03 December 2013

[Sinopsis]. Dating Agency : Cyrano episode 16 part 2 (Final)

Esok paginya...



Min young mengintip ke kamar Byung hun tapi tiak melihatnya. Dia bertanya kepada Ah rang apa Byung hun tidak pulang semalam. Ah rang menjawab bahwa dia baru saja pergi.

Moo jin muncul dengan helm di tangannya. Min young ingin nebeng kalau Moo jin ingin ke RS. Tapi Moo jin menjawab bahwa dia mau pergi ke tempat lain.


Setelah moo jin pergi Ah rang memberitahu Min young bahwa Byung hun sangat khawatir saat Min young diculik. Kekhawatirannya lebih dari yang bisa Min young bayangkan. Karena itu dia menyemangati Min young agar tidak menyerah. Min young tersenyum lebar. Tentu saja. Dia tidak akan menyerah. Dia kan wanita yang gigih?!


Di RS, kedua anak buah Seung pyo memberitahu bahwa tadi bos besar datang. Dia memberikan hadiah yaitu tidak perlu melihat Seung pyo lagi. Mereka juga minta maaf karena tidak ada di saat Seung pyo membutuhkan bantuan. Keduanya pamit begitu Min young muncul.


Min young kembali mengucapkan terima kasih kepada Seung pyo atas pertolongannya kemarin. Seung pyo memintanya untuk berhenti berterima kasih. Kalau tidak, dia tidak akan mau melihat Min young lagi. Keduanya tersenyum.

Min young melihat sekeliling dan bertanya apa Byung hun tidak ada di sana? Raut wajah Seung pyo agak berubah begitu mendengar nama Byung hun. Dia menjawab bahwa Byung hun tidak datang menjenguknya lalu bertanya kenapa Min young menanyakan hal itu.
Min young tersenyum salah tingkah dan menjawab bahwa dia hanya ingin tahu karena dia tidak melihat Byung hun di RS.


Ternyata Byung hun sedang berada di kuburan Do Il. Dia memuji saudara Do il. Menurutnya Seung pyo itu pria hebat. Dan sepertinya dia kembali melakukan hal yang seperti dulu dia lakukan kepada Do il.


Moo jin mengunjungi tempat tinggal Hye ri tapi ternyata dia sudah tidak pindah.


Byung hun akhirnya mengunjungi Seung pyo di RS dan meminta maaf. Seung pyo bertanya keheranan karena tidak biasanya dia meminta maaf.


Byung hun menjelaskan bahwa apa yang terjadi kepada Seung pyo itu adalah kesalahan Agency. Dia juga bertanya apa Seung pyo masih ingin melanjutkan kesepakatan mereka? Seung pyo awalnya mengira kalau Byung hun tidak menyetujui permintaannya. Byung hun kembali bertanya apa Seung pyo ingin berhenti? Apa dia tidak ingin lagi melanjutkan operasi mereka? Seung pyo lalu duduk dan menjawab tidak ada alasan baginya untuk mundur.

Yang ingin dia tahu adalah apa yang tiba-tiba membuat Byung hun berubah pikiran. Byung hun menjawab bahwa tidak ada alasn khusus. Dia hanya merasa bahwa Seung pyo memang orang yang tepat buat Min young.

Sebelum pulang dia meminta Seung pyo agar mengabarinya kalau dia sudah siap untuk tahap akhir operasi mereka.


Di depan teater ternyata Min young sedang menunggu Byung hun. Dia menyampaikan perasaannya saat dirinya diculik. Awalnya dia sangat ketakutan tapi begitu mendengar suara Byung hun, dia jadi tenang. Karena dia percaya kalau Byung hun akan datang menyelamatkannya.

Byung hun yang terlihat ingin menjaga jarak sekali lagi mengingatkan Min young bahwa Seung pyo lah orang yang pantas mendapatkan ucapan terima kasih itu.

Min young memberitahu Byung hun bahwa dia melihatnya berbicara dengan Yi seol. Dia ingin tahu apa yang mereka bicarakan. Apakah mereka membicarakan dirinya? Byung hun diam. Min young terlihat tersipu. Dia lalu mengucapkan kalimta Yo seol, “Jangan lari dan lihatlah ke dalam hatimu”. Karena itu dia meminta agar Byung hun tidak menghindarinya lagi. Dia ingin Byung hun menatap matanya dan mengatakan perasaannya.


