannya. Aku seharusnya tidak membiarkannya masuk ke dalam kehidupan pria seperti diriku.

Aku menyesalinya, Abeoji. Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku menyesal…”


Itulah yang diucapkan Ma roo di dalam hatinya.




Dalam perjalanan pulang mereka harus melewati sebuah terowongan. Eun gi masih terus tersenyum karena Ma roo menggenggam erat tangannya.



Tiba-tiba sebuah lampu mobil menyilaukan mata Eun gi.




Dan kilasan kejadian pada malam kecelakaan muncul sebentar di kepala Eun gi.

Entah Ma roo sengaja melakukan ini atau tidak.


[update]

Inilah ekspresi Ma roo yang membuat saya berpikir demikian. Maaf uploadnya telat.



13 comments:

  1. huaaaa bikin galau tingkat dewa...
    gimana ma roo dengan penyakitnya sendiri...berharap bukan sad end
    diana thanks ya tetep semangat nerusin sinopsisnya ^__^

    ReplyDelete
  2. kakak sinopsis yg episode 13 udah ada blom..? udah penasaran banget ni ama lanjutannya...
    tetap semangat ya buat sinopsis lajutannya sampai akhir... terimakasih... ^_^

    ReplyDelete
  3. ep 13x harus sabar sampai minggu depan heheh. Ne, gomaewoyo ya atas dukungannya ^^

    ReplyDelete
  4. Kayanya ma roo sengaja deh ngelakuin hal itu oen..
    Tujuan ma roo hanya 1, mengembalikan semua pada posisi mrka masing2..
    Mnjadikan eun gi direktur lg & 'menyadarkan' jae hee agar tdk mnjdi org yg serakah akan harta..
    Mngobati choco dr pnyakitnya dll tanpa memperdulikan dirinya yg mulai dihinggap pnyakit..
    Ya, trjawablah smua, ma roo is the real nice guy.,
    Gomawoyo sinopsisnya oenni^^

    =ajeng=

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya juga berpikir kayak gitu soalnya senyum Ma roo di akhir episode ini misterius banget.

      Delete
  5. i like Ma roo in this scane...........hatinya mulai luluh dan sedikit demi sedikit mulai berubah,walaupun masih memendam sedikit ambisi........ I Think Ma roo is nice guy in this scane.

    = AMALIA_ZAWA =

    ReplyDelete
  6. aaaaa udah 12 aja....
    mbak dian,, liat videonya dimana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau mau yg mudah buka youtube saja tapi ngetik keywordnya innocent man

      Delete
  7. to all, thank you dah komen ^^

    ReplyDelete
  8. ahhhggg,,,
    bakal galau nunggu episode 13..
    maru makin romantis aja...jadi sirik ama eun gi..TT__TT

    ReplyDelete
  9. makasih banyak yaa buat sinopsis ep 12 part 2nya. syukur deh udah kejawab dikit penasaran aku , cumaaaa kok kaga ada preview ep 13nyaa ?? Aargghhh, bikin penasaran badai nih !!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih g ada prev ep 13x. Bag akhir ep 12 cuma ngulang semua kenangan Eun gi dan Ma roo.

      Delete