skip to main
|
skip to sidebar
Dan ketika harinya tiba, Ny. Han kebagian peran. Dia datang menemui Hae sim dan memintanya untuk mengambilkan sarung bantalnya yang ada di tempat penyimpanan. Dia tidak bisa tidur tanpa sarung bantal itu.
Setelah itu, dia berjalan di dekat Cheol su yang sedang memeriksa peralatan pemadam kebakaran. Chel su yang melihatnya bertanya kenapa dia tidak tidur. Ny. Han memberi tahu Cheol su bahwa ada orang di kamarnya.
Hae sim sedang mencari sarung bantal yang diinginkan Ny. Han ketika lampu mati. Tidak lama seseorang masuk ke dalam ruangan itu. Reflex, Hae sim langsung memukul orang yang tidak lain adalah Cheol su. Cheol su memberitahu Hae sim bahwa Ny. Han lah yang memintanya untuk memeriksa ruangan itu. Cheol su mencoba membuka pintu. Tapi pintunya terkunci. Oleh siapa? Oleh Moo jin dan Ny. Han yang sudah menunggui mereka dari luar hahah.
.jpg)
Tidak ada lampu dan tidak sinyal hp. Cheol su berniat mendobrak pintu tapi Hae sim mencegahnya. Itu bisa membangunkan semua orang. Lagi pula nanti pasti akan ada yang membuka pintu untuk mereka. Cheol su setuju. Jadi mereka pun menunggu.
Ny. Han dan Moo jin meninggalkan Cheol su dan Hae sim dan pergi berjalan-jalan di taman. Di sana Ny. Han menasehati Moo jin agar bersikap baik kepada Hye ri. Menurutnya Hye ri itu cantik luar dan dalam. Moo jin bertanya apa Ny. Han (dia tidak memanggilnya nenek, red) menyukai Hye ri. Ny. Han tersenyum sambil mengelus kepala Moo jin. Melihat sikap neneknya, Moo jin juga tersenyum bahagia. Ny. Han lalu mengajaknya masuk ke dalam karena dia merasa kepanasan.
Ayo kembali ke ruangan untuk melihat Cheol su dan Hae sim. Sambil menunggu, Hae sim dan Cheol su bercakap-cakap tapi Cheol su tiba-tiba merasa gerah. Dia kepanasan.
Min young yang mengawasi bersama Byung hun juga merasa panas. Dia bertanya apa perlu dia menyalakan AC. Byung hun mengingatkannya tentang mati lampu. Lagipula, ini bagus untuk bumi hahah. Dia lalu menyodorkan minuman kepada Min young. Min young senang karena merasa diperhatikan. Jadi dia bertanya apa Byung hun membawa minuman itu untuknya. Byung hun mendekatkan wajahnya dan berkata, “Jangan bermimpi!” Hah!
.jpg)
Hae sim berkata bahwa ini adalah pertama kalinya mereka berduaan seperti ini. Saat melihat leher Cheol su berkeringat, Hae sim mengambil tisu dan berniat membersihkan leher Cheol su. Cheol su langsung mengambil tisu di tangan Hae sim dan membersihkan lehernya sendiri.
Cheol su kemudian bertanya kenapa hae sim selalu memakai lengan panjang. Apa dia tidak kepanasan? Hae sim senang mendengar pertanyaan itu karena itu berarti Cheol su memberhatikannya dan bahkan mungkin tertarik kepadanya. Cheol su langsung membantah. Dia tidak tertarik kepada Hae sim.
Hae sim heran kenapa Cheol su harus menyangkal terlalu keras.
Hae sim berbalik dan melihat sisa tisu menempel di leher Cheol su. Dia pung menyentuh leher Cheol su untuk melepaskan tisu tersebut. Cheol su sangat terkejut dengan apa yang Hae sim lakukan. Saat Hae sim menjelaskan, dia meminta maaf karena sudah salah paham.
Tiba-tiba pintu terbuka. Hae sim tersenyum karena akhirnya Ny. Han datang dan memnbukakan pintunya. Tapi ekspresi Ny. Han yang menakutkan langsung membuat senyum Hae sim menghilang. Di tempat lain, Moo jin yang datang sambil membawa minuman dingin heran mendapati kursi Ny. Han yang sudah kosong.