Byung hun lalu memanggil Min young agar mendekat. “Aku tidak bisa menjadi pria yang baik untukmu. Ingat selalu itu,” ucapnya lalu pergi.


Seung pyo sedang mengingat kejadian di teater, saat Byung hun menenangkan Min youn. Dia juga teringat ucapan Byung hun yang menyebutnya sebagai orang yang tepat untuk Min young.

Seung pyo lalu menghubungi seseorang. “Bagaimana kalau Minggu besok?” tanyanya.

Hari Minggu tiba.


Seung pyo dan Min young jalan berdua tentu di bawah pengawasan Byung hun.


Moo jin membuka pintu mobil dan bertanya apa benar Byung hun mau melakukan ini? Dia bisa berhenti sekarang, masih belum terlambat. Byung hun menyuruh mereka kembali ke pos mereka masing-masing. Mereka harus meneruskan operasi ini karena ini adalah operasi terakhir Agensi Cyrano. Tapi Moo jin menolak. Dia tidak ingin berpartisipasi, begitu juga dengan Ah rang. Mereka pun meninggalkan Byung hun seorang diri.


Kini Seung pyo dan Min young duduk di bangku taman. Byung hun mengatakan bahwa ini adalah saatnya Seung pyo mengungkapkan perasaannya.

Dengan dibimbing oleh Byung hun, Seung pyo memulai dengan hari pertama dia melihat Min young. Bagaimana dia langsung jatuh cinta kepada Min young, bagaimana hidupnya sebelum mengenal Min young.

Baik Seung pyo dan Byung hun, keduanya mengungkapkan perasaannya kepada Min young. Keduanya membayangkan kisah mereka masing-masing.

“Seseorang yang tidak kukenal selama hidupku menjadi orang yang paling penting dari diriku sendiri. Jika bukan untukmu, Gong Batu (panggilan Byung hun kepada Min young, red) Aku takkan tahu perasaan itu,” ucap Byung hun. Ucapan ini seharusnya diucapkan juga oleh Seung pyo.

Seung pyo terdiam sejenak mendengarnya. Dan dia pun mengulang kalimat itu, persis seperti apa yang Byung hun katakan.


Min young tahu bahwa hanya satu orang yang memanggilnya dengan Gong Batu. Dia akhirnya menyadari bahwa semua ucapan Seung pyo sudah diatur oleh Byung hun.

Min young mencari-cari kamera sementara Seung pyo tertunduk *hiks kasihan Master.



Begitu menemukan kameranya, Min young berjalan mendekat dan berkata ke arah kamera, “Pengecut! Kenapa kau terus bersembunyi dariku? Kubilang aku menyukaimu, tapi kau tidam mendengarkanku,” ucap Min young.

“Aku ingin kau bahagia, Gong Batu,” jawab Byung hun yang hanya didengar oleh Seung pyo.

“Dia memang pengecut. Kalau memang dia ingin kau bahagia, dia seharusnya melakukan apa yang kau mau. Bukannya menginginkan orang lain untuk membuatmu bahagi,” balas Seung pyo. Dia lalu berdiri dan juga berbicara ke arah kamera.

“Sepertinya dia belum meluruskannya. Apa dia baru akan meluruskannya saat dia sudah kehilangan?” tanya Seung pyo lagi.

Tiba-tiba kamera mati dan layar monitor Byung hun jadi hitam. Byung hun jadi panik dan langsung berlari menghampiri mereka.


Seung pyo tersenyum menang. Seperti dugannya.

Byung hun langsung bertanya apa Min young baik-baik saja begitu dia tiba di tempat Seung pyo dan Min young.

Seung pyo langsung memotong. Dia itu bukan avatar Byung hun. Dia sendiri yakin kalau Min young sudah tahu bahwa semua yang tadi dia katakan adalah pikiran Byung hun tentang Min young. Jadi sekarang dia meminta Byung hun untuk mengatakannya sendiri di hadapan Min young.

Byung hun bertanya apa ini semua rencana Seung pyo? Walau bukan hal besar, tapi setelah beberapa kali melihat, dia jadi tahu cara melakukannya.

