08 February 2014

[Sinopsis] Emergency Couple Episode 4 part 3


Seluruh intern mendapat tugas, berpasangan. Sang hyuk dan Young-ae, Jin hee dan Young gyu, Chang min dan Ah reum. dr. Kim memberitahukan tugas mereka, yaitu memasang L-tube ke pasangan mereka (dipasang melalui hidung, red). Nilainya akan masuk ke dalam evalusi. Tidak seorang pun dari intern yang menyukai tugas itu.
dr. Kim mengingatkan bahwa akan menyakitkan kalau mereka tidak bisa melakukannya dengan cepat. “Oh Cahng min, kau mengejek kami para residen. Jadi ini pasti bukan hal yang sulit untukmu,” sindir dr. Kim. Chang min berkata kalau dia tidak bermaksud demikian.


dr. Kim pamit dan tinggallah suster Choi. Keenamnya dengan terpaksa mengambil tube yang berada di dalam es. Tiba-tiba Young gyu mengirimkan kode ke Chang min. Dia ingin bertukar pasangan. Chang min awalnya tidak mau. Tapi Young gyu berbisik, “Tugas malam! Tugas malam!” Mendengar itu Chang min melirik Ah reum yang ada di hadapannya dan Jin hee yang ada di sampingnya. Akhirnya dia mengubah keputusannya dan berpasangan dengan Jin hee.



Ketiganya kemudian mencari posisi yang bagus untuk memasang tube itu. Young-ae yang mencoba memasangkannya kepada suaminya membuat Sang hyuk kesakitan. Sang hyuk berusaha menolak tapi Young-ae langsung menamparnya agar diam *suami takut istri heheh



Sementara Chang min langsung memberikan peringatan kepada Jin hee agar berhasil pada percobaan pertamanya. Jin hee menjawab bahwa dia juga ingin seperti itu, tapi dia tidak tahu apa yang akan terjadi.



Jin hee pun memulai. Perlahan dia memasukkan tube ke hidung Chang min. Tapi tidak lama Chang min menepis tangan Jin hee karena kesakitan. Dia langsung menutup hidungnya. Jin hee meminta maaf sambil tertawa *Scene ini harus chingu lihat sendiri soalnya lucu. Mereka seperti tidak ber-acting. Ji hyo ketawanya lepas banget. Sementara Chang min yang seharusnya marah tapi entah kenapa matanya seperti orang yang lagi nahan tawa heheh


Di bagian lain, Young gyu sedang berusaha memasukkan tube ke hidung Ah reum yang berusaha menahan sakit. Ah reum melirik ke Chang min dan Jin hee, agak cemburu melihat keakraban mereka.



Ah reum dan Chang min sedang berada di ruangan mereka. Masing-masing mengerjakan pekerjaannya. Ah reum memulai percakapan dengan menanyakan hidung Chang min. Chang min membalas bahwa Ah reum pasti senang karena Young gyu berhasil melakukannya pada percobaan pertama. Ah reum tersenyum dan mengangguk.


Ah reum kemudian menyinggung keakraban antara Chang min dan Jin hee. Walaupun mereka sering berdebat, tapi mereka terlihat sangat dekat. Seperti orang yang sudah kenal lama. Chang min hanya berdehem.



Ah reum langsung membalikkan badannya agar berbicara face-to-face dengan Chang min. Dari reaksinya dia tahu kalau Chang min masih marah kepadanya. Awalnya dia tidak masalah, tapi setelah Chang min bertukar dengan Young gyu, dia merasa tidak enak. Dia merasa di tolak sebagai pasangan dalam tugas tadi.

Ah reum berdiri dan mendekati Chang min, “Aku minta maaf dan aku menyesalinya.” Chang min garuk-garuk kepala tidak tahu mau bilang apa. “Tapi alasanku tidak memberitahumu bahkan setelah aku mengetahuinya adalah karena aku ingin bekerja di sini sebagai seorang intern, bukan sebagai anak menteri,” lanjut Ah reum. Dia juga memberikan tiket konser dari band kesukaannyakepada Chang min sebagai permintaan maafnya.

Malam harinya...


Chang min sedang berada di ruang dr. Gook. Dia disidang. Dr. Gook menyuruhnya untuk tidak berbohong (ini berkaitan dengan traketomi yang sebeumnya dilakukan Jin hee, red). Dia tidak tahan dengan orang yang berbohong, termasuk pasien. Tapi kalau dokter yang melakukannya, itu akan membuat kehebohan. Chang min hanya bisa menunduk.




