21 December 2012

[Sinopsis] The 3rd (Third) Hospital Episode 6


Episode sebelumnya.





Hye In langsung berlari begitu mendapat telepon tentang pasien Lee Jin soo. Saat berlari menaiki tangga kakinya terkilir dan hampir membuatnya jatuh. Untung Seung hyun yang saat itu bertemu dengannya segera menahannya. Tapi Hye in tanpa sengaja mencengkram dada Seung hyun.

Episode 6





Seung hyun hanya bisa mematung LOL sementara Hye in langsung meminta maaf dan berbalik untuk kembali berlari. Tapi kakinya yang terkilir membuatnya meringis kesakitan. Seung hyun bertanya apa Hye in baik-baik saja. Hye in mengangguk dan kembali menaiki tangga, tapi kali ini dia hanya bisa berjalan.


Begitu Hye in menghilang Seung hyun mengurut dadanya :D



Dr. Park memarahi Hye in karena lalai menjaga pasiennya. Dia bahkan memukulnya dengan menggunakan laporan yang ada di tangannya. Doo hyun yang melihatnya langsung mendekat untuk mengetahui apa yang terjadi. Setelah dr. Park mejelaskan bahwa pasie Lee menghilang, Doo hyun langsung menatap Hye in yang tertunduk ketakutan.



“Apa kau mau meninggalkan RS? Kau ingin dipecat?” tanyanya pada Hye in. Hye in hanya bisa menunduk dan meminta maaf. “Kalau pasien itu kembali dalam keadaan tidak bernyawa ke RS, apa kau pikir bisa menyelesaikan semuanya hanya dengan meminta maaf? Kau ini punya akal tapi kenapa selalu membuat keadaan semakin memburuk?” Doo hyun kembali membentak Hye in.

Dia kemudian meminta Hye in memikirkan kembali keputusannya menjadi seorang dokter dengan kecorobohannya itu. Hye in tidak menjawab dan masih tertunduk. Melihatnya seperti itu Doo hyun kembali membentaknya, “Apa kau akan diam dan tidak mencari pasien itu?”

Hye in yang matanya mulai merah karena menahan tangis langsung pamit untuk mencari pasien Lee yang menghilang.



Sepeninggal Hye in, Doo hyun bertanya apa dr. Park sudah menghubungi keluarga pasien Lee. Dr. Park menjawab bahwa wali pasien Lee yang ada di desa sudah dihubungi tapi katanya dia tidak datang ke sana. Dr. park juga menyampaikan bahwa wali pasien Lee kecewa karena tidak bisa menjaga pasien dengan baik. Tapi Doo hyun malah berbalik memarahi dr. Park karena bisanya hanya menerima keluhan wali pasien tanpa bisa menjelaskan bahwa seorang dokter tidak bisa mengawasi setiap pasien setiap sepanjang waktu. Lagi pula mereka juga tidak bisa mencegah mereka yang memang mau meninggalkan RS. Setidaknya dr. Park menyampaikan pembelaan seperti itu.



Hye in menemui suster (namanya adalah suster Kim, red. Baru tahu sekarang) yang terakhir bertemu dengan pasien Lee. Dia menduga si pasien kembali ke rumahnya mengingat sebelumnya dia meminta izin untuk pulang menengok anaknya yang terus menangis. Hye in pun langsung mencari data informasi pasien Lee di komputer dan menghubungi nomor telepon yang tertera di sana.



Dan betul saja, pasien Lee pulang ke rumahnya untuk menemui anaknya. Mereka sedang makan apel bersama tetangganya dimana selama ini pasien Lee menitipkan anaknya. Teleponnya berdering. Saat dia menyadari siapa yang menghubunginya, dia tidak menjawabnya. Tapi dia kembali menitipkan anaknya kepada tangganya itu karena dia harus segera kembali ke RS. Tetangganya ingin mengantarnya tapi pasien Lee menolak. Dia berkata bahwa dia bisa pulang sendiri ke RS.


