02 October 2012

[Sinopsis] The 3rd (Third) Hospital Episode 2 - part 1


Doo hyun datang ke ruangan Seung hyun. Seung hyun menyapanya setelah 10 tahun lamanya tidak bertemu. Menurut Seung hyun Doo hyun tidak berubah, tetap seorang pemarah. Doo hyun bertanya mengapa Seung hyun kembali ke RS padahal dulu dia sudah memutuskan akan hidup seperti orang biasa.

Si ibu menginterupsi percakapan mereka. Dia pamit. Seung hyun meminta Doo hyun agar meninggalkan ruangannya karena pasien yang antri cukup banyak.



“Hanya kali ini aku melepaskanmu,” ancam Doo hyun.

Saat berjalan meninggalkan ruangan Seung hyun, kenangan masa kecil Doo hyun muncul kembali. Saat itu Doo hyun kecil mencuri dengar percakapan nenek dan ayahnya.





Ternyata Doo hyun bukanlah anak kandung ayahnya. Dia diangkat sebagai anak di keluarga itu sejak dia masih 2 tahun. Ayahnya sendiri (dr. Kim, red) tidak menganggapnya sebagai orang lain. Hanya saja, si nenek tidak ingin kalau dr. Kim memasukkan Doo hyun dalam daftar pewarisnya.



Di ruangan masing-masing, Doo hyun dan Seung hyun teringat kejadian saat mereka bermain bersama. Tanpa sengaja mereka terpisah.

Seung hyun kecil tersesat. Doo hyun yang terlambat menyadarinya berteriak mencari Seung hyun. Hari mulai hujan tapi Doo hyun kecil terus mencari. Seun ghyun juga terus memanggil kakaknya tapi karena tanah licin akibat hujan, dia terjatuh dan kakinya terkilir. Dia memanggil kakaknya dan Doo hyun terus mencari Seung hyun. Sayangnya dia tidak dapat menemukan Seung hyun.



Doo hyun lalu pulang ke rumah karena mengira Seung hyun sudah pulang lebih dulu. Ayah dan neneknya yang sedari tadi sudah cemas menunggu mereka semakin khawatir saat mengetahui Doo hyun pulang sendiri tanpa Seung hyun. Dr. Kim memarahi dan memukul Doo hyun yang meninggalkan Seung hyun sendiri. Dia berlari keluar rumah mencari Seung hyun.


Karena kakinya terkilir, Seung hyun kecil tidak punya pilihan lain selain bernaung. Dr. Kim mencarinya dan berteriak memanggil namanya. Seung hyun mulai gemetaran karena kedinginan. Untungnya dr. Kim berhasil menemukan Sueng hyun.



Dr. Kim menjaga Seung hyun sementara Doo hyun melihat dari luar. Sepertinya dia dihukum di luar rumah dan harus berhujan-hujanan. (Kasihan Doo hyun kecil)



Seung hyun kecil sudah sadar. Dia melihat Doo hyun dan memanggilnya. Doo hyun berkata kalau seharusnya Seung hyun mati saja.



Suster masuk dan menyadarkan Seung hyun dari lamumannya. Dia memberikan informasi kesehatan dari pasien berikutnya, seorang ibu dan anak perempuan.



Seung hyun memeriksa si anak. Si anak sakit menderita infantile paralysis. Seung hyun bertanya kapan gejalanya mulai timbul.

Si ibu bercerita bahwa sejak 4 hari yang lalu anaknya tidak bisa menahan sakit perutnya. Dia jadi membuang hajatnya di selimut atau di celananya. Karena tidak tahu kalau anaknya sedang sakit, si ibu malah memukul anaknya. Tidak lama anaknya semakin lemah dan bahkan tidak mampu berjalan. Si ibu masih mengira kalau anaknya itu hanya main-main dan sekali lagi memukulinya.