Hae sim menjerit kesakitan karena Ny. Han menjambak rambutnya dan menariknya keluar dari ruangan dengan tuduhan telah selingkuh dengan suaminya padahal dia hanya seorang pembantu. Hae sim menyuruh Cheol su untuk berteriak ‘Cut!’. Walau bingung, dia pun mengucapkannya dan Ny. Han langsung sadar dan melepaskan Hae sim.
Ny. Han lalu menasehati Hae sim bahwa harusnya tadi Hae sim menyingkap sedikit bajunya. Hae sim berkata bahwa dia tidak bisa karena ada luka di bahunya. Dia lalu melirik Cheol su untuk melakukan sesuatu. Cheol su memberikan pujian atas acting Ny. Han dan Ny. Han langsung berterima kasih karenanya.
Moo jin yang melihat mereka dari balim tembok berkata pada dirinya sendiri, “sebelum tahun 1967. ‘Pembantu dan Majikan,’”
Ternyata Ny. Han memiliki penyakit Dementia yang membuatnya terkadang kembali ke ingatannya saat dia masih menjadi artis. Moo jin tidak memberitahu Byung hun tentang hal ini karena dia tidak menyangka kalau itu akan menjadi masalah.
Tapi buat Byung hun ini adalah masalah besar karena gara-gara penyakitnya kambuh, operasi mereka gagal. Ny. Han adalah pihak ketiga dan dia juga menderita Dementia. Karena itu, dia memutuskan untuk tidak menerima kasus ini.
Untuk pertama kalinya saya melihat Moo jin membantah Byung hun. Dia meminta Byung hun untuk berhenti memanggil neneknya dengan sebutan “pasien Dementia”. Lagipula, penyakitnya itu tidak selalu kambuh. Dia menyerahkan semua keputusan kepada Byung hun. Toh tidak ada lagi yang dia sembunyikan dari Byung hun. Setelah mengatakan itu, dia memakai headsetnya dan meninggalkan Byung hun.
“Dia menjadi banyak bicara,” ucap Byung hun.
Seung pyo duduk sendiri di restorannya. Dia memandang pisau pemberian Min young. Saat teringat bagaimana Min young memberikan pisau itu kepadanya dan kejadian semalam, dia tersenyum. Tapi kemudian senyumnya sedikit demi sedikit menghilang. Entah apa alasannya.
Karena kejadian semalam, Ny. Han menemui Cheol su untuk meminta maaf. Sebagai permintaan maafnya, dia mengajak Cheol su ke Namsan (Chingu tau Namsan? Itu loh tempat yang banyak gembok cintanya ^_^) Awalnya Cheol su menolak tapi Ny. Han memaksanya. Kalau menolak, itu berarti Cheol su tidak menghargainya.
Dan di Namsan, Hae sim pun sudah menunggu. Cheol su terkejut melihatnya. Hae sim menjelaskan bahwa dia datang atas permintaan Ny. Han. Dia sendiri tidak tahu apa alasannya (Ssst…Hae sim bohong karena sebenarnya Ny. Han sudah memberitahukan hal ini kepadanya semalam heheh). Hae sim berpura-pura kalau dia lelah karena semalaman tidak tidur. Dia terlalu excited atas ajakan Ny. Han.
Mendengar itu Cheol su langsung mengajak Hae sim untuk pulang saja. Hae sim langsung mencegah Cheol su. Karena mereka sudah di sana, dia tidak ingin pergi begitu saja. Dia mengajak Cheol su untuk berkeliling dan bersenang-senang. Tidak ada alasan menolak. Jadi dia menerima ajakan Hae sim.
“Ini akan mudah. Dia sudah menerimanya,” ucap Min young kepada Byung hun saat melihat Cheol su berjalan bersama Hae sim.
Ah rang dan Moo jin ternyata juga ada di sana. Tapi Ah rang melakukan misinya sendiri. Dia meminjam kostum boneka. Tanpa sepengetahuan Moo jin, dia pergi dan memaksa Min young serta Byung hun untuk duduk di kursi berdua hehehe
Hae sim senang melihat semua gembok yang ada di sana. Menurutnya semua pasangan di Korea pasti pernah menaruh gembok mereka di sana. Cheol su menatap gembok-gembok itu. Cukup lama sebelum akhirnya dia pamit. Katanya dia harus pergi ke tempat lain.
Byung hun langsung memerintahkan Moo jin untuk mengikuti kendaraan Cheol su. Kemudian dia berjalan mendekati gembok-gembok yang tadi ditatap Cheol su. Dia mencoba mencari tahu apa yang menyebabkan Cheol su langsung mengubah pikirannya.
