25 September 2012

[Sinopsis] The 3rd (Third) Hospital Episode 1 - part 2



Seung hyun diskors selama satu bulan karena melakukan pembedahan. Aturan di RS tersebut melarang seorang ahli akupuntur melakukan pembedahan. Seung hyun membela diri bahwa secara teknis anak itu selamat bukan karena pisau bedah, melainkan dengan jarumnya.

Dr. Choi memarahi Seung hyun karena membuat masalah di hari pertama. Dia lalu bertanya apa dia tahu tujuan dirinya memanggil Seung hyun bekerja di tempat itu.

Seung hyun tidak peduli. Dr. Choi berkata bahwa dia ingin menunjukkan pada dokter Western mengapa dokter Eastern adalah bisa bertahan selama berabad-abad dan menjadi symbol pengobatan di Korea. (Saya baru menemukan kata yang tepat untuk menjelaskan Eastern dan Western. Eastern maksudnya adalah pengobatan yang menggunakan ramuan herbal atau akupuntur sedangkan Western merujuk kepada pengobatan modern dengan peralatan canggih). Dia ingin mengubah pandangan dunia kedokteran yang selam ini meremehkan pengobatan orang timur.

Seung hyun melihat temannya sedang membongkar-bongkar tasnya. temannya menemukan tanaman yang Seung hyun temukan di gunung. Dia meminta Seung hyun menjual tanaman itu kepadanya. seung hyun berkatak karena dia di skors selama 1 bulan, maka harganya sama dengan gajinya sebulan.

“Aku…dompteku ketinggalan di mobil,” jawab teman Seung hyun hahahaha

Temannya juga menemukan sebuah foto wanita di tas Eung hyun.

“Apa dia pacarmu?” Tanya temannya penuh selidik.

“Anggap saja dia ibuku,” jawab Seung hyun. Dia merebut foto dari tangan temannya dan meletakkannya di atas meja.

Doo hyun dan seorang dokter sedang membicarakan apa yang telah Seung hyun lakukan. Menurut Doo hyun, jika berita tentang apa yang Seung hyun lakukan menyebar ke luar, maka reputasi RS bisa hancur. Terlebih dia melakukannya sebelum RS resmi dibuka.

Dokter tersebut memberitahu bahwa dia sedikit menyesali keputusannya untuk bekerja di RS tersebut. Itu karena mereka harus bekerja bersama dengan dokter Eastern (Saya harap pembaca mulai mengerti siapa yang saya maksud dengan dokter Eastern). Terlebih mereka punya pemikiran yang berbeda. Karena itu, mereka harus menyingkirkan mereka dan menunjukkan siapa yang lebih hebat.

Tim dokter Western yang tadi berhasil melakukan operasi merayakan keberhasilan mereka dengan makan bersama. dari perbincangan mereka terkuak bahwa ternyata ayah dari Hye in adalah dokter Eastern. Dokter yang tadi bersama Doo hyun bertanya mengapa Hye in bergabung dengan tim lawan ayahnya. Hye in menjawab bahwa dia ingin menemukan solusi untuk kekurangan dalam teknik pengobatan orang Timur. (Tertulis kekurangan dari pengobatan dengan gaya Timur adalah kurangnya ‘evidence’. Entah harus diartikan apa kata ini dalam konteks kedokteran. Ada yang bisa kasih saran?) Si dokter membalas, teknik seperti itu bukanlah pengobatan yang sebenarnya. Jadi apa pun kekurangannya, Hye in tidak akan bisa menemukan solusinya.

“Aku…aku percaya…,” ucap Hye in yang langsung dipotong oleh Doo hyun. “Dia selalu seperti itu walaupun skillnya tidak begitu bagus,” sela Doo hyun.

Pria yang duduk di samping Hye in ikut mengolok Hye in. Dia merasa lucu karena bagaimana bisa gadis sebodoh Hye ini bisa menjadi dokter Western. Hye in mulai kesal.

