02 February 2014

[Sinopsis] Emergency Couple Episode 3 part 1

Episode sebelumnya

Seorang pri mabu dan stress menyandera Chang min. Dia menodongan senjata ke Chang min dan bersiap menembaknya karena keinginannya tidak terpenuhi. Di saat yang sama, Jin hee langsung menyetrumnya menggunakan defibrillator. Alhasil, si pria dan Chang min langsung jatuh tidak sadarkan diri.

Episode 3


Semuanya langsung berlari mendekati Chang min dengan panik sementara Jin hee masih berdiri dengan gemetar. Tangannya masih memegang defibrillator.

dr. Gook mencoba mendengarkan jantungnya. Sepertinya Chang min terkena cardiac arrest (hilangnya fungsi jantung secara tiba-tiba dan mendadak, red). dr.


Tapi ternyata ada juga seorang anggota keamanan terkena luka tembak.

UGD langsung sibuk.

dr. Gook bertugas menangani Chang min sementara petugas keamanan yang luka tembak ditangani oleh dr. Shim Ji hye.




Dengan tangan gemetar, Jin hee jadi kesulitan menempelkan elektroda (alat yang ditempelkan ke tubuh pasien untuk mengukur aktivitas listrik jantung, red) pada tubuh Chang min. dr. Gook sampai harus membantunya. Jin hee kembali memegang kepalanya dengan kedua tangannya (kayaknya ini kebiasaan Jin hee deh). Ah reum melirik meliriknya tajam. Ada sedikit amarah dalam tatapan Ah reum.

dr. Gook bertanya berapa besar listrik yang Jin hee gunakan di defibrillator tadi. 800 joule, jawab Jin hee *OMONA. Jelas saja dr. Gook langsung memarahinya. “Apa kau ingin membunuh orang?” tanyanya. Tapi Young gyu membela Jin hee. Dia yakin kalau Jin hee hanya berniat menolong Chang min.

Tidak ada yang membantah lagi karena tiba-tiba Chang min terkena Ventricular fibrillation atau V-fib (suatu keadaan dimana jantung berhenti tiba-tiba dan bisa fatal jika tidak segera diobati, red).



dr. Gook segera melakukan CPR dengan menekan dada Chang min. Dia kembali mencoba mengejutkan jantung Chang min dengan defibrillator tapi tidak berhasil. Dia lalu menyuruh salah seorang dari Jin hee, Young gyu, atau Ah reum untuk melakukan CPR.
Young gyu dan Ah reum terlihat bingung tapi Jin hee segera menawarkan diri.



Dengan sekuat tenaga Jin hee menekan dada Chang min sementara dr. Gook mengawasi layar monitor.

(Saya agak sedikit aneh di sini. Kenapa dr. Gook nyuruh intern untuk melakukan CPR ya? Dan juga pada saat CPR, dia Cuma berdiri berkacak pinggang sambil menatap monitor. Jadi kayak tidak punya kerjaan gitu. Atau ada diantara chingu yang bekerja di RS dan bisa menjelaskan kepada saya yang awam ini?)

Di ruangan lain...



dr. Shim yang sebenarnya belum memulai tugasnya terpaksa harus turun tangan. Sambil memeriksa dia bertanya kepada residen siapa dokter yang bertugas malam ini. Kenapa dia tidak ditempat? Si residen memberitahu bahwa dokter yang bertugas adalah Prof. Ahn Young pil. Dia sudah meneleponnya tapi belum tiba karena sedang dalam perjalanan.
dr. Shim meliriknya tajam. Bagaimana bisa seorang dokter meninggalkan RS ketika giliran jaganya tiba sementara dokter di UGD tidak banyak?

Kembali ke ruangan dimana Chang min dirawat.


Suster Huh tidak tahan melihat Jin hee yang sudah terlihat kelelahan melakukan CPR. Dia meminta orang lain menggantinya. dr. Gook juga menyuruhnya untuk minggir tapi Jin hee berkeras melakukannya. dr. Gook sampai meninggikan suaranya agar Jin hee berhenti.
Young gyu pun turun tangan. Dia meminta Jin hee memegang ambu bag (alat alatan yang digunakan untuk membantu pasien bernafas, red) dan ganti melakukan CPR. Tapi tetap tak ada perubahan.



Dan Jin hee memutuskan untuk melakukannya. Dia melepaskan ambu bag dan melakukan nafas buatan. Mouth-to-mouth, tanpa isntruksi. Semua orang terkejut dengan apa yang Jin hee lakukan.