Hye in merasakan kakinya yang semakin sakit tapi dia tidak bisa tinggal diam. Jadi dia terus berjalan sampai ke luar RS untuk mencari pasien Lee.


Sementara itu pasien Lee yang sedang berjalan mulai merasa pusing dan akhirnya jatuh pingsan.


Tidak lama kemudian, dia pun tiba di RS. Hye in yang melihat pasien Lee datang dalam keadaan tidak sadarkan diri terlihat sangat terkejut. Kata petugas yang membawanya, pasien Lee ditemukan oleh pejalan kaki. Dalam perjalanan di dalam ambulance, dia sempat sadarkan diri dan meminta untuk dibawa ke RS tersebut. Si petugas juga memberikan foto anak pasien Lee kepada Hye in. Katanya foto itu digenggam erat oleh si pasien.



Pasien Lee langsung masuk kamar operasi. Hye in bertugas memegang kepalanya saat dr. Park memasukkan sebuah selang ke leher pasien Lee. Tapi karena dia katakutan, tangan Hye in tidak berhenti gemetar. Dr. Park pun memarahinya.


Doo hyun tiba setelah membersihkan dirinya terlebih dahulu. Dia pun mulai bersiap. Sebelum memulai dia memberitahu Hye in bahwa jika sesuatu yang buruk terjadi pada si pasien, maka Hye in lah yang akan bertanggung jawab. Hye in hanya bisa meng-iyakan. Dia berkata bahwa dia akan bertanggung jawab dengan mengikuti pasin Lee ke akhirat dan membawanya kembali.

Doo hyun mengangguk lalu melanjutkan bahwa itu berarti kalau dia berhasil menyelamatkan pasien Lee, maka dia adalah penyelamat hidup Hye in. Mendengar ucapan Doo hyun, Hye in pun langsung memintanya agar menyelamatkan si pasien. Doo hyun menoleh kepadanya dan bertanya apa ada dokter yang melakukan operasi dengan niat untuk membunuh pasiennya.



Hye in mencoba menjelaskan bahwa istri pasien Lee sudah meninggal dan dia hanya memiliki seorang putri yang berumur 4 tahun. Kalau sampai pasien Lee meninggal, anaknya akan menjadi yatim piatu. Respon Doo hyun tidak melembut sama sekali. Dia menyuruh Hye in untuk berhenti bersikap so’ peduli dan cukup mengerjakan tugasnya dengan benar karena sikapnya itu tidak bisa menyelamtkan si pasien.

“Hanya ada dua hal yang menentukan hidup mati seorang pasien saat dia berada di meja operasi. Keahlian si dokter dan keberuntungan si pasien. Apa seorang dokter spesialis yang sudah berada di tahun ketiganya masih tidak tahu hal itu?” tanya Doo hyun.

“Aku tahu. Namun begitu, tolong selamatkan dia,” ucap Hye in, mengulang permintaannya. Doo hyun tidak menanggapinya lagi.


Operasi selesai dilakukan dan karena Doo hyun kini menjadi penyelamat hidup Hye in, dia meminta Hye in untuk memenuhi satu permintaannya. Tapi karena dia belum tahu apa permintaannya itu, dia pun meminta Hye in untuk mengingat janjinya itu. Hye in, sekali lagi, hanya bisa mengangguk meng-iya-kan. (maksa banget nih si Doo hyun heheh).



Sebelum beranjak Doo hyun melihat pipi Hye in yang memerah dan bertanya apa Hye in sudah kena pukul. Hye in segera menutup pipinya dengan tangannya tapi tidak menjawab pertanyaan Doo hyun. Doo hyun pun langsung menoleh kepada dr. Park yang ada di dekatnya. Dr. Park yang mengerti arti tatapan Doo hyun menggeleng ketakutan heheh.