Setelah keluar dari ruangan dr. Gook, Chang min melihat Jin hee. Segera dia berlari menyusul Jin hee ke tangga darurat.

Dia menuduh Jin hee telah melaporkan yang sebenarnya kepada dr. Gook karena itu dia kena marah lagi. Dia tidak mengerti kenapa Jin hee berpura-pura baik kalau pada akhirnya dia menikamnya dari belakang. Jin hee berkata bahwa dia tidak melakukannya tapi Chang min tidak mendengarkannya.

“Seharusnya sejak awal kau bilang kalau aku terlalu takut melakukannya. Apa kau mau mendapat perhatian dari dokter kepala? Menjatuhkan dirimu kepadanya, bersikap baik kepadaku tapi akhirnya mengatakan hal yang berbeda di belakangku. Apa kau tahu berapa banyak omelan yang aku dapat dari dokter kepala?” Chang min menumpahkan kemarahannya kepada Jin hee.


“Benarkah? Kau masuk ke sekolah kedokteran terkenal sebagai siswa yang hebat dan juga selalu disukai oleh para profesor. tapi sekarang kau mendapat omelan di sini, apa karena kecerdasanmu sudah menghilang? Aku tahu kau pintar dan hebat. Kau juga hidup dengan pikiran yang elitis. Tapi jangan menyalahkan ketidakmampuanmu kepadaku,” balas Jin hee.

Chang min tertawa mencibir ucapan Jin hee. “Ketidakmampuan?”

“Kenapa? Apa kau menyesalinya sekarang? ‘Kenapa aku tidak mampu melakukannya dan malah menyerahkan pisau bedah itu kepada Oh Jin hee?' Apa kau pikir aku tidak mengenalimu, Oh Chang min? Apa kau tahu kenapa kita bercerai?” lanjut Jin hee.

“Kenapa sekarang kau membawa-bawa perceraian?” tanya Chang min.

“Apa kau mengira itu karena kau berselingkuh dengan dokter anak-anak itu?”

“Siapa yang berselingkuh? Aku hanya merawat klienku,” Chang min membela diri. “Jaga mulutmu. Ini tempat kerjaku,” Chang min memperingatkan Jin hee.

“Bukankah itu karena ibumu?” kembali Jin hee menyerang Chang min. “Kenapa kita bercerai, kenapa kita terjebak dalam kehidupan kita, apa kau tidak pernah berusaha mencari tahu akar permasalahannya? Apa kau pernah memikirkannya, walau sekali saja?”


“Aku tidak mau tahu, aku tida perlu tahu, dan tidak ada alasan bagiku untuk tahu. Kenapa? Karena sekarang aku bisa melakukanya dengan baik. Sangat baik, seandainya saja kau tidak berada di RS ini. Kau tahu itu?” Balas Chang min, kalimatnya benar-benar menyakitkan.

Jin hee dia sejenak sebelum akhirnya berkata, “Teruslah hidup seperti itu. Kemudian kau akan gagal lagi dan terjebak lagi.”


“Apa? Hei! Orang seperti apa kau ini! HEI!” Teriak Chang min memanggil Jin hee yang langsung pergi tanpa memperdulikannya lagi.



Jin hee sepertinya akan menemui dr. Gook karena saat melihatnya melintas, dia memanggilnya. tapi karena dr. Gook tidak mendengarnya Jin hee mengikutinya.

Tiba-tiba suster Choi muncul dan memberitahukan keadaan pasien kanker kerongkongan yang kemarin terjebak dilift. Dia baru saja meninggal. Langkah dr. Gook langsung terhenti mendengarnya, begitu pula dengan Jin hee.

Berita lainnya adalah, sepertinya UGD akan kena teguran dan sangat mudah untuk menyalahkan pada traketomi yang dilakukan oleh intern saat itu.


dr. Gook langsung pergi menemui pasien tersebut dan keluarganya. Jin hee juga mengikutinya. Jin hee tidak bisa menahan air matanya saat melihat mayat pasien dan keluarganya yang menangisi kepergiannya.