Tapi ajaib. Cara itu berhasil mengembalikan nafas Chang min dan membuat jantungnya kembali berdetak normal. Semuanya akhirnya bisa bernafas lega. Jin hee menatap Chang min yang masih tidak sadar.


Suster Choi kemudian datang dan meminta dr. Gook agar datang ke ruangan dimana pasien yang tertembak tadi di rawat. Direktur RS juga ada di sana sekarang.


Direktur menunggu dengan gelisah karena Prof. Ahn belum juga muncul. Tidak lama orang yang dinanti datang. Direktur RS menanyakan alasan dia meninggalkan tugasnya dan membuat dr. Shim harus turun tangan. Prof Ahn menjawab sambil tersenyum ringan. Dia ada tamu di luar tadi *malas banget deh liat orang yang seenaknya begitu, meninggalkan tugas untuk sesuatu yang pasti tidak penting.


Prof Ahn segera melakukan tugasnya. dr. Shim menjelaskan bahwa luka sudah disterilkan dan pendarahan sudah dihentikan. Tapi pelurunya harus segera dikeluarkan. Anehnya, Prof Ahn tidak menemukan peluru yang dimaksud. Apa mungkin peluru itu sudah keluar akrena menembus tubuh si pasien?

Berdasarkan lukanya, dr. Shim yakin peluru masih di dalam tubuh pasien karena peluru itu tidak menembus tubuhnya. Prof Ahn berkata sekali lagi bahwa dia sudah mencari tapi tidak menemukannya. Direktur juga tidak percaya tapi Prof Ahn malah mempersilahkan direktur untuk mencarinya sendiri jika dia tidak mempercayaianya.

Tekana darah pasien tiba-tiba menurun. Prof Ahn mendiagnosa pasien terkena Sepsis (infeksi bakteri di dalam darah, red). Karena itu mereka harus mengeluarkan jaringan nekrosisnya dulu (jaringan dalam tubuh yang sudah mati, red).


“Kalau peluru tidak menembus tubuh dan tidak ada di sekitar luka, maka pelurunya bisa saja bergerak mengikuti aliran darah,” ucap dr. Gook yang sudah tiba sedari tadi dan hanya mengamati.

Ah reum baru tahu kalau hal itu bisa terjadi. Prof Ahn terlihat tidak suka karena disela oleh dr. Gook. Dia memintanya untuk pulang saja karena tugasnya sudah selesai. Dia sudah bersiap untuk membedah ketika sekali lagi dr. Gook menyelanya. Menurutnya mereka harus menemukan pelurunya terlebih dahulu dengan USG daripada mengeluarkan jaringan neroksisnya. Bagaimana jika peluru itu bergerak menuju paru atau jantung pasien?


Prof Ahn kembali mengingatkan dr. Gook bahwa dialah yang mengambil keputusan sekarang. dr. Shim yang setuju dengan dr. Gook menyindir Prof. Ahn. Jika Prof Ahn tidak bisa menemukannya, dia bersedia melakukannya.

Di sudutkan seperti itu, Prof Ahn berpikir sesaat. Ah reum dan Young gyu menunggu dengan tegang apa yang akan terjadi. Dan Prof Ahn akhirnya menyerah.


Prof Ahn memeriksa dengan USG di sekitar luka, tapi pelurunya tidak ada. “Lebih ke atas,” ucap dr. Gook, kesannya seperti memerintah. Prof Ahn menggerutu sendiri bahwa sepertinya dia akan memeriksa seluruh tubuh. Namun begitu, tangannya bergerak ke bagian dada pasien. Semua orang mengamati monitor dengan seksama.

“Tunggu! Itu dia,” dr. Gook menemukan pelurunya. Dia benar. Peluru itu ada di dada sebelah kiri pasien. Prof Ahn menyebut ini sebagai pembunuhan. Dia pun menyuruh residen untuk menyiapkan ruang operasi.


Dr. Shim tersenyum simpul. Direktur juga memuji dr. Gook karena diagnosanya benar. Prof Ahn membenarkan. Itu sebabnya dia disebut ‘devil’. dr. Gook hanya berkespresi datar menanggapi ucapan mereka.

Kembali ke ruangan dimana Chang min dirawat.


Jin hee menunggunya. Dia terus menatap Chang min. Suster Huh yang bertugas mengawasi Chang min menenangkan Jin hee. Denyut nadinya sudah normal. Jadi dia yakin sebentar lagi Chang min akan sadar.