Byung hun menjawab bahwa dia hanya ingin membahagiakan Min young. Seung pyo langsung memotong bahwa kalau memang itu tujuan Byung hun, harusnya dia melakukan sesuai dengan keinginan Min young.

Sebelum pergi, dia berterima kasih kepada Min young karena sudah menemaninya berjalan-jalan.


Sambil menatap kepergian Seung pyo, Byung hun mengingatkan Min young bahwa dia akan menyesal karena telah melepaskan pria seperti Seung pyo. Tapi Min young membalas bahwa Byung hun lah yang akan menyesal kalau kehilangan dirinya.


“Kalau kau bahagia tinggal bersamaku, tinggallah,” ucap Byung hun. Min young melongo. “Kenapa wajahmu? Kau tidak mau?”

“Hanya itu?” tanya balik Min young.

“Lalu apa? Apa kita memerlukan sesuatu yang lain?” tanya Byung hun, polos. Min young tertawa. Dia tidak percaya kalau selama ini Byung hun bisa bertahan dengan Agensinya.

Dia meminta Byung hun untuk mengulang kembali apa yang tadi dia katakan padanya lewat Seung pyo, tanpa mic. Seoalnya tadi itu sangat hebat. Tapi Byung hun jadi salah tingkah dan menghindar. Min young menahannya dan berkata wanita akan selalu ingat hari seperti ini dalam hidupnya.


Byung hun terlihat malas meladeni tapi dia langsung merangkul Min young karena tiba-tiba ada dua sepeda yang muncul dan hampir menabrak Min young (keduanya adalah Moo jin dan Ah rang heheh)


Min young masih senyum-senyum. Byung hun akhirnya menyerah. Dia menyuruh Min young mendengarkan baik-baik karena dia hanya akan mengatakannya sekali. Dia lalu membisikkan sesuatu kepada Min young. Min young sangat senang mendengarnya. Dia memeluk Byung hun dan perlahan Byung hun membalas pelukannya sambil tersenyum.


Anak buah Seung pyo muncul sambil membawa dua ikat balon dan melepaskannya. Dan kedua pengendara sepeda tadi berhenti. Mereka menatap Min young dan Byung hun juga sambil tersenyum.


Ah rang bertanya kepada Moo jin kira-kira apa yang akan terjadi pada mereka berdua kalau saja Seung pyo tidak mengubah keputusannya? Moo jin tidak tahu tapi dia rasa ketulusan Min young pastinya akan berhasil menggerakkan perasaan Byung hun.

Ah rang lalu bertanya apa Hye ri sudah menghubungi Moo jin. Hye ri menggeleng tapi dia yakin akan segera menemukannya.


Seung pyo dan anak buahnya memandangi balon-balon yang terbang bebas di udara. Keduanya berkata bahwa mereka menyiapkan balon itu untuk Seung pyo tapi ternyata akhirnya mereka malah melepaskannya untuk Min young dan Byung hun.

Keduanya lalu berceloteh tentang bagaimana kerennya Seung pyo beberapa saat yang lalu dan tentang kebaikan hati Seung pyo karena tidak berniat mengambil alih teater walaupun dia sudah kehilangan calonnya.


Byung hun membereskan file klien mereka. Min young mendekatinya dan berusaha membujuknya agar Agency tetap buka. kalau Byung hun tidak mau, dia sanggup menjalankannya sendiri. Tapi Byung hun tetap menolak karena tempat itu adalah teater dan dia akan menjadi produsernya.

“Kalau begitu aku kerja apa?” tanya Min young.

“Menjadi asistenku. Ikuti saja semua arahank. Bukankah itu yang suka?” tanyanya lalu memberikan sebuah kardus kepada Min young. Dia mengingatkan Min young bahwa tempat itu akan terlarang bagi Min young mulai sekarang.

Min young tentu keberatan tapi aasal Byung hun mengualngi lagi ucapannya, dia akan menurut. Byung hun berbisik, “Aku sudah bilang tidak akan mengatakannya dua kali,” lalu emndorong Min young keluar ruangan.


Min young melangkah keluar dan melihat papan bertuliskan langkah-langkah operasi mereka. Dia menghela nafas dan merasa sayang karen semuanya sudah berakhir. Moo jin dan Ah rang juga ikut mengepak barang.