Seung hyun meminta si ibu tidak khawatir karena ada pengobatan dari TImur (Eastern treatment) yang bisa mengobati kelumpuhan di kaki anak si ibu. Si ibu bertanya apa bisa Seung hyun menyembuhkan anaknya. Seung hyun mengakui kalau agak berat karena sudah terjadi sejak 4 hati yang lalu tapi dia tetap akan berusaha untuk menolong Yong sun. si ibu sangat gembira mendengarnya.


Suster meminta si ibu untuk pergi mengurus administrasinya terlebih dahulu sementara dia membawa Yong sun ke ruang perawatan.



Hye in sedang makan di meja resepsionis. Petugas kebersihan yang sedang mengepel menemukan sebuah bola emas kecil. Dia menyerahkan benda itu kepada Hye in. Dia membaui benda itu. dia tahu kalau benda itu adalah obat herbal. Dia meletakkan benda itu di meja resepsionis namun tiba-tiba teringat kejadian kemarin saat dia menendang Seung hyun. Saat itu Seung hyun menjelaskan kepadanya bahwa dia tidak mengintip bagian bawah rok teman Hye in (dr. Jung, red) melainkan sedang mencari obatnya yang terjatuh.

Hye in geleng-geleng kepala berusaha menolak fakta bahwa Seung hyun tidak berbohong heheh. Seseorang datang dan memarahi dua pegawai yang sedang bertugas. Hye in buru-buru menyembunyikan obat itu ke dalam sakunya.



Dr. Ahn menelepon Hye in dan memintanya datang. Sebelum pergi, Hye in meletakkan obat itu di pot yang ada di atas meja tapi tiba-tiba rekan dokter Seung hyun datang. Hye in buru-buru mengambil kembali obat dan bergegas pergi.


Si ibu mengurus biaya pengobatan anaknya tapi betapa terkejutnya dia saat melihat besarnya biaya yang harus dia bayar. Petugas berkata kalau biaya besar itu dikarenakan si ibu bukan warga negara Korea. Si ibu lalu kembali ke anaknya. Suster memberitahukan si ibu bahwa Yongsun akan diperiksa setelah dokter Seung hyun selesai memeriksa satu pasien lagi.



Si ibu menangis memikirkan biaya pengobatan Yongsun yang sangat besar karena itu berarti dia tidak akan sanggup mengobati anaknya. Sambil memeluk Yongsun, dia berkata kalau anaknya akan segera sembuh.



Tapi tanpa sepengetahuan suster ataupun Seung hyun, si ibu menggendong Yongsun pulang tanpa diobati terlebih dahulu. Saat suster datang dia hanya mendapati nota pembayaran yang dibuang oleh ibu Yongsun.

Seung hyun berlari mencari ibu Yongsun begitu mendapat laporan dari suster. Dia mencari sampai keluar dari gedung RS. Hye in melihatnya dan kembali mengeluarkan bola herbal yang tadi diberikan oleh petugas kebersihan kepadanya.



Seung hyun memanggil ibu Yongsun dan memarahinya karena bisa jadi kaki Yongsun tidak akan bisa bergerak lagi jika dia terus menggendongnya.

Hye in menyusul Seung hyun dengan maksud ingin mengembalikan bola herbalnya.

Ibu Yongsun kemudian menjelaskan bahwa dia tidak sanggup membayar uang pengobatan Yongsun. Karena itu dia lebih baik pergi. Seung hyun berkata bahwa seharusnya si ibu meminta pertolongannya bukannya pergi begitu saja. Dia lalu melepaskan baju dokternya dan meminta si ibu untuk mengikutinya. Si ibu mengikuti Seung hyun dengan tergopoh-gopoh. Hye in yang penasaran juga mengikuti mereka.




Seung hyun membaringkan Yongsun di bangku taman. Katanya kaki Yongsun tidak bisa bergerak karena itu harus segera diobati (kaki yang satu agak menegang dan itu membuat kaki Yongsun jadi tidak sama panjang, red). Dia melihat Hye in dan memnggilnya.

Hye in menoleh untuk mencari tahu siapa yang Seung hyun panggil. Seung hyun menunjuknya. “Saya?” tanya Hye in dengan wajah keheranan.