“Sebenarnya tujuan ku adalah menjadi kepala di bagian ini,” kata Hye in. Semua orang terkejut. Pria itu melanjutkan bahwa Hye seharusnya tidak perlu melakukan hal yang bisa membuatnya menderita.

“Bukankah kau juga punya tujuan yang sama?” Tanya Doo hyun kepada pria yang duduk di samping Hye in. dia terkejut. “Kepalamu sama kosongnya dengan batu,” ucap Doo hyun lagi. Semua orang menahan senyumnya. Hye in tersenyum senang karena dr. Doo hyun mau membantunya.

Seorang wanita memberitahukan keluhannya kepada Doo hyun dan Seung hyun di tempat yang berbeda. Dia mngeluhkan pencernaannya. Dia merasa kalau dia terkena bulimia atau anorexia (penyakit tidak bisa makan. Kalau makan, si penderita lebih sering muntah, red) karena setiap kali habis makan, dia muntah, terkena diare, dan intestine coil up and hurt. Sedative medichine. Dan hasilnya membuat si wanita bingung karena kedua dokter itu memberikan analisi yang berbeda. Menurut Doo hyun masalah si wanita ada pada perutnya dimana si wanita alergi pada zat yang namanya gluten. Sedangkan menurut Seung hyun itu karena tubuh si wanita terlalu lemah. Jadi dia menyarankan si wanita aga rmengurangi makannya. Dari segi kedokteran modern, penyakit si wanita terlihat menakutkan dan sulit diobati tapi dari sisi kedokteran ala timur, penyakit si wanita biasa saja. Alhasil, si wanita bingung dibuatnya. Entah pengobatan mana yang dia pilih soalnya saya tidak bisa baca hangeul 

Seung hyun ke meja depan sambil menelepon. Dia mengeluarkan sebuah bola emas dari kantongnya dan meletakkan bola itu di atas meja. tanpa sengaja, dia menyenggol dan bola itu dan terjatuh tepa di bawah kaki teman sekaram Hye in (teman Hye in ini pakaiannya seksi gitu). Jadi untuk mengambil si bola, Seung hyun harus merayap ke bawah kaki teman Hye in.

Dan tepat di saat itu, Hye in datang dan melihat apa yang Seung hyun lakukan. Dia salah paham. Dia mengira Seung hyun ingin mengintip (maaf) pakaian dalam temannya. Dia bergegas mendekati Seung hyun dan langsung menendangnya.

“Dasar laki-laki cabul!” Hye in menghardik Seung hyun.

“Apa?” Tanya Seung hyun.

“Kau sudah dengar kan? Kau meletakkan kepalamu di antara dua kaki temanku!”

Seung hyun berusaha menjelaskan kalau Hye in salah paham. Dia hanya bermaksud mengambil obatnya yang terjatuh. Dia berusaha mencarinya kembali tapi terkejut karena obatnya itu sudah menghilang. Hye in menyuruhnya untuk berhenti berpura-pura. Dia kembali menendang Seung hyun.

“Apa yang kalian lakukan?” bentak Doo hyun. Hye in ketakutan mendengar suara Doo hyun. Dan kedua dokter dengan cara pengobatan yang berbeda ini bertemu.

Doo hyun tidak bergeming saat melihat Seung hyun. Seung hyun sendiri juga agak terkejut melihatnya. Doo hyun berjalan melewati Seung hyun tanpa berkata apa-apa. Seung hyun pun meninggalkan tempat itu tanpa berdebat lagi dengan Hye in. Hye in dan ketiga orang yang ada di tempat itu merasakan atmosfer yang aneh dalam pertemuan mereka tersebut.





Seung hyun berada di bagian atas gedung RS. Dia teringat kenangannya semasa kecil. Saat itu dia kehujanan. Seorang pria berteriak memanggilnya. Pria itu menggengodngnya sambil berlari.



“Kenapa kau tidak mati saja,” ucap seorang anak laki-laki yang seumuran dengannya.