Dokter bedah yang melakukan operasi terhadap pasien tersebut menyatakan belasungkawanya kepada keluarga pasien lalu pergi. Dr. Gook menyusulnya dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi. Bukankah operasinya berjalan dengan baik? Si dokter membenarkan tapi menurutnya keterlambatan pasien tiba di ICU juga bisa menyebabkan masalah.

dr. Gook tidak suka dengan ucapan dokter itu. Mereka sudah melakukan tugasnya dengan baik, traketomi juga dilakukan dengan baik, dia juga mengatakan bahwa operasi berjalan dengan lancar. Apa itu berarti dia menuduh UGD melakukan kesalahan? Dr. Gook tiba-tiba mencengkram baju si dokter. Untungnya seorang residen muncul dan menenangkan dr. Gook.

Si dokter berkata bahwa apa yang salah akan ditentukan dalam pemeriksaan nantinya. Dia meminta agar dr. Gook melepaskannya. Dia tidak ingin wali pasien melihat mereka seperti itu. Maka dengan terpaksa dr. Gook melepaskannya. Tapi saat menoleh dia melihat Jin hee juga sedang berada di sana.



Jin hee duduk sendiri, menangis dan gemetar. Dia berusaha untuk tidak menyalahkan dirinya atas kematian pasien tadi karena dialah yang melakukan traketomi. “Tidak ini bukan salahku. Bagaimana bisa kematian pasien itu karena dirinya? Oh Jin hee, kau benar-benar berlebihan sekarang.”



Suster Choi akhirnya menyampaikan kabar pasien tersebut kepada para intern dan juga bahwa dokter kepala dan para residen sedang mengadakan pertemuan darurat karenanya. Chang min sangat terkejut mendengarnya. Di belakangnya Jin hee hanya bisa menghela nafas sambil menahan air matanya.


Suster Choi menambahkan bahwa sepertinya akan ada teguran kepada UGD karena hal ini. Semua rekan-rekannya menatapnya tapi Chang min langsung menoleh kepada Jin hee. Dengan langkah gontai Jin hee meninggalkan mereka dan Chang min segera menyusulnya.



Suster kemudian muncul dan memebritahu suster Choi bahwa seorang pasien yang overdosis obat akan tiba dalam 30 menit. Suster Choi menegurnya dan berkata bahwa dia sudah memperingatkan mereka untuk tidak menerima pasien lagi karena tempat sudah penuh. Dia menyuruh suster Huh untuk menyuruh pasien itu ke RS lain. Tapi kata suster Huh, si pasien berkeras ingin datang ke RS Wusu *pasien aneh


Tapi siapakah pasien itu? Dia adalah ibu Chang min *eng ing eng... Setelah bertengkar dengan suaminya dia minum obat pil, semacam anti dipresi.

Kembali ke RS...


Chang mi menyusul Jin hee dan mendapati Jin hee sedang menangis. Dia mendekatinya dan menatap Jin hee sesaat lalu bertanya apa yang Jin hee lakukan di situ. Jin hee tidak menjawab dan memilih pergi.


“Aku sudah menyuruhmu keluar kan?” tanya Chang min. Jin hee langsung berhenti dan menoleh kepadanya. *aduh apa itu kalimat yang tepat untuk situasi seperti ini Chang min?????

“Bagaimana kau bisa menjadi dokter kalau kau bersikap seperti ini?” lanjutnya. Jin hee menjawab bahwa dia sedang tidak ingin berbicara dengan Chang min. Tapi Chang min kembali berkata, “Ini bukan salahmu. Kau melakukannya dengan baik. Ini bukan pendapat pribadiku. Dia yang bilang hasil kerjamu bagus. Dan itu berbati bagus jadi tidak ada masalah.”

“Akulah yang memegang pisau bedah, lalu pasien meninggal. Bagaimana bisa ini bukan tanggung jawabku?” ucap Jin hee dengan terbata-bata karena masih menangis.

“Lalu kenapa? Orang-orang meninggal di RS. Kita harus menyaksikan hal itu selama hidup kita nantinya,” ucap Chang min. Mungkin dia bermaksud menenangkan tapi nada suarany tinggi sekali. Jin hee memintanya untuk berhenti. Dia kembali berniat pergi tapi Chang min menahannya.

“Kau bilang aku melakukannya kan? Aku yang melakukan traketomi,” ucap Chang min. Jin hee memintanya untuk melepaskan tangannya tapi Chang min kembali berucap, “Kau benar. Aku yang melakukannya. Jadi kalau ada masalah aku yang akan bertanggung jawab.” *OMO Chang min-ah...