Seung pyo akhirnya membuka kursus memasak. Pesertanya sebagian besar perempuan dan terihat naksir sama chef mereka :D Dia lalu menerima telepon, “uhm hari ini?” tanyanya.


Yi seol sedang berjalan dan tanpa sengaja melihat pamflet yang tertempel tentang pementasan di teater Cyrano.


Hye ri menikmati menikmati pudingnya ketika dia mendengar sebuah suara. “Aku suka gadis manis tapi tidak suka gadis yang melarikan diri,” ucap Moo jin. Akhirnya dia menemukan Hye ri.

Hye ri bertanya kenapa Moo jin tidak membencinya. Dengan santai Moo jin menjawab bahwa Hye ri lah yang memintanya untuk tidak membencinya. dia pun meminta Hye ri berjanji untuk tidak melarikan diri lagi.

Dia lalu memberikan Hye ri tiket pertunjukan Byung hun di teater Cyrano dan mengajaknya pergi bersama.


Di backstage, dua anak buah Seung pyo sedang bersiap-siap, begitu juga dengan Ah rang. Ada seorang gadis yang terlihat sanat gugup. Ah rang menyodorkan minuman kepadanya dan menasehatinya untuk santai.

“Do Ah rang!” Panggilnya “Apa kau punya pacar?” tanyanya.

“Tidak,” jawab Ah rang.

“Baguslah. Aku tidak akan lupa itu,” ucap si gadis. Ah rang mengacuhkannya dan kembali ke scriptnya.


Seung pyo, Yi seol, moo jin, dan Hye ri kini ada di kursi penonton dan pertunjukan dimulai. Semua orang terlihat menikmati pertunjukannya.

Dari balik layar, Byung hun mengawasi.


Dia kemudian menanyakan keberadaan Min young kepada Ah rang. Ah rang menjawab bahwa Min young ada di ruang no.3


Ada seorang wanita datang ke teater dan bertanya apa benar bahwa tempat iu bisa mewujudkan cintanya? Min young dengan seyum lebar menyambutnya.


Tiba-tiba Byung hun muncul. Dia mengingatkan Min young untuk menutup Agensi. Min young memintanya untuk tidak mengatakan itu sekarang karena di depan mereka sedang ada pelanggan. Dan karena dia sudah datang, dia tidak mungkin mengusirnya kan?

Si calon klien bertanya siapa Byung hun.


“Seo Byung hun. Dia kekasihku,” jawab Min young.

“Hei! Berhenti bicara dan kau jangan pernah melakukan...” ucapan Byung hun tidak selesai karena Min young langsung menciumnya.






“Semua orang berbagi impian yang sama dalam percintaan. Dua orang bertemu untuk membuat alam semesta di antara mereka. Dan saat-saat yang mereka tawarkan adalah saat manis dan bahagia. Tapi terkadang dia menyakitimu dan melukaimu sangat dalam. Tapi kau jangan menyerah. Semua momen bersama akhirnya akan membawamu ke satu tujuan. Dan dalam Cyrano Agency aku bertemu dengan alam semestaku, kisah cintaku."


~ THE END ~

\^^/ Akhirnya tugas saya untuk menulis sinopsis Dating Agency Cyrano akhirnya selesai. Terima kasih buat yang sudah setia membaca walaupun sempat terhenti selama beberapa waktu *mianhae...

Berikut saya beri bonus piku yang diposting oleh Soo young di Girls' Generation Official Website







Credit: www.smtownsnsd.com

02 December 2013

[Sinopsis]. Dating Agency : Cyrano episode 16 part 1 (Final)


Final Episode



Min young membuka matanya tapi dia menjadi terkejut saat tahu apa yang dia kenakan.


Seung pyo akhirnya tiba di teater. Dia berteriak dan mencari Min young. Min young ingin memberitahukan keberadaannya tapi mulutnya dibekap dan tangan serta kakinya terikat. Seung pyo lalu menelepon Byung hun dan memberitahukan bahwa tidak seorang pun ada di teater.

Byung hun menyuruhnya ke atap karena itu adalah tempat terbaik untuk mengawasi mereka .


Seung pyo tiba di atap tapi kembali tidak menemukan seorang pun. Dan saat dia sibuk mencari, si baju hawaii tiba-tiba muncul dan memukulnya dengan sebatang kayu. Seung pyo jatuh dan hp nya terlempar.