“Memangnya ada siapa lagi di situ selain dirimu?” jawab Seung hyun. Seung hyun kembali melambaikan tangannya memanggil Hye in. hye in akhirnya berjalan mendekat.


Seung hyun mengeluarkan sebuah jarum yang saaaaangat panjang (sewaktu mencari Yongsun, Seung hyun memang sudah membawa peralatannya, red). Hye in saja kaget melihat jarum yang saaaaaangat panjang itu dan sampai bertanya apa yang Seung hyun akan lakukan dengan jarum itu.



Seung hyun mencoba menenangkan Yongsun sementara si ibu memeluk erat anaknya. Hye in kembali bertanya apa yang akan Seung hyun lakukan dengan jarum itu. seung hyun menoleh kepadanya dengan tatapan jengkel (“Jangan banyak tanya,” gitu maksudnya hehehe). Dia meminta Hye in agar memegang erat kedua kaki Yongsun.



Seung hyun menusukkan jarum yang saaaaangat panjang itu di sekitar tulang pinggul Yongsun agar kakinya bisa sama panjang lagi.

Si ibu juga ketakutan melihat ukuran jarum yang dimasukkan Seung hyun ke dalam tubuh anaknya. Yongsun berusaha sekuat tenaga menahan sakitnya.



Seung hyun mensejajarkan kedua kaki Yongsun dan meminta Hye in agar memperhatikan baik-baik panjang kaki Yongsun. Dia kemudian menusuk jarum tadi lebih dalam.
Ajaib, kaki Yongsun yang tadinya menegang kini mulai bergerak.

Seung hyun bertanya pada Hye in apa panjang kaki Yongsun sudah sama. Hye in menyarankan Seung hyun agar memasukkan jarum sedikit lebih dalam lagi. Seung hyun melakukannya.



“Cukup. Aku rasa panjangnya sudah sama. Iya kan Bu?” tanya Hye in kepada si ibu. Si ibu yang sedari tadi memeluk Yongsun langsung melihat kaki anaknya dan mengangguk sambil tersenyum lega.

Seung hyun lalu meminta Yongsun menghela nafasnya dengan keras (seperti orang kalau sedang marah atau kesal) agar bisa mengeluarkan jarum dari tubuh Yongsun.




Sebelum pulang Seung hyun memberikan petunjuk apa yang harus ibu Yongsun lakukan di rumah dan juga resep obat. Si ibu membungkuk beberapa kali sebagai ucapan terima kasih atas pertolongan Seung hyun.

Darurat…Darurat (bunyi hp Hye in yang ternyata merupakan suara Soo young ^.^)
Hye in yang terkejut langsung lari tanpa sempat bersapa-sapa dengan Yongsun dan ibunya. Seung hyun mau memanggilnya ketika tiba-tiba terdengar pengumuman bahwa saatnya para dokter untuk ‘patroli’ (para dokter berkeliling memeriksa pasieannya, red).


Seung hyun terpaksa berlari kembali ke dalam RS sambil mendongkol.


Seung hyun sedang mengawasi dokter muda binaannya yang sedang memasukkan jarum ke dalam tubuh (kaki, red) seorang pasien.



Seung hyun mengomel karena dokter itu (dokter Jung, red) belum bisa melakukannya dengan benar. Dia kemudian memberikan contoh sambil menjelaskan apa yang perlu mereka perhatikan saat menusukkan jarum akupuntur ke dalam tubuh pasien.


Pada saat itu, rombongan dokter Doo hyun tiba. Dia memeriksa pasien yang berada tepat di samping pasien Seung hyun.



Hye in melirik apa yang dilakukan Seung hyun. Doo hyun melihatnya tapi dia belum menegur. Dia meminta dokter Ahn untuk membacakan laporan mengenai si pasien. Hye in kembali melirik ke tempat Seung hyun.