Karena operasi kembali gagal, Byung hun dan Min young kembali ke Cyrano.
Seung pyo melihat mereka dan dia pun segera menelepon Min young. Dia meminta bantuan Min young untuk membawakan sebuah daun yang ada di halaman. Min young dengan senang hati membantunya sedangkan Byung hun tidak suka karena Seung pyo seenaknya saja menyuruh pegawainya *hahaha itu mah jealous atuh :D
Seung pyo menyajikan sebuah makanan kepada Min young seraya menjelaskan tentang arti dari daun yang tadi Min young bawakan untuknya.
Mitos mengatakan kalau daun itu adalah Thyme, air mata Helen of Troy, dan merupakan symbol keberanian. Sesuatu yang dia butuhkan saat ini. Min young tersenyum tidak mengerti atas perkataan Seung pyo.
“Kau ingat saat kau bertanya apa ada orang yang ingin aku masakkan sesuatu?” Min young mengangguk.
“Ada orang yang ingin aku masakkan sesuatu,” ucap Seung pyo. Untuk sesaat dia diam. “Orang itu adalah kamu, Min young-shi,” lanjutnya.
“Aku sangat menyukaimu. Bukan sebagai Master atau gurumu. Tapi sebagai seorang pria. Aku ingin selalu berada di sisimu. Maukah kau menerima perasaanku?” *Gyaaaa
Min young berpikir sesaat dan menjawab, “Master, kamu adalah orang yang sangat aku sukai. Kau guru dan teman yang baik. Aku tidak ingin ini berubah antara kau dan aku.”
“Kalau aku menyewa jasa agency, apa jawabanmu masih sama?” tanya Seung pyo lagi. Min young terdiam.
Byung hun menggerutu setelah mendapatkan laporan dari Moo jin kalau ternyata Cheol su punya kekasih. Ditambah lagi Min young yang juga belum pulang dari restoran.
Jadi begitu dia melihat Min young memasuki Cyrano, dia langsung bertanya apa Min young serius mengecek background dari Cheol su. Soalnya setelah dia meninggalkan Namsan, dia pergi menemui seorang wanita.
Min young yakin kalau penyelidikannya tidak salah. Setahunya Cheol su sudah single selama 4 tahun.
“Benar atau tidak akan kita ketahui setelah moo jin kembali,” ucap Byung hun.
Saat akan pergi dia heran melihat wajah Min young yang memerah. Dia penasaran apa yang terjadi di restoran. Min young langsung menggeleng.
Byung hun mencemaskan Min young. Dia memegang dahi Min young untuk mengecek apa mungkin Min young demam. Tapi kemudian dia menyadari ada yang salah dengan dirinya. Kenapa dia jadi sangat mengkhawatirkan Min young?
“Kau demam. Akan sangat merepotkan kalau sampai kau sakit. Jadi jaga kesehatanmu!” ucapnya begitu melepaskan tangannya.
Min young berlari ke atas atap. Dia memegang dadanya dan heran sendiri kenapa jantungnya berdebar-debar terus.
Sementara itu Seung pyo kembali mengingat percakapannya dengan Min young barusan.
“Apakah kau akan mengatakan hal yang sama pada orang yang akan datang ke Agency? Menyerah pada cinta demi persahabatan?” tanyanya saat itu. Min young diam tak mampu menjawab.
“Aku rasa aku sangat terburu-buru. Jangan merasa tertekan dengan ucapanku,” lanjut Seung pyo.
“Apa kau ingat taruhan yang kita lakukan? Kau bilang akan mengabulkan permintaanku kalau aku menang. Aku ingin menggunakannya sekarang,” ucap Min young.
Seung pyo langsung meninggalkan restoran dan tidak mempedulikan pertanyaan Hye ri.
Dan begitu Seung pyo pergi, si tamu misterius yang selalu ada di restoring Seung pyo masuk *backsoundnya agak mengerikan gitu. Aduuuh siapa sih orang ini??
Dan ternyata Seung pyo datang ke Cyrano untuk bertemu Byung hun. Dia datang untuk bertanya sesuatu kepada Byung hun.
“Apa aku bisa menyewamu jika targetnya ada di dalam agency mu? Aku ingin menyewa jasa Cyrano. Targetnya adalah Gong Min young,” ucap Seung pyo.