Jin hee menunggu seorag diri. Dia mengatai dirinya sendiri ‘bodoh’ lalu kembali memukul kembali kepalanya (gemes deh kalau lihat Ji hyo unni melakukan ini heheh). Dr. Gook yang sedang berjalan ke arahnya melihat apa yang Jin hee lakukan.


Dia menghampirinya dan bertanya apa alasan Jin hee melakukan hal senekat itu. Dia memberitahu Jin hee bahwa tadi pagi Chang min datang kepadanya dan memintanya untuk memindahkan Jin hee ke bagian lain. Aneh saja menurut dr. Gook. Jin hee nekat menyelamatkan Chang min sementara Chang min ingin sekali menendangnya keluar. Jangan-jangan benar mereka ada sesuatu. dr. Gook bertanya curiga.
Jin hee tidak tahu harus menjawab apa. Untung saja suster Hu menyelamatkannya. Dia memberitahu dr. Gook bahwa Chang min sudah sadar. Jin hee tersenyum lega.


dr. Gook menepuk-nepuk pipi Chang min sambil memanggil namanya. Tidak lama dia terbangung. Semuanya tersenyum senang karenanya.
“Apa? Apakah aku sudah mati?” kalimat itu yang Chang min ucapkan pertama kali dan membuat semua orang tertawa.

Chang min meraba badannya dan berkata bahwa dia merasa kena tembakan. dr. Gook meralat. Bikan tembakan, tapi kesetrum defibrillator. Chang min masih belum paham. Young gyu menambahkan bahwa itu terjadi saat Jin hee mencoba menyelamatkannya.


Chang min mengangkat kepalanya dan menunjuk Jin hee yang ada di hadapannya. Jin hee tidak berani menatap Chang min.


Suster Choi masuk. Dia senang Chang min akhirnya sadar. dr. Gook menanyakan pria mabuk yang baru saja membuat kekacauan. Suster Choi menjawab bahwa dia sudah sadar dan dibawa pergi. Dia juga memberitahu bahwa ada pasien lain yang akan tiba dalam 5 menit. Karena itu, Chang min harus segera dipindahkan. Chang min langsung protes heheh.


Keempat intern (minus Jin hee, red) membawa Chang min ke tempat tidur. Setelah Chang min berbaring, Young-ae kembali memuji Jin hee karena berani menyelamatkan Chang min. Chang min mencoba merekonstruksi kembali apa yang terjadi dalam ingatannya.


“Dasar beruang bodoh,” kutuk Chang min tanpa sadar. Tentu saja yang dia maksud adalah Jin hee. Tapi karena dia tanpa ada asap atau api langsung mengucapkannya, keempat rekannya jadi terheran-heran. Sang hyuk sampai merasa kalau dirinyalah yang dimaksud oleh Chang min heheh.

Chang min mencoba mengalihkan pembicaraan saat melihat tatapan mereka. Dia meminta tolong diambilkan air. Ah reum berkata dia yang akan melakukannya. Chang min juga meminta mereka untuk kembali bekerja. Dia baik-baik saja.


Setelah semuanya pergi, Chang min mencoba menutup matanya. Saat itu Jin hee datang menjenguknya. Chang min agak terkejut melihatnya karena awalnya dia mengira kalau itu Ah reum.

Takut takut Jin hee menanyakan keadaan Chang min. Melihat Jin hee, Chang min terlihat marah. Dia segera melepaskan infusnya (sedikit berlebihan kayaknya, red) dan meminta Jin hee mengikutinya. Mereka harus bicara.


Chang min mengajak Jin hee bicara empat mata. Ekspresi Chang min sedikit membuat Jin hee gentar. Dan benar saja. Bukannya berterima kasih, Chang min malah memarahi Jin hee. Dia bertanya apa dia Jin hee tidak tahu kalau defibrillator itu bisa membunuh orang? Apa dia memang berniat membunuhnya?

Jin hee ingin menjelaskan tapi Chang min tidak memberikannya kesempatan berbicara.

Chang min kembali bertanya apa JIn hee baru mau pergi kalau ada yang meninggal?

“Aku...hanya mencoba menyelamatkanmu,” ucap Jin hee pelan.

“Menyelamatkan siapa? Dengan sengatan listrik dari defibrillator itu? Hah! Aku lebih senang mati tertembak bajingan itu,” balas Chang min *waaahhh Chang min keterlaluan.