Dr. Park mencoba menebak bahwa Hye in sudah dipukul oleh wali pasien Park Jina. Hye in menjawab bahwa ibu mertua pasien Park saat itu sangat emosi. Hye in belum menyelesaikan kalimatnya Doo hyun langsung memotongnya dengan bentakan. Dia memarahi Hye in yang bisanya hanya bisa kena pukul atau terluka. Hye in terkejut mendengar teriakan Doo hyun lalu kembali menunduk. Doo hyun menyadari kalau dia sudah kelewatan (kelewatan menunjukkan perasaannya heheh) jadi dia langsung meninggalkan Hye in dan dr. Park, yang juga terkejut dengan sikap Doo hyun tadi.


Dr. Choi memohon-mohon kepada Seung hyun agar merawat seseorang. Katanya ini keadaan yang super emergency hahah…. Sepertinya penyanyi karena orang itu terluka saat sedang tampil di atas panggung. Seung hyun ogah-ogahan mengabulkan permintaan dr. Choi. Dia menyarankan agar orang dimaksud oleh dr. Choi agar istirahat saja dan tidak tampil kalau memang cederanya parah.

Dr. Choi tidak menyerah. Dia berkata bahwa hari ini dia harus tampil karena 20000 fansnya sudah menunggu, ada juga ribuan yang datang dari Jepang dan Taiwan. Seung hyun dengan cueknya berkata kalau sepertinya orang itu sangat terkenal.

Dr. Choi dengan penuh semangat kembali berkata bahwa orang ini sedang dalam pucak popularitasnya. Dia pun melakukan dance sambil bernyanyi:

Da chiugo pump up the volume! (up up)
Deudgi sirheo pump up the volume! (up up)


(Ada yang tahu itu lyric dari lagu apa? Yup, yang dibicarakan oleh dr. Choi adalah Nam Ji hyun, member 4Minute. Dia jadi cameo di episode ini).

Seung hyun yang tidak tahan melihat tingkah dr. Choi langsung pergi meninggalkan dr. Choi yang sedang bernyanyi dan joget sendiri.



Seung hyun akhirnya menemui pasien yang sedari tadi dipromosikan oleh dr. Choi. Saat memasuki kamar Ji hyun, dia mendengar manajer Ji hyun marah-marah kepada PD sebuah acara musik yang tidak mau mengerti. Si PD ingin agar 4Minute tampil lengkap, kap, kap.


Seung hyun bertanya kepada Ji hyun apanya yang sakit. Ji hyun menjawab kalau dia tidak bisa menggerakkan pergelangan kakinya. Tiba-tiba si manajer yang sudah selesai dengan teleponnya menjelaskan kepada Seung hyun bahwa Ji hyun terjatuh dari panggung. Dan…dia ingin agar Seung hyun segera menyembuhkan kaki Ji hyun karena 2 jam lagi dia harus tampil dalam sebuah acara.


Seung hyun hanya menatap si manajer. Si manajer pun jadi kesal dan bertanya apa Seung hyun tidak mendengar ucapannya. Ji hyun hanya bisa tertunduk mendengar ocehan manajernya.

Seung hyun lalu menyuruh dr. Choi untuk menyeret si manajer keluar karena dia tidak bisa mengobati kalau keadaan terlalu berisik. Jadi kalau si manajer ingin kaki artisnya segera sembuh, dia sebaiknya menjauh dari kamar itu.


Setelah si manajer dan dr. Choi keluar, Ji hyun meminta maaf atas sikap manajernya. Seung hyun tersenyum memahami sikap si manajer. Dia lalu mulai mengobati Ji Hyun. Dia juga bercanda agar Ji hyun tidak tegang. Tidak lama kemudian dr. Choi kembali, dengan diam-diam. Seung hyun sampai kaget melihat dia sudah kembali.



Karena dr. Choi bersikeras tetap berada di kamar itu, Seung hyun pun menyuruhnya untuk menghibur Ji hyun. Dengan senang hati dr. Choi menerima tugas itu. Dia pun bertanya apa yang harus dia lakukan. Sambil tersenyum Seung hyun menyuruhnya berjoget seperti yang dr. Choi tunjukkan kepadanya.