Aaahhhh tambah seruuu....
Episode: [1], [2], [3],[4], [5], [6], [7], [8], [9], [10], [11], [12]
Episode sebelumnya
Byung hun terjatuh ke dalam danau saat dia berusaha mengambil kalung Min young yang terjatuh. Dia hampir tenggelam karena tidak bisa berenang. Dia bahkan kehilangan lionting pemberian Yi seol. Untungnya Min young yang melihatnya terjatuh datang dan menyelamatkannya.
Episode 10
.jpg)
Min young memukul-mukul wajah Byung hun yang tidak sadarkan diri. Dia kini panik. Dia pun memutuskan untuk memberikan nafas buatan untuk Byung hun.
Piuh. Byung hun akhirnya sadar tapi setelah apa yang Min young lakukan, dia jadi bingung sendiri. Untuk sesaat mereka hanya saling menatap. Tapi tiba-tiba Byung hun memuntahkan air yang ada di dalam paru-parunya.
Hal itu akhirnya mengembalikan mereka seperti semula. Dua orang yang selalu adu mulut.
Min young bertanya sebenarnya kenapa Byung hun bisa sampai jatuh ke danau. Byung hun menjawab bahwa itu semua salah Min young. Min young tentu tidak terima. Bukankah dia yang sudah menyelamatkan Byung hun? Justru seharusnya Byung hun berterima kasih kepadanya. Selain itu, dia juga mengkhawatirkan Soo ah karena dia belum berhasil menemukannya.
Byung hun mencoba duduk sambil meringis kesakitan. Dia mengajak Min young untuk pergi dari tempat itu. Lagi pula, Soo ah pasti tidak ada di sana.
.jpg)
Mereka berdiri dan Byung huna menyerahkan kalung Min young yang berhasil dia selamatkan. Min young tersenyum senang tapi dia juga penasaran bagaimana caranya Byung hun bisa mendapatkan kalung itu. Byung hun tidak menjawab dan berkata bahwa hari ini harga kalung itu sama dengan nyawa seseorang. Jadi Min young tidak boleh lagi menghilangkannya.
Mereka pun berjalan menuju mobil dengan baju yang masih basah kuyub.
Dan saat mereka sudah di dalam mobil kembali wajah keduanya bertemu dengan sangat dekat. Tanpa sengaja mereka berdua memasang seat belt pada waktu yang bersamaan.
Blink blink... *Aigoo
Min young membuka pembicaraan agar kekakuan yang beberapa saat terjadi bisa mencair. Dia berkata kalau dia mencemaskan Soo ah. Byung hun membalas bahwa Soo ah melakukan seperti arahan Min young. Jadi dia pasti berhasil.
Sementara itu di restoran Master, Seung pyo masih muram karena kejadian semalam, saat Min young mengetahui identitas masa lalunya. Walau Min young berkata dia baik-baik saja, Seung pyo yakin kalau Min young mulai ketakutan kepadanya.
Min young serta Byung hun tiba di Cyrano, dia hanya bisa memandang mereka dari restorannya *kasihan ngeliat Seung pyo.
Kedua anak buahnya, si rentenir, mengintip untuk mencari tahu keadaan Seung pyo. Dengan saling dorong, mereka memasuki pintu restoran. Seung pyo berbalik dan menatap mereka.
Dengan tergagap karena takut, mereka bertanya apa mereka bisa masuk. Seung pyo mempersilahkan mereka. Toh mereka sudah di dalam restoran.
Para rentenir tersebut lalu , masih berhati-hati, menyampaikan kekhawatiran mereka terhadap Seung pyo. Seung pyo yang sudah lebih tenang dibanding semalam bertanya apa mereka pernah merasa gelisah karena seseorang. Karena sekarang dia mengalaminya tapi bukan karena gank Noryangjin yang datang semalam. Melainkan karena seseorang yang ada di gedung sebelah. Seung pyo lalu melirik Cyrano.
Min young dan Byung hun memasuki teater Cyrano. Ah rang yang pertama kali melihat mereka basah kuyup bertanya apa yang sebenarnya telah terjadi. Byung hun enggan menjelaskan dan memilih masuk ke ruangannya.