“Hei! Aku tidak mengaharapkan ucapan terima kasih darimu, tapi apa yang kau katakan itu keterlaluan,” Jin hee akhirnya membalas. “Aku berusaha keras menyelamatkanmu tapi sekarang apa?” lanjutnya.

“Menyelamatkanku? Kau ingin membunuhkan dengan defibrillator dan sekarang kau bilang berusaha menyelematkanku?” Chang min berkeras dengan pendapatnya sendiri.

“Seharusnya kau sudah ditembak mati. Aku yang sudah gila,” ucap Jin hee.

“Hei, kenapa kau melakukannya? Memangnya kau siapa? hanya karena mengenakan jas dokter, kau sudah merasa sangat hebat? Kalau kau ini dokter, seekor lalat akan berubah menjadi burung, kau tahu itu?” Chang min kembali merendakan Jin hee.

“Kau sendiri bagaimana? Memangnya apa yang membuatmu lebih baik dariku untuk menjadi dokter?” tantang Jin hee. “Sekarang kita berdua adalah intern,” lanjutnya.

Tapi tetap saja menurut Chang min mereka ada di kelas yang berbeda. Chang min memang tidak berubah. Tetap saja kata-katanya sangat kasar, menurut Jin hee. Menurut Chang min Jin hee juga tidak berubah. Tetap saja bodoh dan tidak bisa mengerti.

Chang min kembali mencoba menyadarkan Jin hee betapa teman tim mereka merasa tidak nyaman oleh keberadaan Jin hee. Karena itu, sebaiknya Jin hee harusnya segera keluar.


Jin hee ingin membalas tapi Sang hyuk dan Young-ae tiba-tiba muncul sambil suap-suapan. Seperti biasa, memperlihatkan kemesraan mereka. Chang min yang amarahnya belum hilang langsung melabrak mereka. Menurutnya ini UGD, bukan tempat pamer kemesraan. Kasihan juga neglihat Sang hyuk benar-benar speechless dimarahi seperti itu hehehe.


Chang min kembali ke tempat tidurnya. Young gyu bertanya dari mana saja dia berkeliaran. Chang min mengeluh dan berkata dia seperti ingin mati saja. Young gyu melarangnya berkata seperti itu karena ahjumma (Jin hee, red) sudah berusaha keras menyelamatkannya. Dia sendiri heran Jin hee itu bodoh atau pemberani? Tentu saja Chang min menjawab kalau Jin hee itu bodoh.
Young gyu kemudian bertanya tiba-tiba, “Apa mungkin ahjumma itu menyukaimu?” Chang min yang sedang meminum air yang Ah reum siapkan untuknya langsung menyemprot Young gyu.


Chang min memintanya untuk tidak berkata seperti itu. Tapi Young gyu merasa kalau Jin hee memang menyukai Chang min. Kalau tidak, kenapa dia nekat menyelamatkan Chang min? Dia mnceritakan Chang min bagaimana kerasnya Jin hee melakukan CPR demi menyelamatkannya. Jin hee sampai berkeringat karenanya. Chang min mulai memperhatikan cerita Young gyu.

Young gyu menambahkan bahwa dokter kepala sudah menyuruhnnya untuk berhenti tapi Jin hee tetap melakukannya. Young gyu lalu mendekatkan wajahnya kepada Chang min yang langsung menghindar. Chang min bertanya apa Jin hee melakukannya? Dari mulut ke mulut? Young gyu membenarkan. “Bahkan menurutku, itulah yang membuat Hyung bernafas kembali,” ucapnya. Chang min terlihat mencerna cerita Young gyu.

Waktunya para intern pulang.



Terjadi sesuatu di depan ruko ibu Jin hee (ibunya menjalankan bisnis salon kecil-kecilan, red).


Seorang petugas datang untuk menyita sebuah alat yang ibunya Jin hee dapatkan dari temannya. Menurut petugas kepemilikan barang tersebut ilegal jika dia tidak memiliki lisensi medis. Untung saja Jin hee muncul saat itu. Segera ibunye menariknya dan meminta lisensi medis Jin hee. Dan dengan bangganya dia memperlihatkan lisensi itu kepada si petugas. Lihat kan?? Begitu maksudnya heheh.