“Kim Doo hyun, kau ini kenapa?” Tanya Seunghyun kecil (Ouch…ternyata ada hate line diantara mereka berdua).

Doo hyun sedang mengendarai mobilnya.



Seung hyun memeriksa keadaan seorang nenek. Hye in juga sedang berada di ruangan yang sama. Hanya saja dia sedang menceritakan sebuah cerita kepada seorang anak. Si nenek menasehati Seung hyun agar segera menikah.

“Bersikap seperti itu di depan seorang wanita cantik itu normal,” kata si nenek kepada Seung hyun. Semua yang ada di ruangan menahan tawanya. (Si nenek menyinggung kejadian saat Seung hyun kedapatan mengintip pakaian dalam teman Hye in). seung hyun tersenyum salah tingkah sambil berkata bahwa itu hanya gossip.

“Tidak ada asap tanpa ada api,” celetuk Hye in. Seung hyun menoleh ke arahnya. Tapi Hye berpura-pura sedang mengisi teka teki silang. Hahaha genderang perang antara Hye in dan Seung hyun telah ditabuh.

Si nenek berniat mengenalkan Seung hyun dengan cucunya. Katanya cucunya itu sangat baik hati.

“Bukan hanya hati, tapi wajah dan badannya juga harus cantik!” sindir Seung hyun. Hye in membalas ucapan Seung hyun dengan mengatakan sesuatu yang membuat Seung hyun tersinggung.



"YA! Gadis penendang! Apa kau bicara padaku?” Hye ini mengelak bahwa dia sedang mengisi teka-teki silang. Karna tidak tahan, Seung hyun berdiri dan merebut buku yang ada di tangan Hye in.

“Paman, kenapa kau mengambil buku ku? Aku sedang menyelsaikan Sudoku ku,” ucapa polos si anak mempermalukan Hye in. Hye in berusaha melarikan diri tapi Seung hyun menahan tangannya.

Hye in marah dan berkata kalau Seung hyun memang benar orang yang kurang ajar.


"AKU BUKAN ORANG SEPERTI ITU!”

Hye in terselamatkan oleh panggilan emergency. Semua orang menertawai Seung hyun.


Seorang ibu menangisi tangan anaknya yang terluka. Hye in mendatangi si pasien. Ibu pasien menyalahkan Hye in karena operasi yang mereka lakukan malah membuat tangan kanan anaknya tidak bisa bergerak. Hye in lalu mendekati si pasien dan meminta si pasien menekan tangannya. Wajah si pasien sudah meringis tapi tangannya tidak bergerak.

Si ibu terus menyerang Hye in. Dia berkata bahwa anaknya bekerja sebagai guru piano. Kalau tangannya seperti ini, bagaimana dia akan bisa menghidupi keluarganya.
Hye in berkata bahwa si pasien datang dengan tulang yang sudah fracture akibat kecelakaan mobil. Bisa diobati sampai keadaanya bisa sebaik ini saja, si ibu harusnya sudah bersyukur. (Baru nyadar saya kalau si pasien adalah korban kecelakaan yang ditolong oleh Doo hyun). Si ibu berkata bahwa dia tidak akan tinggal diam atas apa yang menimpa anaknya.



Hye in tidak terima dengan sikap si ibu. Dia membalas si ibu dengan berkata bahwa harusnya si ibu berterima kasih karena anaknya bisa cepat dioperasi. Jika tidak anaknya pasti sudah mati.

“Anggap saja anak Anda mendapatkan keajaiban,” ucap Hye in.



Si ibu melihat tulisan di dinding tentang dokter Eastern. Dia lalu mengejar Hye in dan berkata kalau dia ingin anaknya diobati oleh dokter Eastern.