Ah rang melirik Min young yang langsung menjelaskan apa yang sudah terjadi. “Aku baru saja menyelematkannya karena dia hampir tenggelam. Tapi dia sama sekali tidak mengucapkan terima kasih. Aku bahkan memberikannya nafas buatan...” Min young tidak melanjutkan kalimatnya begitu sadar apa yang baru saja dia ucapkan. Dia langsung berdiri dan berkata dia harus mandi dan pulang. Ah rang menatapnya bingung *lucu banget back soundnya.
Begitu Min young pergi Ah rang menatap Byung hun yang ada di dalam ruangannya. Byung hun melihat tatapan tanda tanya Ah rang tapi dia tidak mau menaggapinya.
Moo jin mendekati Ah rang dan bertanya apa benar yang tadi Min young katakana? Dia menyelamatkan Byung hun? Itu berarti hari sial Byung hun masih ada. Ah rang tersenyum dan menjawab bahwa menurutnya hari sial Byung hun sudah berakhir karena Min young.
Min young yang tadi lari menghindari Ah rang dan Moo jin karena kelepasan berbicara merasa bodoh sendiri. Apa yang salah dengan memberikan nafas buatan? Dia kan hanya ingin menyelematkannya? Kenapa dia harus malu mengatakannya? Tapi saat membayangkan kejadian tadi, Min young tersenyum kecil.
Tiba-tiba sebuah SMS masuk ke hpnya. Dari Soo ah.
Hal yang sama dialami Byung hun. Saat dia memeriksa isi kantongnya yang basah, dia sadar kalau gantungan hp-nya, yang tidak lain adalah liontin pemberian Yi seol sudah tidak ada. Dia lalu ingat kalau liontin itu tenggelam saat dia terjatuh di danau dan dia tidak bisa menyelamatkannya karena dia tidak bisa berenang.
Awalnya dia menghela nafas karena kehilangan benda yang penting. Tapi saat dia teringat Min young yang dating menyelematkannya dan dengan ngotot memintanya untuk meraih tangannya, dia tersenyum *jiaahhh (OST. Ra-D mengalun untuk dua scene ini. Cocok banget ^_^)
Tanpa dia sadari Min young muncul di jendelanya juga sambil tersenyum lebar. Jadi begitu dia melihat Min young, senyumnya langsung menghilang karena terkejut heheh
Min young sedang bersemangat untuk memberitahu Byung hun kalau misi Soo ah berhasil. Dia lalu memperlihatkan foto yang memperlihatkan tangan Soo ah dan pria yang dia sukai sedang bergandengan tangan dan memegang sebuah jam. Dia sangat senang karena Soo ah akhirnya berani untuk mengutarakan perasaannya. Byung hun hanya tersenyum mendengarnya.
Min young yang masih kegirangan berlari kecil keluar dari kamar Byung hun. Di koridor dia bertemu Ah rang yang sedang merekam. Dia bertanya apa Min young tidak mau melanjutkan rekamannya. Min young mengangguk. Menurutnya setiap orang punya cara yang berbeda, jadi dia piker panduan yang ingin dia buat itu tidak cocok.
Setelah Min young menghilang, Ah rang mengarahkan kameranya ke kamar Byung hun. Dan dia mendapati Byung hun sedang tersenyum menatap ke arah Min young. Yah saling lirik-lirikan deh.
“Aku penasaran melihat mereka. Ada berapa banyak waktu yang mereka habiskan bersama karena ketidaksengajaan dan kesalahan?”
Scene berpindah ke restoran Master. Terlihat Seung pyo sedang sibuk mempersiapkan makanannya. Dia sampai tidak berbalik menyambut pelanggan yang datang. Tapi saat dia mendengar suara orang yang memanggilnya, dia langsung berbalik. Dia terkejut melihat siapa yang masuk ke restorannya.
“Hari ini Soo ah mengatakannya. Aku juga ingin kau tahu ,” ucap Min young sambil tersenyum. Seung pyo berkata dia senang mendengarnya.
“Kalau begitu aku perlu mengabulkan permintaanmu kan?” Tanya Seung pyo. Mereka masih terlihat kikuk dan Min young menyadari itu. Karena itu dia langsung menjawab pertanyaan Seung pyo dengan senyum lebar. “Tentu saja. Kau akan tahu apa yang aku minta,” ucap Min young.
Seung pyo seperti tidak menduga sikap Min young ini. Min young terlihat tidak ketakutan kepadanya. Dia bahkan memanggil dirinya untuk mendekat kepadanya.
“Aku sangat senang kalau kau tidak kembali ke kehidupan lamamu. Kau tahu kalau aku akan selalu mendukungmu kan, Master?” bisik Min young
“Kau tidak takut kepadaku?” Tanya Seung pyo.