Wajah dr. Choi yang awalnya terlihat bangga langsung ciut hahaha



Maka jadilah Ji Hyun tertawa puas melihatnya.



Dua jam kemudian, dr. Choi tersenyum sendiri menonton penampilan 4Minute. Itu berarti Seung hyun berhasil menyembuhkan kaki Ji Hyun.


Hari sudah malam dan Hye in kini kembali ke kamarnya dengan berjalan terpincang-pincang. Dia mengoleskan salep ke kakinya yang semakin bengkak sambil terus meringis. Dr. Jung yang melihat bengkak di kakinya merasa kasihan pada Hye in.

Hye in memutuskan untuk melakukan pengobatan akupuntur. Tapi dr. Jung mencegahnya mengingat hubungan mereka dan para dokter Eastern belum membaik. Jadi dia menyarankan Hye in ke bagian tulang saja. Hye in lalu merogoh kantongnya dan menunjukkan obat yang dia dapat dari sana. Katanya kakinya baru akan sembuh dalam sebulan.

Hye in sudah hampir menangis karena sakitnya yang semakin parah tapi tiba-tiba dia mendapat panggilan. Dengan terpaksa dia harus kembali bertugas.


Hye in menemui suster yang menghubunginya dan bertanya kenapa dia menghubunginya. Si suster memberitahu bahwa wali seorang pasien terus menerus mencarinya.



Saat akan pergi menemui si wali pasien, Hye in tidak sengaja melihat jarum akupuntur di meja si suster.

Hye in kembali ke kamarnya sambil memegang jarum akupuntur. Tapi saat melihat dr. Jung juga ada di dalam kamar, dia memilih untuk pergi ke tempat lain.



Hye in pergi ke atap RS. Di sana dia mencoba mengobati kakinya sendiri menggunakan jarum akupuntur dengan pengetahuan yang ia tahu. Saat akan menusukkan jarum yang kedua Seung hyun menahan tangannya.


Dia meledek Hye in saat melihat jarum pertama yang sudah Hye in tusukkan dengan berkata bahwa Hye in sepertinya ingin melukai kakinya sendiri. Dia kemudian mencabut jarum itu dan melihat bengkak yang ada di kaki Hye in. Dia kemudian bertanya apa sedari tadi Hye in berjalan dengan kaki yang seperti itu.



Seung hyun pun mengobati kaki Hye in. setelah menusukkan beberapa jarum, Seung hyun mengeluarkan korek apinya. Hye in refleks menarik kakinya. Seung hyun menjelaskan bahwa ‘panas’ dibutuhkan untuk menyembuhkan kaki Hye in.

Seung hyun kembali mengerjai Hye in. Dia mengagetkan Hye in dengan tiba-tiba menyalakan korek api itu tepat di depan wajah Hye in. Dan saat itulah dia melihat pipi Hye in yang masih merah.


Seung hyun bisa langsung menebak kalau merah di pipi Hye in adalah bekas pukulan dari wali pasien. Dia pun menasehati Hye in yang seharusnya tidak mengambil kuliah kedokterasn jika nasibnya harus seperti itu (kasihan Hye in. Hari ini semua orang seperti terus mengatakan dirinya sebagai dokter yang tidak kompeten dalam mengurus pasien).



Seung hyun lalu meletakkan sebuah jarum akupuntur di pipi Hye in untuk menyembuhkan pipinya. Lalu dia kembali menyalakan koreknya dan memanaskan jarum yang tertancap di kaki Hye in. Hye in menjerit sambil menggaruk-garuk kepalanya karena panasnya jarum akibat api dari korek Seung hyun.