“Jin Hye in,” panggil Doo hyun setelah meminta dr. Ahn berhenti membacakan laporan kesehatan pasien. “Selama dua tahun ini kau sudah bekerja keras mengambil bidang ini,” ucap Doo hyun.

“Ne?” Hye in tidak mengerti maksud ucapan Doo hyun.

“Apa kau mau berhenti sekarang?” Hye in terdiam. “Apa kau tidak memperhatikan karena dia bukan pasienmu?!” bentak Doo hyun. Semua terkejut mendengarnya. Bahkan Seung hyun pun sampai teralihkan sesaat dari pekerjaannya karena bentakan Doo hyun.




Doo hyun melampiaskan kekesalannya dengan menendang kaki dokter Park yang ada di sampingnya (Ouchh…) Hye in merasa bersalah.

“Dokter Park, sepertinya aturan di bagian bedah saraf sangat longgar sekarang,” ucap Doo hyun. Dokter Park berkata sambil meringis menahan sakit bahwa dia akan segera memperbaikinya. Dia memberi tatapan "Awas kau!" kepada Hye in ^.^



Doo hyun meminta laporan dari tangan dr. Ahn. Dia memanggil dokter magang yang masih baru. Dokter magang yang sedari tadi menutup matanya kena bagian juga.

“Apa kau mau aku membuatmu tidak dapat menutup matamu selama-lamanya,” tegur Doo hyun. Si dokter magang terkejut. Doo hyun melemparkan laporan yang ada di tangannya kembali kepada dr. ahn yang sedikit terkejut. Hampir saja dia menjatuhkan tabletnya. Doo hyun melangkah pergi tanpa berkata apa-apa lagi dan dr. park langsung menjitak kepala si dokter magang karena kesal heheh. Semunya berlari menyusul Doo hyun.




Dr. Park menghukum Hye in dan kawan-kawannya (walau hanya dua orang yang berbuat salah tapi semua harus kena hukuman). Hye in merasa sangat bersalah pada teman-temannya.

Teman sekamar Hye in (dr. Jung tapi yang ini dr. Jung cewek, red) kesal karena hukuman itu. dr. Ahn berkata kalau sebagai seorang spesialis, adalah hal biasa jika mereka dapat masalah. Tapi dr. Jung berkata kalau dia tidak pernah mendapatkan masalah saat bekerja sebagai dokter RS. Hye in terkejut.

“Benarkah?” tanya Hye in.

“Alah, bukan tidak pernah tapi kau pasti pernah tertangkap melakukan sesuatu hanya saja kau berhasil menyelesaikannya,” ucap dr. Ahn.

Dr. Jung melangkah pergi dan tidak meladeni dr. Ahn. Hye in penasaran bagaimana cara teman sekamarnya itu menyelesaikan masalahnya.



Hye in terus menginterogasi dr. Ahn tapi dr. Ahn berkata kalau Hye in tidak akan bisa melakukannya karena dibutuhkan tubuh yang aduhai dan wajah yang cantik.




Dr. ahn kemudian menggoda Hye in dengan menyebutnya sebagai 'istri' dr. Kim Doo hyun’ LOL. Hye in terkejut mendengarnya dan langsung bereaksi berlebihan. Dia berkata kalu dia akan menghancurkan tengkorak orang yang menyebarkan gosip itu.
Dr. ahn menjelaskan bahwa maksudnya adalah Hye in bisa memahami kenginan Doo hyun hanya dengan melihat matanya saja.


"Kalau aku bisa paham, seharusnya aku tidak kena marah setiap hari kan?" tanya Hye in. dr. Ahn menahan tawanya. “Satu hal yang selalu ingin kulakukan saat melihat mata dr. Kim Doo hyun adalah mencungkilnya,” lanjut Hye in sambil mempraktekkan bagaimana cara dia akan melakukannya.

Dr. Ahn tiba-tiba berdiri saat melihat siapa yang datang.



“Apa?” tanya Doo hyun dari belakang Hye in. dr. Ahn langsung menyingkir dari tempatnya sedangkan Hye in terkejut setengah mati.