“Takut? Aku tahu kalau kau orang baik,” jawab Min young masih sambil tersenyum. Setelah mengatakan itu, dia pamit pulang.
Saat melihat pandangan Seung pyo yang tidak lepas dari Min youg, kedua anak buahnya saling berbisik. “Jadi tadi Boss seperti itu karena orang itu?” *Ne...Saya wakili ya untuk ngejawab soalnya Seung pyo seperti hanya melihat Min young seorang heheh. Dia bahkan mulai tersenyum saat Min young memberikan ‘Hwating!” dari luar restoran kepadanya.
“Nona Gong? Sejak kapan standarnya sangat jatuh?” kembali kedua rentenir saling bisik *Jatuh? Yaa! It’s uri Soo young :D
Dan begitulah. Malam itu berakhir dengan indah bagi semuanya, khususnya Seung pyo
Mari kita buka chapter baru dengan klien baru. Siapa dia?
Dia adalah seorang aktris separuh baya.
“Sudah 50 tahun tapi tidak ada aktris secantik aku,” ucap klien baru mereka.
“Ah tidak. Anda masih cantik,” balas Min young, berniat menghibur.
“Kau tidak perlu begitu padaku,” potongnya. “Kecantikan hilang ditelan usia. Apa kau tidak melihat keriput di wajahku dan kau berkata aku masih cantik?”
Byung hun langsung memberikan Min young tatapan, “tutup mulutmu!”
“Kau pasti pria yang menyebalkan itu, Seo Il rok,” ucapnya kini menyerang Byung hun. Byung hun terkejut dan bertanya darimana dia bisa tahu. Si klien mencibirnya. Bagaimana mungkin Byung hun bisa tidak tahu sedangkan selama ini dia selalu berkoar di depan orang kalau dia itu tahu segalanya? Min young dan Ah rang mengangguk sambil tersenyum, membenarkan ucapan si klien.
Setelah Byunghun, dia kembali mengomentari Min young sebagai gadis yang suka ikut campur. Sedangkan untuk Ah rang, dia bertanya kemana semua uang hasil kerja paruh waktunya. Pokoknya tidak ada yang tidak dia komentari, kecuali Moo jin. Kenapa? Karena dia tidak ada di sana hahah
Tapi kemudian Moo jin muncul. Dia kaget melihat klien baru mereka. Karena dia adalah nenek Moo jin :D
Min young masih tidak percaya karena ternyata nenek Moo jin adalah seorang aktris. Karena itu si klien langsung berkata, “Tidakkah kau lihat dari ketampanannya? Itulah keturunanku.” *Jiaahh...
Tapi dasar Moo jin. Kalau cucu ‘normal’ pasti akan langsung tersenyum senang dipuji seperti itu. Tapi dia, tetap saja dengan ekspresi datarnya hahah.
Min young jadi bersemangat. Kalau memang nenek Moo jin akan menggunakan jasa mereka, itu berarti dia sedang menyukai seorang pria.
Ny. Han langsung mengoreksinya. “Lihat dirimu langsung saja menyimpulkan sesuatu. Masih ada banyak pria yang mengantri untukku. Apa menurutmu aku akan datang ke sini untuk itu?” *Haduh ini harmoni narsis juga.
Min young langsung berbisik ke Ah rang, “Sekarang aku tahu kenapa Moo jin jarang bicara.” LOL
Si klien pun bercerita bahwa dia ingin Cyrano mengurus Hae sim untuknya.
Hae sim adalah wanita dengan kepribadian hebat serta berparas cantik. Dia menyukai seorang anggota pemadam kebakaran bernama Kim Cheol su.
Setiap bulan di RS diadakan pelatihan oleh pemadam kebakaran. Setiap yang terakhir keluar saat demonstrasi harus melompat dari loteng RS. Karena itu, Hae sim pun jatuh cinta kepada si pemadam kebakaran.
Semua pasien mencoba membantunya hanya saja sampai sekarang belum berhasil. Tapi Ny. Han yakin kalau Cheol su juga menyukai Hae sim. Dia bisa melihatnya dari matanya karena mata tidak pernah bisa berbohong.