Tapi Seung hyun malah tersenyum usil. Dia berkata bahwa jika ada yang mendengar jeritan Hye in, mereka mungkin akan salah paham dengan apa yang sedang mereka lakukan. Hye in langsung mengatupkan mulutnya agar suara jeritannya bisa tertahan (kasihan tapi lucu heheh)



Seung hyun akhirnya selesai mengobati Hye in dan dengan ajaib, kaki Hye in membaik dan dia tidak sesakit sebelumnya ketika berjalan. Merah di pipinya pun sudah menghilang. Dia tersenyum senang. Sebelum pergi, Seung hyun menyuruh Hye in untuk merapikan rambutnya. Hye in tersenyum penuh arti sambil menatap Seung hyun yang berjalan pergi meninggalkannya.



Seung hyun yang baru saja meninggalkan Hye in mendapat telepon dari pegawai sebuah bar. Dia memberitahu bahwa Eui jin tertidur di bar mereka setelah minum.



Seung hyun datang ke bar. Dia membangunkan Eui jin yang tidak bangun-bangun.


Akhirnya dia harus menggendong Eui jin pulang. Tapi dalam perjalanan Eui jin membuka matanya. Ternyata dia Cuma pura-pura tidur LOL



Sesampainya di rumah, Seung hyun membaringkan Eui jin di tempat tidurnya lalu dia sendiri mengganti pakaiannya. Tapi saat dia akan membuka celananya, Seung hyun mendapati kepala Eui jin yang muncul dari balik tirai pembatas sambil tersenyum wkwkwk



Scene selanjutnya menunjukkan bagaimana hari-hari berikutnya berlanjut dengan tenang di RS. Sayang, proyek kerjasama tidak berjalan dengan mulus. Pertemuan ke-10 dari para anggota tim tidak terlaksana karena tidak ada yang hadir. Mereka sibuk mengurus pasien masing-masing.

Kedua kepala RS, dr. Yang dan dr. Choi mendiskusikan masalah tersebut. Dr. Choi mulai meragukan keyakinan dr. Yang saat membawa dr. Kim Hayoon ke RS itu untuk membantu proyek yang mereka buat. Tapi dr. Yang berkata bahwa ada kelemahan dari dr. Kim Hayoon yang bisa mereka manfaatkan. Dan kelemahan itu akan muncul sesaat lagi. Jadi dia meminta dr. Choi untuk bersabar lagi. Dr. Choi tidak mengerti apa maksud ucapan dr. Yang.



Waktu berkeliling para dokter tiba. Anggota tim proyek bersama dr. Kim Hayoon berjalan untuk menemui seorang pasien. Pasien itu sedang meminum obat herbal. Ketika rombongan dr. Kim Hayoon semakin mendekat, suster meminta si pasien agar berhenti meminum jamu itu dan menyembunyikannya. Tapi istri si pasien yang sudah kebingungan hanya menyimpannya di atas lemari di samping tempat tidur suaminya.


Para dokter pun tiba. Dr. Kim meminta dr. Park untuk membacakan laporan kesehatan si pasien. Tanpa sengaja dia melihat minuman herbal yang tadi si pasien minum. Dia lalu mengambil dan memeriksanya. Dia menyuruh dr. Park untuk berhenti dan kemudian bertanya kepada istri si pasien tentang minuman herbal itu. sang istri menjelaskan bahwa suaminya sering mengeluhkan perutnya yang sakit. Jadi dokter Eastern memberikan mereka minuman itu untuk diminum.


Dr. Kim Hayoon lalu berbalik kepada rombongan dr. Eastern. Dia bertanya siapa yang memberikan resep itu kepada si pasien. Seung hyun mengakui bahwa dirinya lah yang memberikan obat itu. dr. Kim Hayoon langsung memarahinya karena memberikan obat yang belum ada izin kesehatannya tanpa izin darinya. Padahal dia sudah memberitahu mereka bahwa pasien tersebut tidak boleh meminum obat herbal setelah dioperasi.


Si pasien mencoba menjelaskan bahwa dia lah yang meminta obat herbal kepada Seung hyun agar perutnya bisa membaik. Dr. Kim Hayoon lalu bertanya apa sekarang perut si pasien sudah membaik. Si pasien menjawab ‘iya’.