Hye in menjelaskan bahwa prosedur pengobatan yang diberikan kepada anaknya belum selesai. Jadi dia tidak boleh dipindahkan ke tim yang lain. Itu karena prinsip pengobatan yang dilakukan oleh dua model pengobatan tersebut berbeda. Jadi RS tidak bisa membiarkan seorang pasien mendapatkan pengobatan dari tim dokter yang lain jika proses pengobatannya belum sempurna. Selain itu, masalah mengenai siapa yang nantinya akan bertanggung jawab juga menjadi salah satu pertimbangannya.

Si ibu bertanya kepada Hye in, “Jika kami tetap menerima perawatan kalian, apakah kalian menjamin kalau tangan anakku akan balik kembali?” Hye in menjawab ragu.

“Karena itu aku mau bertemu dengan dokter Eastern.”



Hye in kena marah oleh Doo hyun saat memberitahukan keinginan si ibu pasein tadi.



Hye in kembali ke pasien tadi dan berkata untuk saat ini akan sulit buat mereka untuk bertemu dokter Eastern. Si ibu marah mendengar perkataan Hye in. Dia merobek poster yang tertempel di pintu kamar lalu menginjak-injaknya. Hye in serba salah.


Seung hyun baru saja selesai memeriksa seorang pasien ketika si ibu memaksa masuk untuk bertemu dengannya.



Doo hyun datang ke kamar si pasien dan hanya mendapati istri yang memperbaiki tempat tidur. Dia terkejut melihat kedatangan Doo hyun. Doo hyun bertanya kemana si pasien pergi.

Seung hyun melihat laporan kesehatan si pasien. Dia berkata kalau seharusnya mereka tidak datang kepadanya sekarang. Dia bersedia menolong anak si ibu jika proses pengobatannya dengan tim dokter Doo hyun selesai. Seung hyun bukannya tidak ingin menolong, hanya saja aturan tetaplah aturan. Dia tidak ingin ada masalah di belakang yang bisa merugikan dirinya (Seung hyun tidak menyebutkan alasan yang melibatkan dirinya).




Si ibu tidak menyerah. Dia terus membujuk Seung hyun dengan menjadikan cucunya sebagai alat (hahahah si bayi lucu. Neomu kyowo…)

“Aih, terserahlah. Baik, aku akan melakukannya,” Seung hyun menyerah. Si bayi juga langsung berhenti menangis (hahaha calon actor yang hebat LOL)


Doo hyun berjalan. Si istri telah memberitahukan bahwa mertuanya membawa suaminya menemui dokter Eastern untuk mendapatkan perawatan akupuntur. Wajah Doo hyun is really no kidding.



Seung hyun mulai menancapkan jarum akupuntur ke tubuh si pasien. Doo hyun semakin mendekat. (Backsoundnya oce) Doo hyun membuka pintu. Si pasien dan si ibu terkejut tapi Seung hyun tidak peduli. Dia melanjutkan pekerjaannya.



“Cabut semua jarum itu,” kata Doo hyun. Seung hyun menoleh. Tapi dia tidak mencabutnya. Doo hyun lalu maju dan mencabutnya dengan tangannya sendiri. Seung hyun marah. Maka jadilah mereka face to face… (ini gara-gara si ibu….)

Catatan:
Maaf part 2 nya kelamaan keluar soalnya fokus ke Nice Guy heheh. Plus agak sulit saya membuat sinopsisnya karena ceritanya berada di seputaran kedokteran. O iya, part ini gambarnya tidak begitu banyak soalnya saya tidak tahu dimana saya menyimpan hasil capture-nya :( tapi ntar kalau dah ketemu, saya upload lagi. Mianhaeyo ya....

Episode 2 part 1

1 comment:

  1. emang ribet sih mbak klo dramanya soal kedokteran... banyak istilah yang kurang di mengerti, tapi tetap semangat nulisnya ya mbak... setelah Nice Guy selesai, kayaknya saya bakalan tongkrongin sinopsis ini...

    btw... kok emaknya si pasien yang ketabrak itu keliatan seumuran sama anaknya yah, tadi kirain istrinya... kekkekke

    ReplyDelete