Dan karena Jin hee telah menyelamatkannya, ibunya dan teman memijit Jin hee yang baru pulang itu. Terapi batu katanya. Dari obrolan mereka ibu Jin hee menyebutkan bahwa Jin hee mengikuti tes masuk kedokteran namun gagal sebanyak 2 kali. Dan setelah berhasil lulus, dia belajar selama 4 tahun. Begitulah dia menghabiskan 6 tahunnya setelah bercerai.

Ibu Jin hee sendiri telah menghabiskan banyak hal untuk membantu Jin hee menjadi seoran dokter. Dan sekarang dia bercita-cita membuka klinik dermatologi di Gangnam bersama Jin hee.

Adegan ini tidak saya ceritakan secara detail. Hanya informasi yang bisa saya dapatkan yang saa tulis buat chingu.


Jin hee masuk ke kamarnya dan berbaring. Dia teringat kembali kejadian semalam. Saat Chang min berusaha mencegahnya berdiri dan itu membuatnya menjadi sandera pira mabuk dan stress. Dia bertanya-tanya kenapa mesti dirinya?


“Dan apa? Dia bilang lebih baik mati tertembak?” Jin hee langsung bangun karena emosi. “Baiklah. Mati saja sana! Matilah!”
Jin hee mengambil sebuah bantal dan menagrahkan tangannya ke bantal itu, menyerupai senjata “Dor! Dor! Dor! Matilah kau!” *I like this scene heheh

Kembali ke RS di saat hari sudah siang (atau sore?)


Jin hee menghampiri dr. Shim dan menyerahkan laporan yang dititipkan oleh dr. Kim Kin ki kepadanya. Melihat papan namanya, dr. Shim mengenali Jin hee dari cerita dr. Gook. “Chang tul”, batu sandungan atau batu keras. Julukan yang diberikan dr. Gook kepada Jin hee di hari pertamanya bertugas.

Sambil berjalan dr. Shim menanyakan isi laporan yang Jin hee bawa tadi. Jin hee menjelaskan dengan panjang lebar tapi kemudian dr. Shim memotongnya. Dia tahu kalau Jin hee hanya menghapal dan tugas seorang dokter bukanlah menghapal. Dia ingin mendengar diagnosa Jin hee berdasarkan laporan itu.


Perlahan Jin hee berkata bahwa itu adalah kanker. Tumor pada ginjal, kanker kandung kemih, kanker prostat.

dr. Shim sepertinya puas dengan jawaban Jin hee tapi seperti dr. Gook, ekspresinya datar. Dia hanya berkata “Aku akan mengawasimu” sebelum pergi. Jin hee langsung bernafas lega *Kasihan melihat Jin hee selalu dilipiti ketegangan. Kalau kemarin hanya karena dr. Gook, sekarang nambah karena dr. Shim.


Chang min membeli minuman dari mesin dan tanpa sengaja dia melihat Jin hee di seberang sedang menyiapkan peralatan. Chang min berpikir sejenak lalu kembali memasukkan koin ke mesin dan membeli sekaleng lagi minuman *Ouu Chang min sepertinya merasa bersalah dan merasa berterima kasih kepada Jin hee ^o^





Perlahan Chang min mendekat Jin hee. Dia mencoba membaca situasi tapi tiba-tiba Jin hee berbalik. Keduanya sama-sama terkejut dan Chang min refleks menyembunyikan minuman kaleng yang dia pegang.

“Kenapa? Apa? Sekarang apa?” sewot Jin hee begitu melihat Chang min *aduuhh Jin hee, Chang min tuh lagi baik kenapa langsung disemprot hahahah.

“Memangnya aku kenapa? Pergilah!” balas Chang min. Niat baiknya langsung batal :D


Dari belakang Young gyu datang dan langsung mengambil minuman yang dipegang Chang min. Sambil tersenyum dia berkata apa minuman itu untuknya. Chang min mengangguk lemah dan membiarkan dia mengambilnya.


NOTE:
Sabar ya untuk part 2 nya. Mata saya tidak bisa berlama-lama depan komputer ^_^

Masalah sepet=rtinya sudah mulai melebar. Direktur RS dan seorang Profesor sudah muncul dan terlihat bagaimana dr. Gook sedikit diremehkan oleh beberapa pihak. Episode 4 akan ada banyak orang baru yang muncul.

Dan Aigoo Chang min jadi perhatian gitu sama Jin hee. Jadi, chingu jadi shippernya siapa nih? dr. Gook dan Jin hee atau Chang min dan Jin hee??