“Baguslah. Kalau begitu, tolong segera keluarkan pasien ini dari RS,” ucap dr. Kim Hayoon (mwo?). semuanya kaget mendengar ucapan dr. Kim Hayoon. Seung hyun bahkan langsung menentang keputusan itu karena menurutnya keadaan si pasien masih lemah dan butuh perawatan lebih lanjut. Tapi dr. Kim Hayoon berkeras dengan keputusannya. Menurutnya pasien yang tidak mau mendengar dokter yang bertugas menjaganya tidak bisa tinggal di RS.


Seung hyun berusaha menjelaskan keadaan si pasien saat dia menemuinya. Tapi dr. Kim Hayoon yang terlanjur langsung mengayunkan tangannya dan hampir saja memukul wajah Seung hyun. Dia pun membuang bungkus minuman yang tadi di pegangnya di hadapan Seung hyun lalu pergi.



Seung hyun berbalik dan berkata dengan nada keras, “Anda tidak bisa mengeluarkan pasien ini!”

Dr. Kim Ha yoon yang mendengarnya kembali ke hadapan Seung hyun. Dia menyuruh Seung hyun mengulang ucapannya.

“Kami, dokter Eastern yang akan mengobatinya,” ucap Seung hyun.

PLAKKK…!



Dr. Kim Hayoon langsung memukul wajah Seung hyun di depan semua orang.

Dr. Kim Hayoon kembali meninggalkan rombongan dan kali ini semua dokter menyusulnya, meninggalkan Seung hyun seorang diri. Hye in merasa iba padanya.



Seung hyun duduk sendiri di taman RS dan menatap foto Jeong Eui jin, kekasihnya yang sudah meninggal. Dia pun teringat kenangan mereka bersama.

11 tahun yang lalu


Saat itu Seung hyun berbaring di pangkuan Eui jin. Eui jin menanyakan perkembangan pencarian ibu kandung Seung hyun. Seung hyun menjawab bahwa agak sulit menemukan hal yang berkaitan dengan ibunya karena dia sudah lama meninggal. Eui jin menghibur Seung hyun. Walaupun dia tidak bisa menemukan apa-apa tentang ibunya, dia akan selalu ada di sisi Seung hyun.

Scene berikutnya.



Seung hyun terlihat sangat terpukul mengetahui penyakit Eui jin dan perkembangan keadaannya. Doo hyun memberitahu Seung hyun betapa kecilnya kesempatan Eui jin untuk sembuh. Tapi Seung hyun tidak ingin menyerah. Dia memutuskan untuk menemui dokter kepala yang bertugas menangani Eui jin dengan harapan dia mau mengubah keputusannya.
Doo hyun tidak berusaha mencegah Seung hyun. Dia pun pergi ke ruangannya sendiri.


Tapi di jalan dia mendapati Eui jin yang sedang berdiri di tempat yang cukup dekat untuk mendengar percakapannya tadi bersama Seung hyun.



Eui jin mengajak Doo hyun ke atap RS lalu menanyakan seberapa besar kemungkin dia untuk bertahan. Doo hyun hanya diam tapi tatapan cukup menjadi jawaban atas pertanyaan Eui jin. Eui jin terlihat sedih mengetahui hal itu. Dia berkata bahwa sepertinya dia perlu menyiapkan dirinya mulai dari sekarang.



Seung hyun menemui dokter kepala memintanya agar tidak berhenti begitu saja untuk mengobati Eui jin. Jika memang sejak awal dia tahu penyakit Eui jin tidak bisa disembuhkan (Seung hyun menyebutkan ‘disembuhkan oleh pengobatan modern’, red), seharusnya dia tidak menyuruh Eui jin untuk mengikuti treatment penyakit kanker yang pada akhirnya malah melemahkan tubuhnya.

Si dokter kepala hanya bisa tertunduk dan tidak membalas ucapan Seung hyun

“Apa Anda akan melakukan hal yang sama seandainya pasien itu adalah keluarga Anda?” tanya Seung hyun.