“Ada apa dengan mu, Oh Chang min?” Tanya Jin hee cukup terkejut dengan ucapan Chang min.

“Oh Jin hee, tadi kau bertanya kenapa kita bercerai? Haruskah aku mengatakannya langsung kepadamu? Caramu sekarang tanpa alasan dan logika, sekali kau terjebak dalam emosimu, kau tidak mendengar atau melihat apapun! Prioritasmu adalah emosimu. Membuat orang lain merasa bersalah karena emosi murahanmu itu!”


Jin hee ingin menampar Chang min karena ucapannya yang keterlaluan tapi Chang min menahannya. “Sadarlah. Ini RS. Dan aku akan mengatakannya sekali lagi. Aku melakukannya demi pasien itu. Jika ada yang harus disalahkan, akulah orangnya. Jadi berhentilah bersikap menyedihkan!”

NOTE:

Hadeuh si Chang min jelas-jelas mengkhawatirkan Jin hee tapi memakai topeng amarah dan kata-kata kasarnya untuk menyembunyikannya. That’s what I think. Hehe maaf ya adegan serunya saya simpan di part 3 ^_^
Bocoran dikit episode 5. Jin hee dan Chang min saling membela dan rekan-rekannya mulai curiga. Yang parah adalah Jin hee dan ibu Chang min. Akankah mereka bertemu? Soalnya ini reaksi Jin hee di previewnya.



All Episodes: [1], [2], [3], [4], [5], [6]

18 comments:

  1. lanjut terus yeah..... semangat.
    terima kasih sinopsisnya. semakin seru ceritanya.

    ---tasya---

    ReplyDelete
  2. oh changmin sbener nya baik bgt tp kok ya ksar bgt si...tp ttep gnteng heeee....

    ReplyDelete
  3. Salut deh sama blog ini, soalnya lebih cepat dan ga perlu nunggu lama2.
    Ditunggu ya sinop selanjutnya, semangat!

    ReplyDelete
  4. very very good sinopsis, aku paling suka gaya bahasa mbak. terus semangat ya (^_^)

    ReplyDelete
  5. tambah penasaran..

    changmin kelihatan banget peduli ama jin hee.. hehe..

    mak nya changmin ambisius bnget kyanya.. aigoo ahjumma satu ini *geleng2* hehe :-D

    semangat terus nulisnya mba.. fighting!!!!


    ㅡMona

    ReplyDelete
  6. Hwaiting onnie
    Ditunggu sinopsis selanjutnya

    Ica

    ReplyDelete
  7. "Bocoran dikit episode 4" ?? Apa mksdnya bkn episode 5 ya?? Kan ini udh episode 4... Hehehe...

    Smgt trs ya buat sinopsis-nya... Aq kyknya blm prnh comment deh, tp sll bc sinopsis2 yg ada kok... ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe iya salah. Itu sudah diganti. Gomaewo ya :)

      Delete
  8. mba,klau mw nonton yg ada sub nya d mana ya? hehe

    ReplyDelete
  9. Sukaa deh mba.. drama nih.. apalagi Mba Diana cepat klo posting.. biar gak ketinggalan sma cerita di koreany.. hehe..

    Fighting mba.. !!! and Sehhatt selalu.. Aamiin..

    ReplyDelete
  10. figting mba. tdk sabar mnunggu kelanjutannya.

    ReplyDelete
  11. Mbian, pensaran ama ep 5 ny, semangat trus ya bikin sinopnya, selalu baca tulisan ka dian kok, hehehe
    Gumawo.

    ReplyDelete
  12. Thanks bgt wat yg nulis sinopsis'a...
    Ttp lnjut nulis snopsis a yew...
    Love this drama so much..
    Ky'a rting jg bgs tuch...

    ReplyDelete
  13. iya aku udah nonton ep 5 sama 6 mba lucu aku ngakak trus :D biarpun udah nonton aku tetep nunggu sinop dr mba soalnya aku suka nonton sama baca. semangat yaa mba nulisnya aku selalu nunggu tulisan2 mba :D gomawaaa tiara

    ReplyDelete
  14. gomawo eonni :D lanjutin trus ya eonni :D hwaiting..

    ReplyDelete
  15. makin sruuuu~`
    semagat buat menulisnya chingu~

    ReplyDelete
  16. sekali lagi gomawo chingu ya....

    ReplyDelete