Rekan Doo hyun menyebut Hye in sebagai seorang 'pemberani' heheh. Hye in terselamatkan oleh panggilan darurat dari hp nya.


Seorang pasien dibawa ke RS karena tidak bisa menggerakkan (lebih spesifik tidak bisa meluruskan, red) badannya setelah tertidur di ruang baca. Seperti anak kecil, dia merengek kepada petugas yang membawanya agar berjalan pelan-pelang. Seung hyun mendekatinya dan berniat menusukkan jarum akupuntur. Si pria menolak karena takut tapi begitu mendengar Seung hyun mengucapkan resiko kalau dia akan lumpuh, akhirnya dia mau.


Seung hyun menusukkan jarum di bagian philtrum dan dagun si pria. Dia kemudian menyuruh si pria menggerakkan belakangnya.

“Sekarang?” tanya si pria.

“Tidak. Nanti saja di rumah,” jawab Seung hyun santai hahah


Ajaib, si pria akhirnya bisa meluruskan punggungnya. Semua terlihat senang termasuk petugas yang membawanya dan suster yang bertugas di UGD.

Hye in memeriksa pasien sambil sesekali melirik ke mereka.


Seung hyun berjalan bersama dr. Min yang memuji keberhasilan Seung hyun.

“Apa kau lihat bagaiman semu orang kagum padamu setelah kau berhasil menyembuhkan pria yang merengek tadi?” tanya dr. Min.

“Aku bukan orang yang suka pamer. Sana pergi beli minum,” jawab Seung hyun.


Hye in mencari Seung hyun karena ingin mengembalikan obat Seung hyun yang ada padanya. Saat dia melihat Seung hyun duduk sendiri, dia menguatkan dirinya sendiri.
“Tenang. Berikan langsung saja,” ucap Hye in pada dirinya sendiri.




Hye in mendekati Seung hyun. Tapi tiba-tiba dr. Min muncul sambil membawa 2 botol minuman. Seung hyun menawarkan 1 botol kepada Hye in sebagai ucapan terima kasih atas bantuannya pada Yongsun. Hye in menolak.


“Dia pasti tidak ingin menerima karena diberikan oleh seorang pria pendosa sepertimu,” ucap dr. Min. Dia mengambil minuman yang ada di tangan Seung hyun lalu dia sendiri yang menyodorkannya kepada Hye in sambil berkata, “Aku bukan pendosa. Aku orang yang taat beragama.” :D

Hye in kembali menolak tapi teman Seung hyun berkeras menyodorkan minuman itu ke tangan Hye in. akibatnya, bola herbal yang Hye in pegang terjatuh. Seung hyun melihat benda itu tapi Hye in refleks menginjak bola herbal tersebut. (Kacau….)


“Ada sesuatu di bawah kakimu,” ucap Seung hyun. Hye in menggeleng keras.

Seung hyun meminta Hye in mengangkat kakinya untuk memastikan. Hye in kembali menolak. Seung hyun secara paksa mengangkat kaki Hye in sampai Hye terjatuh.
Saat melihat benda yang ada di bawah sepatu Hye in (bolanya sudah gepeng hahaha), Seung hyun berkata kalau dia seperti mengenal benda itu. Hye in malu karena ketahuan.



“Hei, Nona Penendang. Ini punyamu?” tanya Seung hyun sambil memperlihatkan obatnya yang sudah gepeng, “Atau punyaku?” Hye in jadi malu karena ketahuan.


Seung hyun berjalan kembali ke ruangannya sambil meratapi obatnya yang sudah berubah bentuk LOL. Temannya bertanya apakah obat itu adalah obat yang harus Seung hyun dapatkan dengan susah payah. Tiba-tiba Seung hyun mendapat ide.

“Ah betul juga. Aku bisa meminta kompensasi kepada RS karena obat ku yang hancur ini,” ucap Seung hyun dengan mata berbinar.


Hye in berjalan sambil menghentakkan kakinya karena kesal.

Episode 2 part 2

1 comment: