15 December 2012

[Sinopsis] The 3rd (Third) Hospital Episode 5


Episode sebelumnya

Terjadi pertengkaran antara dokter Eastern dan Western. Sayangnya dua pejabat yang datang untuk memantau keadaan RS melihat mereka bertengkar. Akibatnya, RS terancam tidak mendapatkan kucuran dana bantuan dari pemerintah jika mereka tidak bisa memperlihatkan bukti nyata dari kerjasama antara dua departemen ini.




Rapat pun segeran dilakukan untuk mengadili dr. Jung dan dr. Ahn. Dr. Jung yang terancam dipecat tidak ingin dihukum sendiri dan menyebut nama Seung hyun dalam pengakuannya. Seung hyun pun dipanggil dan dia berkata bahwa dia bersedia bertanggung jawab atas apa yang terjadi serta akan menyerahkan surat pengunduran dirinya.



Dr. Choi tidak setuju dengan keputusan Seung hyun. Dia berkata bahwa pengunduran dirinya tidak akan menyelesaikan masalah yang lebih besar yang sedang mereka hadapi, yaitu masalah dana bantuan dari pemerintah. Dr. Yoon setuju bahwa pengunduran diri Seung hyun bukanlah pemecahan masalah yang sesungguhnya. Menurutnya, Seung hyun tidak boleh berhenti dengan pikiran yang masih dipenuhi oleh rasa ketidakpercayaan pada pengobatan Western. Hal itu malah akan menimbulkan masalah besar nantinya ketika dia harus mengobati pasien. Jadi dia meminta mereka semua masih memberikan kesempatan kepada Seung hyun.





Dr. Yang setuju. Dia kemudian mengusulkan sebuh proyek bersama antara kedua departemen ini (Eastern dan Western, red). Setiap anggota kelompok akan dipiliha satu dari tiap departemen. Dr. Cho dan dr. Oh menyatakan keberatannya. Menurut mereka proyek itu adalah sebuah ketidakmungkinan. Tapi karena waktu mereka hanya 6 bulan, maka dr. Yang menyatakan keberatan ditolak heheh. Dia juga mengharuskan Seung hyun menghasilkan sesuatu yang lebih dari kelompok lain sebagai hukumannya.

Sebelum mengakhiri rapat itu dr. Yang berkata bahwa dia akan menghubungi mereka semua begitu nama-nama dari tiap kelompok sudah diputuskan. Rapat pun dibubarkan.




Sementara itu di ruang Gawa darurat (ER, red) pasien Park Jina tidak bisa diselamatkan. Suami dan mertuanya menangis di sisi tempat tidurnya.



Doo hyun berbicara empat mata dengan dr. Park. Dia meminta dr. Park menuliskan laporan bahwa penyebab kematian pasien Park Jina adalah karena luka fisik, bukan tekanan darah yang terlalu tinggi saat kehamilan. Dia juga meminta dr. Park melaporkan kecurigaan mereka tentang adanya pendarahan otak akibat sebuah tindak kekerasan. Dr. Park berkta dengan takut-takut bahwa jika laporannya seperti itu maka Polisi akan melakukan penyelidikan.

Doo hyun kembali menegaskan bahwa hasil operasi yang buruk bukan karena ada masalah selama operasi, melainkan karena si pasien mengalami luka fisik yang akhirnya menyebabkan pendarahan di otaknya.


Dr. Lee menghadap ke dr. Yang untuk menyatakan keberatannya. Tapi kembali dr. Yang tidak menerima keberatannya. Pokoknya semua bagian dari tiap departemen harus berpartisipasi. Titik.


Dr. Choi memanggil dr. Min agar datang menemuinya. Ketika dr. Min sudah ada di ruangannya dia langsung bertanya apa dr. Min bersedia bergabung dalam proyek yang sudah ditetapkan. Dr. Min yang sedang meneguk minumnya langsung tersedak.
Dr. Choi kembali mendesak dr. Min agar memberikan jawaban bersedia atau tidak. Dr. Min dengan pasrah menjawab kalau dia bersedia.



Semua dokter kepala menerima pesan tentang proyek RS yang sebelumnya telah diberitahukan oleh dr. Yang dan sebuah pengumuman pun sudah terpasang. Dr. Ahn yang melihat pengumuman itu terlihat tidak puas dan tidak suka saat membacanya.


Dia pun langsung melapor kepada Doo hyun dan memberitahukan bahwa Doo hyun dan dr. Lee berada dalam satu tim dengan Seung hyun dan dr. Min.



Setelah mendengar laporan dr. Ahn, Doo hyun langsung berlari menemui dr. Yang untuk menyatakan keberatannya untuk berada dalam tim yang sama dengan Seung hyun. Dr. Yang menanyakan alasannya padahal mereka itu bersaudara. Dia juga ingin tahu kenapa Doo hyun belum memberitahu ayahnya kalau Seung hyun kini bekerja di RS bersama dirinya. Walaupun dr. Yang tidak tahu alasan kenapa Seung hyun beralih ke pengobatan Eastern, tapi dia mengingatkan Doo hyun bahwa ayahnya harus mengkonsumsi obat-obat ant-anxiety sejak kepergian Seung hyun.

Doo hyun meminta dr. Yang kembali ke topik utama. Dia menolak ikut serta dalam proyek kerjasama itu. Tapi dr. Yang berkeras. Dia bertanya balik kepada Doo hyun. Apa yang ayah Doo hyun akan pikirkan jika Doo hyun menolak ikut dalam proyek itu karena ada Seung hyun. Dr. Yang mencoba membujuk Doo hyun dengan berkata bahwa dia akan memberitahu ayah Doo hyun bahwa Doo hyun siap untuk ikut dalam proyek kerja sama demi Seung hyun. Dia yakin kalau ayah Doo hyun akan senang mendengar hal itu.


Doo hyun berjalan dengan wajah penuh amarah ke ruangan Seung hyun. Dia tidak suka karena harus terlibat dalam masalah yang disebabkan oleh Seung hyun. Dia pun menyuruh Seung hyun agar mulai sekarang Seung hyun mendengarkan kata-katanya, tanpa protes sedikitpun. Seung hyun meminta maaf karena telah berbuat salah tapi dia juga tidak suka dengan sikap Doo hyun dan teman-temannya yang sangat menuntut dan agresif. Doo hyun tersenyum sinis dan berkata sejak awal dia sudah tahu kalau proyek ini tidak akan berhasil.

“Apa kau menyebut dirimu dokter?” tanya Seung hyun saat Doo hyun akan meninggalkan ruangannya. “Aku mungkin sering membuat masalah, tapi apa kau akan tetap membiarkan seorang pasien yang seharusnya masih bisa diselamatkan mati begitu ketika dia menjadi bagian dalam proyek kerjasama ini?”



“Tidak ada pasien yang akan bisa selamat jika dia terlibat dalam proyek ini,” ucap Doo hyun. Dia mungkin bisa menyelematkan pasien itu seorang diri tapi jika dia sudah menjadi pasien dari proyek kerjasama itu.

“Kau ini sombong atau memang tidak bertanggung jawab?” tanya Seung hyun. Dia mulai tidak suka dengan perkataan Doo hyun.


“Sombong? Apa kau pikir aku mau pamer di depan kucing penakut sepertimu?” balas Doo hyun. Seung hyun langsung berdiri dari kursinya. sebuah pertengkaran hampir saja terjadi seandainya dr. Min tidak tiba tepat pada waktunya.

Dr. Min datang menemui Seung hyun untuk mengajaknya pergi minum. Seung hyun menolak. Setelah percakapannya dengan Doo hyun tadi, dia merasa tidak punya selera.


Mereka pun akhirnya memutuskan untuk pulang saja. Dr. Min bertanya mengapa Seung hyun memutuskan untuk pulang padahal selama ini dia sengaja tinggal di RS karena sedang ada tamu yang menginap di rumahnya (Eui jin, red). Seung hyun menjawab bahwa sekarang dia lebih memilih untuk tidur di jalan daripada harus tinggal di RS. Dr. Min bisa memahami perasaan itu. dia sendiri juga sepertinya tidak akan tahan kalau harus melalui 6 bulan ke depan bersama para dokter Western yang menjengkelkan.



Saat mereka akan tiba di depan pintu keluar, dr. Min melihat dr. Jung Tae suk. Dia pun langsung memanggilnya dan berniat untuk memberinya pelajaran. Dr. Jung yang melihat mereka langsung lari ketakutan. Seung hyun berusaha sekuat tenaga untuk menahan dr. Min yang sedang marah agar tidak mengejar dr. Jung.


Dr. Yang sedang makan malam bersama dr. Kim Ha yoon (ayah Doo hyun dan Seung hyun, red). Dia kembali menanyakan tawarannya kepada dr. Kim untuk bekerja di RS yang dia pimpin. Dr. Kim menolak tawaran itu karena menurutnya di umurnya yang sekarang dia sudah tidak perlu lagi pindah RS. Dr. Yang mengangguk.

Dr. Yang kemudian memberitahukan dr. Kim bahwa Seung hyun hampir saja dipecat dari RS dan jika dia masih tidak bisa bekerja sama dengan dokter lain, maka kemungkinan Seung hyun harus keluar. Dan kalau dia keluar, makan kemungkinan dia hanya akan menjadi penggali ginseng liar (dr. Yang sengaja memanas-manasi dr. Kim agar dia meneria tawarannya, red).



“Sebenarnya masalah apa yang sudah sebabkan di RS?” tanya dr. Kim, mulai ingin tahu. Dr. Yang menjelaskan secara singkat lalu kemudian bertanya penyebab Seung hyun beralih ke pengobatan Eastern padahal ayahnya adalah seorang dokter ahli saraf ternama. Dr. Kim meminta dr. Yang agar tidak membicarakan tentang hal itu.


Seung hyun yang baru saja turun dari mobilnya mendapat telepon dari Eui jin. Eui jin terdengar panik dan berkata bahwa ada masalah besar lalu menutup teleponnya. Seung mencoba menghubunginya balik tapi telepon Eui jin sudah tidak aktif. Dia pun segera berlari ke rumahnya, khawatir kalau sesuatu yang buruk terjadi pada Eui jin.



Ternyata Eui jin sudah menyiapkan pesta kejutan untuk Seung hyun karena dirinya diterima di Asian Orchestra. Mereka berdua pun merayakannya di balkon rumah Seung hyun.


Kini Eui jin dan Seung hyun duduk berdua memandangi langit malam. Eui jin berkata bahwa dia berterima kasih pada Eui jin yang masih ada di dalah hati Seung hyun. Karena dia, karena nama mereka sama, Seung hyun memperlakukan dirinya dengan sangat baik.



“Kalau dia hidup, kalian berdua pasti sudah punya 10 anak,” ucap Eui jin.

“Kalau dia hidup…,” Seung hyun terlihat sedih.



“Kalau dia hidup, maka kau tidak perlu muncul dalam hidup ku dan membuatku tidur di RS,” lanjut Seung hyun, mencoba mencairkan suasana. Dia pun menyuruh Eui jin segera keluar dari rumahnya. Tapi Eui jin berkata bahwa semua uangnya sudah habis untuk beli kembang api. Jadi dia meminta Seung hyun berbelas hati kepadanya. Eui jin pun menunjukkan aegyo nya (lucuuuuu banget ngeliat Eui jin. Beda kalau Soo young yang ngelakuin *emang Eui jin dan Soo young beda ya? Heheheh)


Esok harinya semua dokter yang sudah terdaftar dalam proyek kerjasama kembali mendapatkan sms pemberitahuan mengenai tempat dan waktu pertemuan. Sebagian besar terlihat tidak suka saat membaca sms itu, termasuk Seung hyun.



Hye in tiba di depan ruang pertemuan. Dia membuka pintu dan ternyata yang ada hanyalah Seung hyun dan dr. Yoon. Seung hyun terlihat malas-malasan dengan menselonjorkan kedua kakinya ke kursi. Tapi saat dia melihat Hye in yang sedang mengintip dari balik pintu, dia berbalik dan meselonjorkan kakinya ke atas meja di hadapannya. Melihat sikap Seung hyun, Hye in pun memilih untuk tidak masuk ke dalam ruangan. Di jalan dia berpapasan dengan dr. Min yang juga sedang menuju ruang pertemuan. Dia heran kenapa Hye in malah pergi dan tidak masuk ke dalam ruangan.



Setelah beberapa lama menunggu, dr. Yoon berinisiatif menghubungi seseorang. Katanya semua dokter sedang berkeliling memeriksa pasiennya. Karena itu mereka tidak bisa datang ke rung pertemuan. Jadi dr. Yoon menyarankan mereka agar pulang ke ruangan masing-masing. Seung hyun yang terakhir keluar menutup pintu dengan menendangnya.



Dr. Min dan Seung hyun bertemu dengan Doo hyun dan dr. Lee. Mereka sepertinya akan menggunakan lift yang sama. Doo hyun dan dr. Lee masuk lebih dulu. Sung hyun berdiri sejenak dan menatap Doo hyun. Dr. Min mengajak Seung hyun agar segera masuk ke dalam lift tapi saat itu Doo hyun menekan tombol agar pintu lift menutup. Alhasil, hidung dr. Min hampir kejepit LOL (maaf dr. Min saya tertawa di atas penderitaan mu)


Dr. Yang dan dr. Choi mendiskusikan apa yang terjadi pada pertemuan pertama proyek kerja sama yang mereka rencanakan. Dr. Choi khawatir kalau mereka tidak segera melakukan sesuatu, maka proyek kerjasama yang mereka harapkan akan sia-sia saja.



Dr. Yang menghubungi satu per satu anggota tim proyek tapi semuanya dengan santai memberikan alasannya, termasuk Doo hyun. Dr. Yang jadi kesal dibuatnya.


Seung hyun sedang berkumpul bersama dokter magangnya. Dia sempat menyindir dr. Jung karena masih berani nyeletuk sementara dia sudah melakukan sebuah kesalahan karena mulut besarnya itu. Untung saja saat itu seorang suster masuk dan memberitahu bahwa mereka semua diminta oleh dr. Yang untuk ke ruang pertemuan. Sekarang juga.



Dr. Yang menumpahkan kekesalannya dan menyampaikan ancamannya pada mereka yang dengan sengaja bersikap acuh terhadap tim proyek yang sudah dibentuk. Dia juga lalu memperkenalkan kepala dari tim proyek yang tidak lain adalah dr. Kim Ha yoon.



Semua yang ada di ruangan itu menyambut dengan senyum lebar dan tepuk tangan. Maklum dr. Kim adalah seorang dokter ahli saraf yang hebat dan dihormati. Tapi raut wajah gembira tidak terlihat pada Doo hyun dan Seung hyun. Mereka justru sama-sama terkejut.



Dr. Yang pun lalu mengajak dr. Kim untuk berkenalan satu per satu dengan dokter yang ada dalam ruangan itu. dr. Kim menyalami semuanya dengan senyum. Tapi ketika dia tiba di depan Seung hyun, senyumnya menghilang. Seung hyun tidak berani menatap ayah nya. Dia menjabat tangan ayahnya sambil menunduk. Hye in heran dengan sikap Seung hyun (Ingat kan chingu kalau belum ada seorang pun di RS yang tahu, kecuali dr. Yang, kalau Seung hyun dan Doo hyun itu 'bersaudara').


Setelah pertemuan yang cukup mengejutkan dengan sang ayah, Doo hyun pun memutuskan untuk mengunjungi ayahnya di ruangannya. Doo hyun menanyakan alasan kedatangan ayahnya ke RS itu. dr. Kim menjawab bahwa dia datang untuk memastikan Seung hyun tidak lari lagi dari masalah seperti yang dia lakukan beberapa tahun yang lalu.



Esoknya pertemuan kembali dilakukan. Kali ini semua dokter Western dan Eastern sudah berkumpul, kecuali dr. Lee Dong sung. Tidak lama seorang dokter staf (dr. Jang Woo rook, red) datang dan memberitahukan bahwa dr. Lee tidak bisa hadir karena ada pasien yang harus segera dia temui. Dr. Yoon bertanya apa pasien itu dalam keadaan gawat. Dr. Jang ragu menjawab. Hal itu menyulut emosi dr. Yoon. Dr. Jang mencoba memberi alasan bahwa jadwal dr. Lee sangat padat saat ini. Dr. Min langsung menimpali, “Jadi orang yang ada di ruangan ini semuanya tidak punya pekerjaan?”

Seung hyun ikut menyarankan sambil menyindir, “Bagaimana kalau kita yang tidak sibuk ini memulai saja pertemuannya tanpa dokter yang sibuk itu?” Dr. Yoon pun meminta dr. Park agar memulai saja presentasinya. Dr. Min langsung mengacungkan jempolnya kepada Seung hyun.



Pasien yang akan mereka tangani bernama Choi Hwi joo, umur 5 tahun. Dia menderita Moyamoya. Dr. Park mencoba menjelaskan kepada para dokter Eastern apa itu penyakit Moyamoya. Tapi Seung hyun menginterupsi bahwa mereka tahu penyakit itu.

Dr. Park kembali menyampaikan bahwa pasien Choi adalah pasien COP. Dr. Min langsung memotong dan menyarankan agar dr. Park menyebut penyakit saraf dibandingnkan COP karena sekarang mereka berada dalam tim proyek kerjasama.



Doo hyun membalas bahwa dia yakin istilah dasar kedokteran diajarkan pada tahun pertama pendidikan kedokteran Eastern. Seung hyun menimpali dengan berkata bahwa bukanlah hal yang sopan menggunakan istilah kedokteran Western seenaknya hanya karena mereka mempelajarinya pada tahun pertama kuliah mereka. Dr. Yoon langsung menengahi dan dia setuju dengan pendapat Seung hyun (hadeeeh baru perkenalan pasien saja perdebatannya sudah mulai panjang. Bagaimana proses pengobatannya ntar?)

Dr. Park melanjutkan bahwa pasien Choi butuh operasi di bagian otaknya dan operasi itu ada tiga tahap. Tapi karena dia masih muda maka walinya belum memberikan persetujuannya. Doo hyun langsung menyarankan bahwa pengobatan Eastern akan lebih baik diberikan selama proses penyembuhan setelah operasi dilakukan. Tapi hal sebaliknya disarankan oleh Seung hyun. Berhubung wali si pasien belum setuju untuk operasi, maka dia menyarankan agar pasien diberi pengobatan Eastern terlebih dahulu untuk melihat pengaruhnya. Doo hyun langsung tersenyum mencibir (See? Sepertinya perdebatan yang semakin panjang akan terjadi).

Ucapan Seung hyun menunjukkan bahwa dia sendiri tidak tahu akan sebesar apa pengaruh yang bisa diberikan oleh akupunturnya sementara mereka tidak bisa menunda waktu lagi. Dia tidak setuju dengan pendapat Seung hyun yang ingin bertaruh dengan nyawa si pasien. Tapi Seung hyun menyampaikan alasannya. Jika sumber penyakit itu belum diketahui, maka akan lebih baik jika mereka menggunakan akupuntur dan menyembuhkan penyebab utamanya.

“Hanya sumbernya yang tidak diketahui, tapi bukan berarti dia tidak bisa disembuhkan,” bentak Doo hyun. Semua yang ada di ruangan itu juga ikut tegang mendengar perdebatan Seung hyun dan Doo hyun.

Seung hyun berkata bahwa dia tidak meminta mereka menunda operasi. Mereka hanya perlu memberikan pengobatan akupuntur selama wali pasien memutuskan apakah mereka setuju pasien di operasi atau tidak. Doo hyun tetap bertahan mengingat mereka saling berkejaran dengan waktu. Dia tidak ingin ada luka fatal yang diakibatkan pengobatan Eastern yang diberikan sebelum operasi dilakukan. Selain itu, Doo hyun tidak ingin mempertaruhkan nyawa pasiennya pada sebuah pengobatan yang semborono.



“Sembrono atau tidak, bukan tergantung Anda, dr. Kim Doo hyun, tapi si wali pasien,” ucap Seung hyun membalas perkataan Doo hyun.

Doo hyun langsung menggebrak meja dan berdiri dari tempat duduknya lalu berkata, “Hasil operasi tergantung kepada dokternya, bukan wali pasien. Kenapa? Karena kalau si pasien meninggal, dokter lah yang harus bertanggung jawab, bukan walinya. Karena itu seorang dokter, bukan walinya, yang akan lebih menderita dan lebih merasa bersalah kalau itu terjadi. Apa kalian memahami itu, dokter Eastern?”



Kali ini giliran Seung hyun yang memukul meja dan berdiri dari tempat duduknya.

Saat suasana semakin menegang, dr. Kim Doo hyun tiba. Dia sengaja menutup pintu dengan keras agar semua orang mendengarnya. Saat para dokter di ruangan itu menyadari kedatangannya, mereka langsung berdiri.


Dokter dalam tim Doo hyun kembali ke rungan mereka sambil terus membicarakan pertemuan tadi. Mereka mempertanyakan tujuan dari proyek kerjasama tersebut karena sepertinya yang ada justru pertengkaran dan perdebatan antara dokter dari dua departemen. Menurut mereka proyek ini sia-sia karena pada dasarnya mereka sudah berbeda.

Tapi Hye in malah berkata bahwa mereka harus menunggu untuk mengetahui kebenaran pernyataan rekannya itu. Menurutnya, walaupun sudut pandang dan pendekatan kedua pengobatan berbeda, tapi tujuan mereka sama, menyelamatkan pasien. Tapi tetap saja, menurut dr. Ahn, pasien lah yang akan lebih menderita karena perdebatan yang terjadi dalam proyek ini.

Mendengar Hye in yang lumayan sering membela dokter Eastern, dr. Jung Seong hee mencurigai sesuatu. Dia ingin tahu sebenarnya Hye in itu di pihak siapa. Walaupun ayah Hye in adalah seorang dokter Eastern, harusnya Hye in bisa membedakan di tim mana dia sekarang. Dr. Ahn menghentikan ucapan dr. Jung sebelum dia semakin bicara ngawur.

Pertemuan Tim proyek yang ke-4



Kembali ada perdebatan tentang pengobatan seorang pasien yang terkena stroke karena diabetes. Dokter Eastern menyarankan obat herbal untuk mengembalikan fungsi pankreasnya.

Dokter Eastern memberikan obat herbal kepada si pasien untuk diminum.



Doo hyun melarang keras karena menurutnya obat herbal itu belum terbukti klinis yang malah justru bisa membunuh pasien karena hatinya tidak bekerja dengan baik.

Dokter Western langsung datang dan mencegah pasien itu menghabiskan obat herbalnya. Dia pun langsung memasang infus kepada pasien dan memberikan insulin.



Seung hyun lalu menyebutkan akibat yang akan terjadi kalau pasien diberikan pengobatan insulin karena pancreas pasien akan kehilangan kemampuannya untuk menghasilkan insulin dan itu malah akan mengakibatkan masalah yang lebih besar.

Suster dari departemen Eastern pun menurunkan botol infus si pasien dan menggantinya dengan pengobatan akupuntur. Istri si pasien terlihat bingung melihat para dokter yang menangani suaminya.

“Kita perlu mengobati penyebab utamanya,” ucap Seung hyun.



Dr. Lee langsung memotong dan berkata bahwa pengobatan Eastern bukannya mengobati penyebab utamanya tapi justru memberikan pengobatan yang tidak beralasan. Para dokter Eastern yang mendengar ucapannya tidak terima dengan perkataan dr. Lee (Saya juga tidak suka dengan dr. Lee ini. Seenaknya bicara)

Dr. Lee dan beberapa dr. Western lainnya memutuskan untuk meninggalkan ruangan itu karena menurutnya pertemuan kerja sama itu tidak ada gunanya. Tapi dr. Kim Doo hyun meminta mereka untuk tetap tenang dan kembali ke tempat dudukny masing–masing.

Dr. Kim berkata bahwa seorang dokter hanya punya satu tujuan saat merawat pasiennya dan dia percaya semua dokter di ruangan itu paham akan tujuan tersebut.

Pertemuan pun akhirnya selesai dengan keluhan dari semua dokter yang hadir. Semuanya seperti tidak tahan dengan proyek tersebut.


Dr. Jung (entah dr. Jung yang mana tapi yang jelas dia adalah dokter Western) bahkan sampai menyampaikan surat pengunduran dirinya kepada dr. Yang.


Dr. Ahn dan Hye in sedang berada di café dan membicarakan tentang proyek kerjasama mereka. Dr. Ahn sekarang yakin kalau Hye in mulai ragu akan keberhasilan proyek tersebut. Hye in tidak mau membalasnya. Dia kemudian mendapat panggilan dan harus segera pergi.



Di pemakaman pasien Park Jina, polisi datang untuk membawa si suami ke kantor polisi. Tapi dia dan ibunya melawan. Polisi menjelaskan bahwa laporan kematian menyebutkan bahwa Park Jina meninggal akibat kekerasa fisik. Karena itu, mereka perlu membawa suaminya.


Seorang pasien (Lee Jin soo, red) menanyakan keberadaan Hye in kepada seorang suster karena dia ingin bertemu dengannya. Dia berkata bahwa saat berada di RS, dia menitipkan anaknya kepada tetangga. Tapi katanya anaknya itu menangis terus. Karena itu, dia meminta izin agar dapat pergi menemui anaknya itu, sebentar saja. Si suster pun mencoba menghubungi Hye in.

Ternyata Hye in datang ke pemakaman Park Jina.



Sayang, begitu dia tiba ibu mertua Park Jina langsung memukul wajahnya. Dia menyalahkan Hye in karena menyenbabkan anaknya dibawa ke kantor polisi. Hye in dan beberapa anggota keluarga lain mencoba menenangkannya. Tapi si ibu malah semakin marah dan menarik rambut Hye in. Saat itulah hp Hye in bergetar karena panggilan dari suster RS.



Si suster memberitahu pasien Lee bahwa Hye in tidak menjawab teleponnya. Lagi pula, walaupun Hye in menjawab teleponnya, dia yakin Hye in tidak akan memberika izin karena dia baru saja selesai dioperasi.

Pasien Lee berusaha membujuk dengan berkarta bahwa anaknya sudah lebih dari sejam menangis. Si suster menjawab bahwa dia tidak bisa memberikan keputusan. Jadi dia kan menanyakannya kepada Hye in kalau dia sudah datang. Si suster pun meninggalkan pasien Lee sendiri.


Hye in sudah di RS tapi pipinya merah karena pukulan dan rambutnya acak-acakan karena ditarik sama si ibu. Kemudian dia menerima telepon.

“APA?!” Hye in kaget saat dia menjawab teleponnya. Dia pun langsung berlari.

Saking paniknya, dia tidak menghiraukan dr. Oh dan kekasihnya yang sedang berduaan di tangga RS.




Hye in terus berlari dan berpapasan dengan Seung hyun yang sedang menuruni tangga. Dan saat itulah kaki Hye in terkilir. Dia mencoba berpegangan pada ‘dada’ Seung hyun LOL.


Episode 5 끝

Episode ini lumayan sulit karena harus bisa menunjukkan perselisihan dan perdebatan antara Western dan Eastern dokter. Semoga chingu bisa merasakan ketegangan diantara mereka lewat tulisan saya.

1 comment:

  1. setelah membaca bagian yang menegangkan antara ke dua aliran yang ada di RS itu, suka banget sama bagian akhir episodenya, geli sendiri liatnya... hye in megang dadanya seung hyun... kkkkk
    ampuun deeehhh...

    ReplyDelete