Mendengar cerita Ny. Han, Min young berkata kalau sepertinya Ny. Han sangat menyukai suster itu. Dia bahkan jarang datang menemui cucunya sendiri. Ny. Han menjawab bahwa Moo jin lah yang selalu datang menemuinya *Woaahh Moo jin ternyata cucu yang hebat ^_^
Byung hun muncul untuk membicarakan masalah biaya. Biasanya, jika pihak ketiga yang datang maka ada biaya tambahan. Tapi karena Ny. Han adalah keluarga Moo jin, maka dia memberikan diskon 30%. “Cuma itu?” Celetuk Min young.
“Dan tambahan diskon 50% karena Anda adalah senior?” lanjut Byung hun. Min young dan AH rang langsung tersenyum senang :D
Tapi menurut Moo jin, buat Ny. Han, biaya bukan masalah. Karena dia itu kaya. Ny. Han membenarkan. Dia tidak peduli biayanya berapa asal keduanya bisa jadian.
Hanya saja, menurut Byung hun, permintaan orang ketiga tidak bisa langsung diterima oleh Cyrano begitu saja. Mereka perlu menyelidiki apa benar kedua target mereka saling menyukai karena bisa jadi keinginan untuk mempersatukan mereka berdua hanya berasal dari pihak ketiga tadi. Ketiga member Cyrano setuju dan Moo jin menawarkan diri untuk melakukannya. Dia adalah wali Ny. Han jadi tidak akan aneh baginya untuk datang ke RS tersebut.
Saat akan berangkat Hye ri datang dan bertanya Moo jin mau kemana. Moo jin berpikir sejenak dan memutuskan untuk mengajak Hye ri pergi bersamanya.
Mereka akhirnya tiba di RS tapi saat tahu kalau itu RS, Hye ri menolak masuk. Dia takut RS. Kalau tadi dia tahu Moo jin akan ke RS, dia akan menolak ikut. Moo jin meminta maaf karena tidak tahu hal itu. Hye ri menyuruh Moo jin untuk masuk dan melaksanakan tugasnya. Dia baik-baik saja dan akan menunggunya sampai selesai. Walau masih merasa khawatir, Moo jin akhirnya masuk ke RS seorang diri.
Di dalam RS, seorang pria datang melabrak Hae sim. Dia menuduhnya telah merayu ayahnya untuk meninggalkan warisan untuknya. Dia bahkan sampai mendorong badan Hae sim karena marahnya. Cheol su yang kebetulan sedang lewat mendengar dan melihatnya. Dia terlihat marah tapi tidak bisa berbuat apa-apa.
Moo jin yang melihat dari jauh mengambil gambar mereka.
Dan ketika pria yang melabrak Hae sim akan pulang, Cheol su ternyata sudah menunggunya. Dia sengaja menabraknya. Si pria mau marah kepadanya, tapi saat melihat tatapan Cheol su, dia mengulurkan niatnya dan langsung berjalan ke mobilnya.
Ny. Han yang tahu tentang keberadaan Hye ri datang menemui Hye ri dan mendapatinya sedang duduk dengan wajah murung. Dia mendekati dan menawarkan permen kepadanya. Setelah memperkenalkan dirinya, dia bertanya kenapa Hye ri tidak ingin masuk ke RS. Apa karena RS itu adalah tempat dimana orang tua dan orang sakit dirawat?
Hye ri menggeleng. Dia tidak suka RS karena dia teringat akan kakaknya yang harus menghabiskan hari-hari terakhirnya di sanatorium seperti ini. Ny. Han mencoba menghiburnya.
“Memang tidak adil rasanya untuk kakak mu yang harus pergi saat dia masih muda. Tapi betapa pun sulitnya, selalu ada sisi baik dari setiap kejadian. Jadi nikmatilah hidupmu selagi kau masih muda akrena waktu itu sangat cepat berlalu. Ingat kakakmu hanya saat perasaanmu sedang baik. Dengan begitu, dia akan beristirahat dengan tenang.”
Dari jauh Moo jin memperhatikan mereka.
Setelah menjalankan tugasnya, kini tugas Byung hun dan Min young untuk menganalisis hasil kerja Moo jin. Dan dari rekaman yang Moo jin dapatkan, memang terlihat kalau Cheol su menyukai Hae sim. Hanya saja, dia tidak menunjukkannya. Karena itu, mereka harus membakar hati Cheol su. Min young langsung mencibir Byung hun yang selalu punya pikiran kotor.
Operasi akan dimulai pada hari dimana Hae sim dan Cheol su jaga malam.