25 comments:

  1. aku lebih setuju chang min - jin hee dong :D scara chemistry mreka udah kuat banget dr episode pertama :) gomawo sinopsisnya.. ditunggu part 2 nya.. hwaiting :D

    ReplyDelete
  2. Waaahhh dah mulai seru nie....smngat mb di tunggu klnjutan y....

    ReplyDelete
  3. Comment dulu sebelum baca,, hehehe. Gumawo uniie, akhirnya dah juncul jg yang dicari cari, semangat!

    ReplyDelete
  4. Ini drama kedua setelah i hear you voice yg aku ikutin sinopsisnya hihi karna emang kece dan bikin penasaran ceritanya :) thx ada yg buat sinopsisnya

    ReplyDelete
  5. drama ini tayang seminggu 2x kan ?
    tiap hari apa saja ?
    gomawo^^

    ReplyDelete
  6. Apa nanti tiap episode akan jd 3 part? Sprti ep 2?
    Penasaran sama gbr plg atas yg kliatannya dr.Gook lg meluk Jin Hee trus sprtinya diliat Changmin.
    Changmin sbnrnya pduli tapi kadang kata2nya nyakitin jg.
    Sprtinya dr. gook dan dr. shim uda ga trlalu memandang rendah Jin Hee. Hhehe.
    Next part di tgg.
    Hwaiting!!!

    Sai

    ReplyDelete
    Replies
    1. Diusahakan hanya 2 part. hwaiting! ^_^

      Delete
  7. penasaran sama kelanjutannya. oppa jangan galak dong udah ditolongin juga :D

    ReplyDelete
  8. Omo~ Makin penasaran aja nih,, si Ah Reum kyanya udah suka Changmin nih.. Kassian Jin Hee Udah cape2 nolongin Cangmin, eh malah di sembur Ama changmin.. tapi akhirnya Changmin di sembur balik hahaha xD

    Semangat trus nulis sinopsis ini ya mba ^^

    ㅡmona

    ReplyDelete
  9. Utk sementara ini aku nyiperin dr. Gook _ Jin Hee aja,
    Biar Chang Min tau, kl Jin Hee jg punya kelebihan yg bisa di lihat org lain,,,
    sampai nanti Chang Min sadar kl selama ini udh ngerendahin Jin Hee, dan terbakar api cemburu, dan berusaha utk memiliki Jin hee lg.... kyaaaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju banget kak helen biar kapok tu chang min n biar lbh menghargai jin hee

      Delete
  10. ditunggu kelanjutannya sis.
    fighting!!!

    ReplyDelete
  11. Semangat!!! Terimakasih dah nulis komentar. Itu salah satu penyemangat ^_^

    ReplyDelete
  12. Malam mb. Salam knal. Ditunggu part2x... Mg changmin balikan lg ama jinhe

    ReplyDelete
  13. Semangt mb,q kan selalu menungu sinop2 selanjutnya,.
    Tp jgn lama2 ya ke buru penasaran
    Hehe

    ReplyDelete
  14. Aku lebih suka gary - jihyo hahah #lupakan#gaknyambung

    lanjutin terus yh mbak semangat ! Fighting !

    ReplyDelete
  15. Unnie, semangat ya, bolak balik ngecek mulu niyh ep4 nya..,, hehehe
    Gumawo
    Fighting!!!

    ReplyDelete
  16. Dr. gook itu jd leaderny jd tgsnya mengawasi monitor ECG shg dia bisa memutuskan utk tetap melakukan CPR atau Defibrilator berdasarkan hsl bacaan ECGnya..... setahuku begitu......

    ReplyDelete
    Replies
    1. oooo begitu... *manggut manggut sendiri

      Delete
    2. Ada banyak ilmu yang aku dapat di sini seperti istilah-istilah kedokteran yang dari dulu sering dengar tapi gak tau apa. Eh di sini penulis dan juga reader ngasih penjelasan jadinya ngerti ^^

      Delete
  17. Sejauh ini ceritanya seru hanya saja kurang detail yah min percakapannya dan juga banyak ranjau typo :)

    Gak papa sih terima kasih banyak karena sudah berusaha membuat sinopsisnya... saranghae buat adminnya

    ReplyDelete
  18. Baru nonton :D seruuu . Hhehe sekeluarga sampe suka. Soalnya nonton di M Net jadi telat tayangnya. Tapi gapapalah. Gak telat telat banget. Hhehe

    ReplyDelete