Byung hun yang masih terhubung dengan Seung pyo mendengar suara ribut. Dia menjadi semakin panik karena Seung pyo tidak menjawab pertanyaannya. Dia yang awalnya mencoba tenang menyetir mobil akhirnya menginjak pedal gas agar bisa segera tiba di teater. Dia juga menghubungi Moo jin dan menyuruhnya agar segera kembali ke teater. They need him.


Walau kena pukul, tapi dasar Seung pyo memang seorang mafis, dia bisa memukul balik si baju Hawaii. Keduanya lalu terlibat adu jotos (*lebay heheh) dan Seung pyo berhasil melumpuhkan si Baju Hawaii. Sambil mencekik leher si baju hawaii, Seung pyo menanyakan keberadaan Min young.

Si baju Hawaii sama sekali tidak terlihat takut. Dia malah tertawa dan bertanya balik kenapa Seung pyo sangat peduli pada gadis yang menyukai orang lain. Seung pyo menyuruhnya untuk tidak banyak bicara. Si baju Hawaii kembali tertawa dan berkata bahwa dia yakin Seung pyo sudah tahu rencananya.


Seung pyo membentaknya dan menyuruhnya untuk menjawab pertanyaannya. Si baju Hawaii berkata bahwa Min young ada di ruangan di belakang mereka. Seung pyo lalu membawa si baju Hawaii bersamanya ke depan pintu ruangan dan mengetuk sambil memanggil nama Min young. Si baju Hawaii mengambil kesempatan atas kelengahan Seung pyo. Dia berhasil mendorong Seung pyo dan melepaskan dirinya.


Dia berlari kembali ke dalam teater dan Seung pyo mengejarnya. Kembali Seung pyo berhasil menjatuhkannya. Seung pyo bersumpah akan membunuh si baju Hawaii kalau kali ini dia berbohong mengenai tempat dia menyekap Min young.

Si baju Hawaii menunjuk sebuah tempat tapi Seung pyo yang tidak mau tertipu lagi mengajak Si Baju Hwaii sambil mencengkram kerah bajunya.


Min young lalu berusaha membuat suara dengan menumbukkan kakinya ke lantai. Seung pyo mendengarnya. Dia menyuruh si baju Hawaii agar diam. Minyoung kembali menumbukkan kakinya. Dan kali ini Seung pyo sadar bahwa suara itu berasal dari bawah panggung. Dia lalu menunduk dan melihat Min young.


Sayang, Seung pyo kembali lengah dan si Baju Hawaii mengeluarkan sebilah pisau dari kantong celananya.


Byung hun akhirnya tiba dia teater Cyrano. Dengan langkah lemas dia memasuki teater. Moo jin juga tiba saat itu juga.


Di dalam teater Seung pyo menenangkan Min young karena dia akan segera membebaskannya. Min young melotot ketakutan melihat pisau yang ada di tangan si baju Hawaii. Dia mencoba memperingatkan Seung pyo tapi terlambat. Si baju Hawaii terlebih dulu menikam Seung pyo.


Walau kesakitan, Seung pyo masih bisa melumpuhkan si baju Hawaii. Dia kemudian terbaring lemah sambil memegang perutnya yang mengeluarkan darah. Min young hanya bisa menangis.

Letakkan Url Gambar atau Widget

Byung hun akhirnya tiba dan melihat Seung pyo yang terbaring kesakitan. Seung pyo memberitahu dia bahwa Min young ada di bawah panggung. Dia dan Moo jin lalu mengeluarkan Min young dari sana.


Si baju Hawaii merogoh kantong celananya dan mengeluarkan sebuah benda hitam kecil. Benda itu adalah pemicu bom yang ada rompi yang dipakai Min young.

“Haruskah aku mulai sekarang?” tanyanya kepada Byung hun. Seung pyo mencoba untuk meraih benda itu tapi terlambat. Si baju Hawaii telah menekan tombolnya.

10:00, 09:59, 09:58...


Byung hun dengan marah menyuruhnya untuk mematikan bom itu. Tapi si baju Hawaii dengan santai menjawab bahwa dia hanya pandai membuat bom, bukan menghentikannya.