Ayahnya yang mendengarnya teriakan Seung hyun datang dan balik memarahi Seung hyun.



Dia mengajak Seung hyun bicara berdua dan mengingatkan Seung hyun bahwa tidak mudah bagi seorang dokter untuk menyerah pada pengobatan seorang pasien. Dia juga harus menahan rasa sedihnya karena tidak boleh menampakkannya.

Seung hyun merasa kalau ayahnya tidak memahami perasaannya saat ini dimana dia adalah seorang dokter tapi tidak mampu berbuat apa-apa untuk orang yang disayanginya.

Ayahnya mengingatkan Seung hyun bahwa dia juga pernah mengalami apa yang Seung hyun alami saat ini. Saat dia tidak bisa menyelamatkan istrinya, ibu yang melahirkan Seung hyun, ibu yang selama ini dia cari-cari. Hanya saja, hidup harus terus berlanjut dan mereka yang meninggal pada akhirnya akan terlupakan.



Seung hyun menggenggam tangan Eui jin yang sedang menahan sakit karena pengobatan kanker yang dia terima. Seung hyun menatapnya sedih lalu meminta maaf. Tapi Seung hyun tidak lagi dapat menahan air matanya.


Eui jin berdiri di atas atap RS dan mengingat ucapan Doo hyun kepadanya beberapa hari saat sebelumnya.

“Kemungkinan kau hanya akan bertahan hidup tidak lebih dari tiga bulan. Kalau memang perwatan ini sanhat berat untukmu, sebaiknya kau keluar dari RS dan melakukan apa yang ingin kau lakukan. Dan kau pasti tahu kalau Seung hyun akan sulit menerima ini,” ucap Doo hyun saat itu.

Seung hyun, maaf. Tapi aku rasa inilah keputusan terbaik yang bisa aku ambil sekarang.



Eui jin menutup matanya dan membiarkan dirinya jatuh dari atap RS.

Scene berikutnya adalah seperti yang pernah terjadi di episode 3 Seung hyun berusahan menyelamatkan Eui jin tapi Doo hyun mencegahnya dan memintanya untuk melepaskan Eui jin.



Seung hyun duduk di depan peti mati Eui jin dan terus menatap fotonya. Adik Eui jin datang dan memberikan sebuah amplop kepadanya. Surat dari Eui jin.

Seung hyun-ah.

Maaf karena aku hanya bisa menyapamu lewat surat ini. Selama ini aku hanya menerima dari mu tanpa bisa membalasnya. Aku sendiri tidak menyangka kalau ini adalah surat pertama sekaligus yang terakhir yang aku tulis untukmu.

Aku minta maaf, Seung hyun-ah.

Tapi aku ada hadiah kecil untukmu. Alamat di yang ada di bawah surat ini adalah alamat dimana ibu mu tinggal setelah bercerai dari ayahmu sampai akhirnya dia meninggal. Awalnya aku mengira akan sulit menemukannya, tapi untungnya kantor pencari alamat meneleponku.

Aku ingin member kejutan untukmu. Aku ingin pergi mencarinya bersama mu, karena itu aku menunggu. Tapi…

Aku minta maaf karena harus pergi ke tempat yang jauh itu lebih dulu, tanpamu. Aku harap hadiahku bisa menghiburmu, yang sepertinya akan merasa kesepian.

Terima kasih, teman terbaik dalam hidupku.



Setelah membaca surat itu, Seung hyun tidak dapat lagi menahan air matanya.

Seung hyun pun menyerahka surat pengunduran dirinya.

Scene berikutnya



Seung hyun berada di atas sebuah bukit dengan pakaian pendakiannya. Dia melihat sebuah kertas kecil lalu kembali berjalan.



Di tengah perjalanan dia melihat sekelompok anak SMA yang sedang memperbutkan sesuatu. Seung hyun memanggil mereka.

“Hei, anak SMA!” teriak Seung hyun.

Lee Eui jin menoleh.



Episode 6 끝

0 comments:

Post a Comment