Byung hun lalu bertanya kepada Moo jin apa dia bisa menghentikan bomnya. Moo jin mengangguk. Tapi dia meminta mereka untuk keluar, sebagai jaga-jaga kalau terjadi sesuatu. Min young hanya bisa menangis. Byung hun berusaha menenangkannya sementara Seung pyo hanya bisa melihat dari jauh.

3:24

Moo jin memotong kabel terakhir.

3:24

Moo jin berhasil menjinakkan bomnya \^^/



Keduanya lalu melepaskan rompi tersebut dari Min young. Begitu lepas, Min young langsung menghampiri Seung pyo yang masih kesakitan.

Masih terisak, Min young bertanya apa Seung pyo baik-baik saja. Seung pyo berusaha tersenyum dan menjawab bahwa dia baik-baik saja. Dia senang karena Min young akhirnya selamat.


Ambulans dan polisi tiba. Si baju Hawaii akhirnya digiring ke kantor polisi dan Seung pyo ditandu ke dalam Ambulans. Petugas RS memberitahu bahwa walinya boleh ikut menemani. Tanpa pikir panjang Min young langsung mengangkat tangannya dan masuk ke dalam Ambulans. Byung hun melihatnya dengan tatapan yang ‘sesuatu’ ^o^


Dan di dalam Ambulans Min young menggenggam tangan Seung pyo.


Begitu Ambulans pergi, Moo jin mengubungi seseorang *mungkin Hye ri. Tapi nomornya tidak aktif.


Byung hun mendekati mobil polisi dimana si baju Hawaii ditahan. Dia menyindirnya karena usaha si baju Hawaii berakhir dengan sia-sia. Tapi si baju Hawaii masih bersumpah bahwa dia akan membalas perbuatan Byung hun yang suka memanipulasi perasaan orang.
“Kau benar. Tidak mudah memanipulasi perasaan seseorang. Aku bahkan tidak dapat mengubah perasaan ku sendiri. Apa yang bisa menggerakkan hati target adalah ketulusan dari klien,” ucap Byung hun.

“Kau bicara tentang ketulusan?” sindir si Baju Hawaii. Byung hun mengangguk. Dia baru tahu itu dari seseorang.

Seorang anggota polisi mendekati Byung hun dan memintanya ikut ke kantor polisi untuk memberikan keterangan.


Min young, Moo jin dan Ah rang menunggu di depan ruang operasi. Ah rang mengungkapkan kekesalannya karena melewatkan apa yang terjadi di teater. Karena hanya diperintahkan menunggu di taman, dia hanya menunggu disana seperti orang bodoh. Moo jin menenangkannya dan berkata itu lebih baik daripada dia berada di teater.


Kedua anak buah Seung pyo datang sambil berlari ke ruang operasi. Mereka lengsung menanyakan keadaan Seung pyo kepada Min young. Min young memberitahu bahwa mereka masih harus menunggu karena operasinya masih berjalan.

“Kasihan sekali dia. Dia bahkan berlutut demi Nona Gong tapi sekarang dia malah tertikam,” ucap Yong dal yang tangannya masih diperban karena ledakan bom di ruangan si Baju Hawaii.

“Kasihan? Jangan ucapkan sesuatu yang akan melukai kehormatan Bos. Dia adalah pria sejati yang berlutut dan ditusuk demi melindungi perempuannya,” balas rekannya.


Kemudian dokter keluar. Kelimanya langsung berlari menghampirinya. Dokter memberitahu bahwa keadaan Seung pyo baik-baik saja dan akan segera sembuh dalam beberapa hari. Beruntung pisau itu tidak melukai organ tubuhnya.
Semuanya tersenyum lega.


Min young, Moo jin dan Ah rang akhirnya bisa menarik nafas lega. Benar-benar hari yang panjang. Menyadari ketidakhadiran Byung hun, Min young menanyakannya kepada Ah rang tapi Ah rang pun tidak tahu.


Byung hun kembali ke teater dan menemukan Min young tertidur di meja, seperti menunggunya. Dia kembali teringat ucapan Yi seol.

“Pasti ada seseorang yang membuatmu melakukan hal yang tidak pernah kau lakukan.”

Dia lalu mengingat bagaimana khawatirnya Min young saat melihat keadaan Seung pyo yang terluka.

Dia lalu menyelimuti Min young dan meninggalkannya.